Sinopsis Penthouse 2 Episode 2 (Part 3)

Sinopsis Penthouse 2 Episode 2 (Part 3)Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaaaa guys.

Cheon pulang ke rumahnya. Menemukan Nona Jin sedang mengiris kentang. “apa yang kamu lakukan jin Sonseng?”

Jin kaget sampai mengiris tangannya. “Samunim. Aku pikir anda sedang dalam perjalanan.”

“Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memasak pada jam segini?”

“Besok giliran Eun Byul membawa snack, jadi, aku pikir aku membawakannya.”

“Pizza, tteokpokki, gorengan ayam…. Jam berapa Eun Byul tidur?”

“Aku tidak tahu persis.”

“Apa yang kamu lakukan? Tugasmu mengawasinya sepanjang tahun terakhirnya. Kamu harus bersamanya dan mengawasi. Bukankah kamu harus melaporkan setiap gerakkkannya? Diet, kesehatan, berat badan, dan siklus tidur, kau bertanggung jawab semuanya atas dia.”

“Aku tahu. Lain kali akan hati-hati.”

“Aku ingin kamu lebih memperhatikannya.”

****

Eun Byul jam 3 pagi masih belum tidur. saat ibunya masuk, Eun Byul masih terjaga. Mungkin solat tahajud guys. Wkwkkwkwkwkw yaaa nggak mungkin sih.

Eun Byul kaget. “Omma. Kapan kamu kembali? Bagaimana perjalananmu?”

“Aku kembali lebih awal karena khawatir padamu.”

“Aku baik saja. kamu harus menikmati waktu dengan ahjussi.”

“Ah tenggorokanku sakit. Jadi aku harus mengenakan ini.”

Cheon melihat ada dua gelas dan makan di meja Eun Byul.

“Jangan lupa minum propolismu dan vitaminmu.” Ucap Cheon. Dan Eun Byul degdegan. “Apakah kamu belakangan ini bicara dengan ayahmu?”

“Omma memblokir panggilan dan emailnya. Omma sudah tahu bukan, appa menikah dengan ibunya Bae Rona.”

“Tidak. Sebelumnya aku tidak tahu.”

“Itu memalukan di mata teman-teman. Kenapa Bae Rona dari semua orang? Dia tahu betapa aku membencinya.”

“Kamu tahu sekarang. Ayahmu memang tidak berguna.”

“Aku telah menghapus Appa dari ingatanku. Aku tidak akan bertemu walaupun di menghubungiku.”

“Itu ide yang bagus. Sampai kamu menuju puncak, omma akan mendukungmu.”

“Hanya Omma yang aku miliki. Aku akan belajar lagi. Tidur saja, Omma.”

“Jangan memaksakan diri.”

*Bae Rona menyembunyikan seseorang dan ia memintanya untuk keluar dari pintu belakang. Tapi belum jelas.

***

Joo Seok Hoon melihat ke rumah Yoon Hee. “Kamu datang ke sini untuk bertemu dengan Rona?”

“Tidak.” Ia langsung pergi.

***

Ada kurir membawa foto Ha dan Yoon Hee. Saat Eun Byul akan sekolah. Foto itu ia injak-injak.

Ha langsung menghentikan. “Eun Byul aah. Anakku, kamu pasti terkejut.”

“Apa yang kamu lakukan di sini? Di Hera Palace? Dengan Bae Rona?”

“Maafkan aku Eun Byul. Aku ingin memberitahumu sebelumnya, tapi aku tidak bisa menghubungimu. Kamu tidak pernah menjawab.”

“Kamu tidak perlu menjelaskannya. Atau minta maaf. Kita adalah orang asing sekarang.”

“Orang asing? Apa yang kamu bicarakan?”

“Kamu meninggalkanku ketika aku berada di titik terendah dalam hidupku. Aku tidak mau Appa menyapaku ketika melihatku.”

****

Cheon baru keluar rumah. Sanga dan Mari menyapanya tapi Cheon terus pergi. “Sanga, jantungku berdegup dengan kencang. Kenapa aku tbtb bersemangat? Hera Palace belakangan ini sepi, kukira badai akan datang.”

***

Cheon langsung marah-marah nggak jelas di rumah Oh Yoon Hee yang sedang bongkar barang.

“Ada apa?” tanya Yoon Hee.

“Jelaskan apa yang terjadi. Kenapa kamu di sini? Kenapa harus pindah kemari? Aku kamu tidak punya tempat lain untuk pergi? Kamu penguntit?”

“Kamu bicara seperti aku tidak diiizinkan di sini. Aku dulu tinggal di sini. Dan aku sangat senang saat pertama kali pindah ke sini. Itulah kenapa aku kembali.”

“Apa kamu lupa siapa yang meninggal di penthouse? Kamu pasti mengalami mimpi buruk setiap malam. Dan kamu tinggal di sini. Banyak tetangga yang masih ingat kamu diborgol dan ditangkap di sini. Bagi mereka… kamu masih…”

“Kamu juga masih tinggal di sini. Itu memberiku keberanian.”

Dokter ha muncul. “Kamu membuat keributan di tempatku. Pergilah ke tempat lain jika perlu bicara.”

“Tidak. Di sini bagus. Aku tidak peduli kalian menikah atau tidak. Tapi kamu tidak bisa tinggal di sini.”

“Kenapa?”

Cheon mencengkeram Ha. “Putrimu, Eun Byul tinggal di sini. Apa kamu tidak peduli dia terluka? Apakah kamu menyebut dirimu seorang ayah?”

“Aku pindah ke sini karena peduli pada Eun Byul. Kamu memutuskan semua komunikasiku dengannya. Jadi, apa yang bisa kulakukan? Aku akan tinggal dekat dengannya, jadi bisa bertemu dengannya. Kita memang bercerai. Tapi aku di sini karena Eun Byul.”

“Astagaaa.. dia sangat jantan.” Ucap Mari. Wkwkkwwk.

“Dia sangat karismatik.” Sanga menambahkan.

“Hak ada yang kamu miliki untuk bertemu dengan Eun Byul?” tanya Cheon. “Eun Byul tidak ingin ayahnya.”

“Kenapa kamu sangat takut? Kamu sudah memiliki semua yang kamu inginkan? Posisi direktur, Eun Byul, pria. Kamu bisa menjalani hidupmu yang kamu inginkan. Hidup bersama Joo Dante. Aku akan bahagia juga dengan Yoon Hee. Sebenarnya aku berterima kasih padamu. Hidupku telah berubah banyak sejak perceraian kita.”

“Jangan mencoba bersikap keren. Kamu pindah tepat di hari pertunanganku. Jika kamu melakukannya karena memiliki perasaan. Jangan lakukan. Tidak mungkin aku kembali padamu.”

“Jangan menghina suamiku. Dia bukan suamimu lagi.” Ucap Yoon Hee.

“Kamulah yang menghina dirimu sendiri. semua orang di Hera Palace tahu bahwa suamimu dan aku sudah pernah menikah.”

“dan semua orang tahu kamu dan Pimpinan Joo berselingkuh. Tapi kamu tidak peduli tentang itu dan masih tinggal di sini dengan baik. Kenapa kamu sangat cemas? Aku merasa kasihan kepadamu. Mari kita bahagia dengan keluarga masing-masing kita. Jaga milikmu. Aku akan menjaga milikku. Bisakah kamu pergi sekarang? Kami buru-buru dan akan mengemas barang.” Yoon Hee mengangkat tas Cheon. “Ini milikmu? Hati-hati. Kamu mungkin kehilangannya.”

Cheon mengambil tas. Dr Ha langsung melindungin Yoon Hee.

“Oh Yoon Hee memenangkan babak ini.” Ucap Sanga bersama Mari yang ikut pergi.

klik di sini untuk kelanjutannya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!