Sinopsis Secret Boutique Episode 10 Part 1

Sinopsis Secret Boutique Episode 10 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti…..

Nona Lee masuk ke butik dengan bengong. Kemudian Jenny Jang pun keluar menemui Nona Lee. “Aku tidak memanggilmu.”

“Begini, berkat kamu, aku kembali ke rumah.”

“Kamu harus belajar sesuatu dahulu. Kamu tidak boleh kemari sebelum mendapatkan hasil. Terima kasih dan aku menghargainya, kalimat seperti itu tidak berlaku di sini. Kita hanya sepakat. Aku tidak membantumu karena kasihan.”

“Terima kasih.” Ucap Lee.

“Pilih beberapa pakaian untuknya.” Ucap Jenny Jang pada karyawannya.

****

Dukun kemarin akhirnya diundang oleh Pimpinan ke rumahnya.

“Kamu pasti pandai berbisnis. Akhirnya kamu membuatku memanggilmu.”

“Apa yang ingin kamu ketahui? Sampai memanggilku jauh-jauh kemari.”

“Mari langsung ke intinya. Katakan apa yang kamu ingin katakan waktu itu. Bukan karena memercayai perkataan dukun. Tapi karena hendak memulai sesuatu yang penting. Aku memutuskan untuk mendengarkanmu sekali ini saja.”

“Api sedang meletus. Dan udara dipenuhi asap. Seekor rusa muda melarikan diri dari api itu. Lalu berlari jauh sekali. Dia melompati tembok tinggi sebuah wastu dan menjadikan kebun wastu itu sebagai rumahnya. Selain itu, dia tampak nyaman, seolah berada di rumah sendiri.” Ucap dukun.

“Apa maksudmu?”

“Aku hanya mengatakan apa yang kulihat. Itulah yang roh tunjukkan setelah mengganggu tidurku. Dia mengganggu tidurku selama beberapa hari. Dan aku merasa sangat frustasi sampai mengunjungi butik itu, mungkin saja aku bertemu dengan orang yang ingin dia peringatkan. Namun, saat bertemu denganmu. Aku melihat api tbtb muncul di belakangmu.”

Pimpinan mengingat kejadian di kecelakaan bus dengan api. Saat itu Ibu Jang meminta Pimpinan Lee menyelamatkan anaknya. Eh cincinnya malah dicuri.

Pimpinan tertawa. “Jadi, berapa yang kamu inginkan untuk cerita ini? aku akan menganggap itu sebagai cerita yang menghibur dan membayarmu dengan senang hati. Jadi, sebutkan harganya. Pak Hwang….”

Kemudian Hwang muncul. “Bayar berapa pun yang dia mau dan antar dia keluar. Aku tidak mau menghabiskan uang sepeserpun untukmu. Tapi karena kamu sudah menghiburku hari ini. aku harus membayarmu.”

Dukun berkata lagi.  “Bakar daun jelatang dan ikan kering setelah matahari terbenam. Dan kubur keduanya di kebun. 15 dolar untuk satu kilogram jelatang. Dan ditambah dengan ikan pollock keringnya, totalnya 20 dolar. Hanya 20 dolar, Pimpinan Kim.”

Pimpinan marah. “Sepertinya sekarang, tujuanmu adalah mengejekku. Usir dia sekarang!!!dan taburkan garam di setiap area yang dia injakkan.”

“Sampai jumpa.” Dukun pun keluar.

Dengan seram, dukun melihat-lihat rumah. Ia pun berjalan kembali.

***

Jenny datang dan bertemu Nona Wang di lorong. Ada garam di lorong. “Dukun Kim dari Yungcheon baru saja berkunjung.”

“Pimpinan Kim bertemu dengan dukun kim?”

“Dia nampak marah karena sesuatu.” Nona Wang pun kemudian pergi.

****

“Nama anak itu adalah Jang So Jin. Dia mewarisi nama ibunya yang seorang Ibu tunggal dan di kartu keluarga, tertulis mereka tinggal bersama.” Ucap kepala panti. “Kelahiran bayi itu belum didaftarkan.”

Nona Wang dengan pria membawa Jenny muda dan adiknya yang masih bayi.

Dua anak itu malah dikurung di dalam peti kayu. Setelah peti terbuka, mereka malah ada di tempat rongsok. Jennya yang masih anak-anak menggendong adiknya dengan menangis. *sumpah ini menyedihkan banget.

****

Jenny Jang sedang olahraga. Seseorang menelepon. “Jenny…. bisakah kamu mengirim 10,000 dolar sekarang?”

“Untuk apa? Aku harus tahu uang itu untuk apa….”

“Jika itu untuk sesuatu yang bisa kukatakan padamu, aku pasti menelepon Omma dan Appa.”

“Minta izin ibumulah. Nanti Ye Nam mengamuk,” ohh anaknya Ye Nam guys.

“Jenny… aku menitipkan uang yang kusimpan kenapa Nona Wang untuk berjaga-jaga. Ternyata ahjumma ada di Suncheon saat ini.”

“Nona Wang ke Suncheon? Kenapa?”

“Mana kutahu. Kamu akan mengambilkan uangnya?”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *