Sinopsis Mother of Mine Episode 93 Part 1

Sinopsis Mother of Mine Episode 93 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. terima kasih sudah mengikuti sinopsis di sini dan drama ini pun akan segera selesai dalam waktu dekat.

Mi Sun masih di rumah Emak dan mengelap kotak kimchi. “Ibu kenapa? Ibu kesepian? Kalau begitu carilah hobi baru. Dan berhenti membuat keributan dengan menelepon anak-anak ibu.”

“Yak. Sebagai putri sulung, hanya itukah yang bisa kamu katakan?”

“Aku sudah lelah.”

“Ayolah, kamu pikir ibumu tidak punya pilihan kegiatan lain dan meneleponmu untuk membuatkan kimchi ini?”

“Lantas ada apa? Siapa yang beli 100 kol untuk buat kimchi di tengah musim panas? Selain itu, kita tidak bisa makan sebanyak ini. bisakah Ibu melupakan penyakit kimchi ibu?”

Da Bin dan Jin Soo masuk. Jin Soo berkata. “ada apa denganmu? Jangan begitu.”

Emak ngambek. “Baiklah. Jangan makan kimchi ibu.”

“Aku tidak membutuhkannya.” Mi Sun pun pergi.

Jin Soo meminta maaf dan mengambil kimchinya. Emak malah menangis.

***

Di rumah, Mi Sun masih ngomel pada Jin Su karena para orangtua selalu merepotkan padahal dia punya keluarga sendiri.

Dan tumbennya Jin Soo lebih bijak dari Mi Sun.

***

Keadaan berbanding terbalik dengan Tae Ju yang nampak bahagia karena sudah berkumpul bersama dengan keluarga, Tae Ju bahkan bicara dengan In Sook untuk kapan-kapan bergabung karena dia juga adalah keluarga.

***

Mi Hye dan Woo Jin memasukkan kimchi di kulkas. “Kenapa kamu datang ke rumahku?” Woo Jin menarik Mi Hye dan memberikan cetakan bukunya yang pertama.

“Ini edisi pertama novel keduamu. Selamat. Aku ke sana untuk memberikan ini. dan hadiah ini. *Woo Jin mengeluarkan kotak lagi. Kamu terus cerewet dan mengamuk, jadi, aku bingung harus bersikap bagaimana.”

Mi Hye mengambil dan membuka hadiahnya. Isinya kalung. Woo Jin pun memakaikannya. Mi Hye sangat senang.

“Maafkan aku. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku sebanyak yang kamu mau. Aku tidak bisa berjanji menikahimu. Jadi, aku minta maaf. Tapi, bukan berarti aku tidak mencintaimu.”

“Kamu baru saja bilang cinta?”

“Ahhh benarkah?”

“Kamu sungguh mencintaiku?”

“Ya. Aku mencintaimu, Mi Hye.” Yaaaakkkk ampun. “Aku amat menyukaimu.”

“Kalau begitu, aku tidak butuh menikah. Aku tidak masalah memacarimu tanpa menikah seperti ini. aku hanya sedih. Aku cemas. Aku khawatir kamu meninggalkanku jika aku tidak mengingatku dengan sesuatu. Dan dengan ibu dan 2 unnie yang terus mencerewetiku.”

Kening Mi Hye dikecup cobaa…. wkwkwkw.

“Kamu tidak perlu bilang. Aku tahu yang kamu rasakan,”

“Aku sangat bahagia.” Mereka pun pelukan.

****

Emak malah sedih di dalam rumah. Ia pun hanya bersih-bersih sepanjang hari. Emak juga mengeluarkan pakaiannya.

***

Mi Hye dibantu dengan paman dan pegawai magang membuka kardus berisi buku Mi Hye. Mi Hye meminta bukunya tidak boleh disentuh karena harus dipamerkan pada Emak lebih dahulu.

***

Mi Hye mendatangi Ibunya yang sedang mensortir baju. Mi Hye malah mengambil mantel lama ibunya dan tidak boleh dibuang karena itu kesukaannya.

“Omma kenapa?”

“apa maksudmu?”

“Ibu bersikap tidak biasa. Omma tidak pernah membuang pakaian lama ibu. Bahkan jika Kang Mi Ri membelikan sesuatu yang bagus, ibu masih menyimpan yang lama.”

“Ibu berubah pikiran. Ibu tidak akan hidup selamanya. Hidup itu singkat dan ibu bisa berubah pikiran.”

Mi Hye pun memberikan bukunya. “Novelku sudah terbit.”

“Kapan terbit?”

“Beberapa hari lalu. Pak Kim memberiku salinannya kemarin yang ingin kutunjukkan kepada Ibu. Hari ini aku dapat sekardus cetakan gratis.”

Ekspesi Emak cukup datar. Mi Hye bahkan curiga lagi kalau dia adalah anak adopsi. Hahahaha… setelah Mi Hye keluar.

Emak malah menangis tersedu memeluk buku cetakan baru Mi Hye.

Lanjut ke bagian 2 ya. Klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *