Sinopsis Penthouse 2 Episode 3 (Part 1)

Sinopsis Penthouse 2 Episode 3 (Part 1)Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. btw, mian kalau lama update karena kerjaan lagi numpuk. Terima kasih.

Melanjutkan kisah Cheon yang kaget lihat Oh Yoon Hee muncul sebagai pengganti lipsingnya. *kadang drama ini secara visual sangat kelihatan cuma main bibir doang pas nyanyi. *emmm.

Saat Cheon nyanyi, saya harap ada lalat masuk mulutnya. Tapi hal itu tidak terjadi. Acara sukses. Sukses membodohi penonton.

“Bagaimana kamu bisa masuk ke sini?” tanya Cheon.

“Bukankah kamu harus berterima kasih kepadaku?”

“Bagaimana kamu bisa menyanyi? Pita suaramu rusak.”

“Ya memang. Aku pikir itu keajaiban. Aku menyelesaikan operasi, dan aku sudah benar-benar pulih.” Oh Yoon Hee menunjukkan lehernya. “Tenggorokanku yang kamu tusuk dengan trofimu menyelamatkanmu dari rasa malu di hari ini. bukankah hidup itu lucu?”

“Kamu benar-benar menyanyikannya? Tidak mungkin. Aku pasti bicara dengan Park Young Ran.” Cheon mengambil ponselnya dan nomor yang dituju tidak terdaftar.

“Kenapa? Apakah kamu bingung karena nomor itu tidak ada?”

“Apakah kamu mengatur ini? apakah kamu sudah dari awal sudah membodohiku? Bagaimana bisa, apa kamu mengikutiku? Bagaimana kamu mengetahui suaraku mengalami masalah?”

Oh Yoon Hee tersenyum. Sebelumnya dia menaruh penyadap di ponsel Cheon saat Cheon menaruh tasnya pas berantem kemarin.

Cheon marah besar dan mencengkeram. Khas drakor. “Bagaimana kamu bisa melakukannya? pasti ada alasan kamu melakukan semua ini.”

“Aku baru saja mendapatkan kembali semuanya yang kamu ambil dariku. Kamu ingat bukan? suara terbaik dan Han Yoon Chul adalah milikku pada mulanya milikku. Siapa sangka kamu membutuhkan penyanyi lain agar sinkron dengan bibirmu? Hidup memang penuh kejutan, bukan begitu? Cheon Seo Jin, suara sopran palsu.”

Kemudian tbtb reporter masuk. Cheon melepaskan Oh Yoon Hee. Cheon langsung ditodong dengan pertanyaan yang memuji dirinya penyanyi terbaik.

Oh Yoon Hee tepuk tangan. “Seo Jin, itu adalah penampilan yang luar biasa hari ini. selamat.” Kemudian dipeluk Yoon Hee. “Ini baru permulaan. Aku akan mendapatkan tempatku kembali.” Oh Yoon Hee keluar.

Cheon pun tidak mau diwawacara dengan alasan sudah lelah.

****

Oh Yoon Hee nyekar. Ia menangis di depan makam.

“Aku tahu tidak punya hak untuk mengatakan ini, tapi aku sangat merindukanmu. Maaf. Beri aku waktu sedikit lagi. Aku akan mengungkap kebenaran soal pembunuhan dan aku akan membayar segala dosa yang telah aku perbuat.”

****

Di Hera Palace kini sedang pesta.

“Aku benar-benar merinding. Bagaimana manusia bisa bersuara seperti itu?” Mari memuji Cheon.

“Ulasan yang memujimu sungguh banyak.” Tambah Sanga. “Kamu adalah harta negara kita.”

“apa yang kurang darimu? Kamu berasal dari keluarga yang baik. Kamu terbaik di bidangmu. Mantanmu dokter, tunanganmu seorang pengusaha sukses. Kamu mendapatkan segalanya dalam hidup. Ini sangat tidak adil.” *ohh sungguh akhlaknya yang kurang Mbak Mariiii.

“Ketua Joo adalah orang yang melakukannya dengan baik.” Lee menambahkan. “Bisnisnya berkembang pesat. Calon istrinya sukses. Dan dia berteman baik dengan Kyu Jin.”

“Terima kasih. Ayo minum sampai larut. Aku yang traktir.” Ucap Joo.

Sanga nambahin lagi. “Suaramu sangat berbeda dari biasanya. Kamu menaikkan nada terakhir ke F tinggi, bukan?”

“Aku pikir orang yang berbeda. Apa rahasiamu? Aku ingin berbagi dengan Jenny.” Ucap Mari.

“Ya. bagaimana kamu melakukannya? apa kamu mempelajari keterampilan baru?” tanya Joo yang emang nggak tahu.

“Tidak ada hal seperti itu.” Jawab Cheon.

“Aku melihat Oh Yoon Hee di konser.” Ucap Mari. “Apakah doker Ha bersamanya?”

“Oh Yoon Hee di sana? Dimana? Aku tidak melihatnya.” Sambung Sanga.

“Mari kita berhenti membicarakan hal-hal yang tidak berguna, dan minum.” Ucap  Cheon.

Joo berkata. “Dia tidak mungkin datang. Dia selalu menganggap Seo Jin sebagai saingan sepanjang hidupnya. Dan bertahan di performa terburuknya.”

“Dia pasti cemburu…” ucap Lee

Dan Cheon langsung kesal. “Oh Yoon Hee tidak ada di sana!” kemudian terdiam. “Maafkan aku. Aku tidak enak badan. Permisi.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!