Sinopsis Mother of Mine Episode 91

Sinopsis Mother of Mine Episode 91 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca dan horeeee mau selesai sob. Hehehehe…

Mi Ri berteriak pada Pimpinan bahwa yang harusnya minta maaf adalah Pimpinan Han karena sudah menghancurkan banyak kehidupan, terutama Jeon In Sook.

***

Pagi-pagi sekali, Emak pergi menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Mi Sun sulit menghubungi ibunya jadi menelepon Mi Hye, jawaban Mi Hye tentu saja tidak tahu Ibunya di mana. Mi Sun pun mengabarkan dia akan keluar pulau selama 2 hari bersama dengan mertuanya dan Da Bin.

Jin Soo malah senang istrinya dan Da Bin pergi ke luar pulau.

***

Na Hye Mi malah memanasi Pimpinan untuk tidak memaafkan Mi Ri dan Han Tae Ju. Namun, Pimpinan sama seperti Chaebol lainnya yang hanya peduli dengan keturunannya saja. Tetap saja Tae Ju adalah anaknya dan Mi Ri mengandung cucunya.

***

Emak akhirnya diberitahu tentang kondisinya oleh dokter. “Apa berat menjalani semua tes ini?”

“Ya. Kunjungan ke rumah sakit besar biasanya menghabiskan waktu seharian. Itu sebabnya aku cenderung tidak menemui dokter.”

“Anda mengajak seseorang?”

“Masalahnya adalah tidak ada yang kuajak sebagai wali.”

“Bagimana dengan suami anda?”

“dia sudah lama meninggal. Aku janda.”

“Ahhh maafkan aku. Bagaimana dengan anak-anak.”

“Aku punya tiga putri. Yang pertama sibuk dengan mertuanya. Yang kedua mengandung dan sibuk bekerja. Yang bungsu masih belum dewasa dan aku ragu untuk mengajaknya.”

“Seharusnya anda bersama dengan wali. Bagaimana jika anda nanti datang bersama dengan wali?”

“Anda bisa memberitahu aku saja. Katakan saja hasilnya. Aku tidak mengidap sesuatu yang membunuhku bukan?”

“ini kanker paru-paru.” Emak diam.

“Bisa anda katakan lagi?”

“Ini kanker paru-paru stadium akhir. Sebenarnya ada cara untuk menyembuhkan. Tapi anda datang terlambat. Anda tidak menyadari gejalanya? Jika sudah separah ini. ada pasti mengalami gejala.”

“Kalau begitu apa aku akan mati?”

“Anda harus ke sini dengan wali.”

“Berapa lama waktuku yang tersisa?”

“Maaf. Tapi waktu anda sekitar 3 bulan lagi.”

***

Emak berjalan dengan amat lemas. Ost sedih mengalun. Emak bahkan hanya berjalan kaki saja.

**

Bang Jae Bum kencan dengan dokter. Mereka makan sup tulang sapi dan Jae Bum tak sadar membicarakan sup tulang sapi Emak.

Kencan nampak berjalan lancar.

***

Buku Jae Bum sudah jadi. Kim Woo Jin memberikannya pada Jae Bum. “aku suka desain sampulnya. Tata letaknya bagus.”

“Kamu menerima pesanan daring selagi mengadakan acara penerbiatan untuk bukumu yang satunya. Kita mendapat banyak pesanan sampai harus cetak ulang kedua.”

“Bagaimana dengan buku Mi Hye?” Tanya Bang Jae Bum.

“Kami sedang merevisi rencana promosinya.” Peter yang menjawab. “Jadi, kami menunda tanggal rilisnya.”

Jae Bum bahkan mengatakan pada Woo Jin pada saat Mi Hye kesal dengan Woo Jin, Mi Hye mendatanginya dan memang begitulah Jae Bum yang tahu betul tentang Mi Hye yang mudah bosan. Wkwkkw.

Peter bahkan menasehati Woo Jin untuk memilih kehilangan Mi Hye atau menikah saja.

***

“Kita harus bicara.” Ucap Emak pada Mi Hye. “Bagaimana hubunganmu dengan si editor kepala?”

“Kenapa Ibu bertanya?”

“Kamu bilang akan menikahinya. Bagaimana perkembangannya?”

“Aku tidak akan menikahinya. Aku tidak akan menikah. Aku akan mati sendirian. Jadi, ibu harus tinggal denganku seumur hidup.”

“DASAR GADIS BODOH!!!” Yak… Ibu tidak sanggup hidup denganmu selamanya. Bagaimana jika Ibu mati? Kamu ingin tinggal di sini dengan memoroti kakak-kakakmu?”

“Astagaa… Omma mengkhawatirkan mereka?”

“Tentu saja Ibu mencemaskanmu. Kamu bahkan tidak punya pekerjaan yang layak. Kamu bilang akan menulis buku, tapi malah mengencani pria. Kamu bahkan tidak punya pria yang cukup baik untuk dikencani. Kamu memilih pria yang tidak ingin menikah. Sementara kamu ingin menikahinya. Usiamu 32 tahun sekarang.”

“Sudah kubilang jangan mencemaskanku. Aku tidak akan pernah minta uang pada para Unnie. Aku bisa menyokong diriku sendiri. Aku muak dengan ini. berhentilah mengatakan ibu akan mati. Semua orang di dunia akan mati. Aku mungkin akan mati sebelum Ibu.”

Bersambung… kelanjutannya klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *