Sinopsis Mother of Mine Episode 9 Part 3

Sinopsis Mother of Mine Episode 9 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini yaaaaaaa… selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini cuyyyy… mareeehhh lanjut!!! Tarik napas.

Jae Bum sudah sampai di tempat tujuan. “Ini sudah banyak berubah. Kini sudah besar dan modern. Kurasa ada kafenya di bawah.”

Mi Hye pun ketakutan saat melihat Peter yang keluar.

“Kamu tidak masuk?” Tanya Jae Bum. “Katamu kamu harus menemui mereka pukul 15.00. kamu tidak masuk?”

“Aku akan masuk. Aku masuk sekarang.”

“Kamu mau aku ikut?”

“Apa maksudmu?”

“Baiklah. Akan kutunggu di sini.”

“Jangan menungguku. Pergilah… pulanglah saja!!!”

“Kalau begitu, aku akan melihatmu masuk saja.”

Mi Hye akhirnya keluar dari mobil. Ia pun masuk juga.

Di dalam, Peter sudah melihat Mi Hye masuk. “Maaf. Aku sungguh minta maaf.” Ucap Mi Hye pada Peter.

Dan yakk ampun… Woo Jin pun turun. “Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Begini….”

“Ada pengemis lagi? Sudah kubilang aku tidak mau membeli naskahmu.”

“Aku kemari bukan untuk menjual naskah. Kamu kejam sekali. Aku hanya salah jalan. Hah…” Mi Hye yang sombong pun turun kembali. Ia turun dengan terjatuh. Cerobohh nomor 1. Tidak kaleng-kaleng.

Mi Hye kesakitan saat terjatuh. “Astagaaa…sakit ekli. Ini amat….”

Dan di atas, Woo Jin melihatnya dengan tatapan tajam. Mi Hye ketakutan dan pergi.

***

Kembali ke kantor Mi Ri.

Pak Park nampak heran atas apa yang dia dengar. “Apa? Apa maksud anda?” Tanya Pak Park pada Mi Ri.

Yang lain berkata. “Kenapa Presdir membuat keputusan seperti itu?”

“Ini konyol.”

“Tidak… kita sudah bekerja keras untuk ini!!!” pokoknya yang lain kaget gitu.

Mi Ri menjawab. “Maaf aku pulang tanpa sepatah kata pun kemarin. Kalian pasti penasaran. Tapi aku amat kesal.”

Rekannya menjawab. “Kami khawatir.”

“Presdir begitu konyol. Dia tahu apa?” Teriak Pak Park.

“Pak Park. Walaupun dia tidak di sini, kamu tidak boleh bilang begitu.” jawab karyawan lain. belum tahu namanya. hehehe mian.

“Aku hanya kesal. Mereka bilang uang kotor mengusir hal baik….”

“Pak Park…Lantas, apa rencana Anda sekarang?” Tanya rekan pada Mi Ri.

“Kita tidak bisa kalah seperti ini saja. kita harus mengambilnya kembali apa pun yang terjadi.” Ucap Pak Park. Yang lain pun setuju.

Mi Ri menatap Tae Joo. “Han Tae Joo Sshi, kamu ada ide? Kurasa kamu ada ide. Jika ada, katakan kepadaku.”

“Aku tidak ada ide. Tapi kurasa presdir sudah tepat. Kurasa akan lebih efisien jika tim perencanaan yang mengambilnya, alih-alih Tim pemasaran. Kita sudah melakukan riset, jadi, memang benar kita lebih memahami proyeknya, tapi jika terkait masalah kecepatan, tim perencanaan akan lebih baik  karena mereka sudah melakukan banyak kerja perencanaan. Ini kerugian bagi Tim pemasaran, tapi untuk seluruh perusahaan, akan lebih menguntungkan jika tim perencanaan yang mengerjakannya.”

Pak Park bicara. “Han Tae Joo cukup. Kamu kira kami tidak tahu…”

Mi Ri dengan gemas menjawab. “Kami mengerjakan proyek ini tanpa mengetahui itu? kamu kira aku tidak tahu????”

Tae Joo pun berdiri. “Tapi untuk perusahaan….”

“Han Tae Joo Sshi. Kukira aku sudah memperingatkanmu. Jangan terus membantahku. Pak Park… Bukankah sudah kusuruh kamu mengajari anak baru dengan baik? Kamu bahkan tidak becus mengajari Han Tae Joo!!!!! Baik Pak Park, jangan ikut campur! Aku akan mengajari Han Tae Joo sendiri mulai sekarang. han Tae Joo, kini kamu bekerja di bawahku. Aku akan mengajarimu sendiri.”

***

Mobil mewah nampak berhenti di rumah yang sangat mewah… seseorang turun dari mobil. Dia adalah Jeon In Sook. In Sook masuk ke ruangan di mana ketua berada.

Saat itu ketua baru saja selesai diobati.

“Katakan tepatnya aku akan mati. Jika ternyata salah, aku akan menulis kamu dokter gadungan di surat wasiatku.”

Dokter pun tertawa. “Anda sangat lucu. Anda masih sangat sehat. Tapi anda harus berhati-hati dengan jantung anda. Tolong jangan bekerja terlalu keras.”

“Berhentilah mencerewetiku. Pergilah sana.”

“Baik Pak.. sampai jumpa kali berikutnya.” Dokter pun pergi.

***

“Kamu di sini?” Tanya ketua.

“Ya. Pimpinan.” Jawab In Sook.

“Aku hanya memasang ring di jantung. Kenapa ribut-ribut?”

“Ini baru sebulan setelah operasi. Anda harus hati-hati.”

In Sook memberikan dokumen pada pimpinan. Pimpinan pun membacanya. “Kenapa tidak ada perkembangan dengan bisnis pakaian?”

“Industri mode sudah bertahun-tahun melambat. Kurasa kita harus membuat portofolio baru berdasarkan keuntungan. Kami berusaha mengembangkan sektor bisnis dan menata ulang bisnis yang lemah untuk mendapatkan stategi penyitasan yang meningkatkan efisiensi.”

Lelaki bersama Presdir berkata. “Sejak Bu Jeon bergabung, harga saham kita terus naik. Serta dia paham benar soal perencanaan. Keuntungan operasi kita naik 1,4kali dibanding kuartal pertama tahun lalu.”

Pimpinan menjawab. “Setidaknya itu yang harus dia lakukan.kita sudah menginvestasikan banyak waktu dan uang. ada apa dengan bisnis tekstil?”

Bu Jeon mengatakan. “Ini status yang terjadi dalam proses rekonstruksi bisnis group. Setelah perusahaan stabil lagi, kita akan meraup keuntungan.”

“Bagaimana dengan Tiongkok? Kamu sudah mengurus akun penjualan mereka?”

“Penjualan dan keuntungan kuartal pertama naik dengan kuat. Karena kita mendapatkan kontrak tambahan, kami memprediksi keuntungan yang lebih besar di sisa kuartal.”

“Ahhh benar juga. Kamu sudah membahs kontrak yang dimenangi Ibu Kang??” Tanya Pimpinan Han pada Bapak ang satunya.

“Ya. Pak Han. Dia yang kusebut kerakhir kali ketemu. Dia dan Tae Joo….”

“Hustttt,,,” Ucap Pimpinan.

“Itu adalah kontrak yang dimenangi Ibu Kang.”

“Begitu rupanya, kurasa dia cukup kompeten.”

“Dia bukan hanya kompeten. Dia kandidat eksekutif termuda. Dia amat berbakat.”

“aku tidak suka dia wanita.” Ucap Pimpinan Anjay. “ada begitu banyak pria di luar sana.”

“anda tidak perlu cemas soal itu. Bu Kang bukan wanita. Anda bisa menganggapnya pria.”

“Awasi dia dengan baik.serta jaga rahasia dengan baik.”

***

Kini giliran Tae Joo disuruh-suruh Mi Ri. Dari mengantarkan berkas… ke tim anu dan anu… Tae Joo pun mondar mandir.

Eehhh dijawab sama tim lain bisa saja dikirim via surel dan nggak perlu dikirim langsung.

Tae Joo dikerjai. Sampai berkali-kali….

Bersambung sesssssss…. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *