Sinopsis Secret Boutique Episode 10 Part 2

Sinopsis Secret Boutique Episode 10 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Nona Wang memandang panti asuhan, ia mengingat percakapannya dengan Pimpinan. “30 Tahun lalu, kamu ingat pernah membawa seorang gadis dari panti asuhan dan mengirimnya untuk diadopsi? Kamu berpura-pura menikah dengan Pak Hwang dan mengunjungi panti asuhan itu. Apa kamu tahu siapa gadis itu?” tanya Pimpinan.

“Aku sungguh tidak tahu saat itu. Tapi seiring berjalannya waktu, kupikir dia anak Wi Chang Soo dari wanita lain.” Ucap Nona Wang.

***

Saat itu, Jenny mengendong adiknya sambil makan.

Tuan Hwang berkata. “Kerja bagus hari ini. kamu bisa kembali lebih dahulu.”

***

Truk pembuangan sampah lewat. Jenny dan adiknya ada di dalam truk itu.

****

Pimpinan bertanya lagi. “Anak itu. Ke mana anak itu dikirim untuk diadopsi?”

Jawabannya adalah…

Tuan Hwang saat itu yang menyetir truk dan membuang Jenny dan adiknya di tempat sampah. Namun, saat itu, Nona Wang yang diminta pergi malah mengikuti truk. Nona Wang mengintip dan sangat kaget.

Tapi yang dikatakan Nona Wang pada Pimpinan adalah. “Entahlah. Aku hanya mengeluarkannya dari panti asuhan dan berpura-pura menjadi walinya.”

“Cari gadis itu. Karena kamu yang pergi ke Suncheon bersama Pak Hwang. Kamu harus mencarinya.”

***

“Bagaimana kalau aku meminta Nona Wang untuk membuat mie pedas?” tanya Hwang pada Pimpinan di taman.

“Nona Wang sedang mengerjakan sesuatu.”

“Anda sendiri yang menyuruhnya?”

***

Nona Wang bertemu semacam detektif swasta. “Sesuai permintaanmu. Aku menyelidiki desa di dekat tempat pembuangan sampah itu. Keluarga tanpa anak tbtb mulai membesarkan anak perempuan dan seorang bayi. Sekitar 3 bulan kemudian, wanita itu hamil dan pindah di dekat rumah ibunya. Tapi anak-anak itu tidak pernah datang ke tempat itu. Dia meninggalkan mereka. Ini alamat panti asuhan yang searah dengan rumah Ibunya. Ini berubah menjadi penampungan tunawisma.”

****

Sesuai petunjuk. Nona Wang ke tempat tersebut.

“Maafkan aku. Aku tidak punya catatan. Karena kamu sudah beberapa kali lakukan proeyek perpanjangan gedung. Seperti yang kamu lihat, ini bukanlah panti asuhan. Ini berfungsi sebagai tempat penampungan tunawisma.”

Gagal??? Belum. Ahjussi tadi malah dipukuli prempan hingga ahjusii mencari nama Jang So Jin di catatan karena ketakutan.

“Jang So Jin tidak ada dalam daftar.”

Tidak percaya. Nona Wang memeriksanya sendiri. Kemudian hanya ditemukan bahwa anak-anak banyak yang pindah ke panti di Yong cheon.

****

Walikota dikunjungi preman. “Jang sajang tidak memberitahumu? Dia diam-diam mengincar rumah bersejarah di area itu. Ini bukan hal yang dilakukan seorang rekan. Sebidang tanag bisa merusak seluruh gedung apartemen. Kamu dibodohi Direktur Wi dan Jang Sajang. Semua yang terjadi di pesisir Yungcheon, aku mengetahuinya. Aku bahkan memberikanmu rekaman itu.”

“Jadi, apa maumu?”

Preman ingin berkontribusi dalam kota internasional yang berhubungan dengan kasino dan hiburan.

Ingat kakek yang punya banguan tua? Ia dipaksa meneken kontrak dengan para preman.

****

Nona Lee, Wi Ye Eun dan Yoon Sun Woo kembali ke rumah kakek. Saat itu ada anak kecil menggandeng Sun Woo. Sun Woo masuk jebakan dan dikunci bersama para tahanan lain.

****

Nona Wang bertemu Jenny di jalanan dan diberikan tumpangan.

“Kenapa kamu tidak belajar berkemudi? Pasti merepotkan tanpa mobil. Kudengar kamu pergi ke Suncheon.”

“Ya. Aku membeli bubur. Siapa yang memberitahumu?”

“Su Bin menelepon dari amerika. Dia meminta uang. Sejak kecil. Tiap Su Bin tersudut, dia selalu datang padamu dan berlindung di belakangmu.”

“Saat Pimpinan tahu, kamu selalu menyemalatkan kami berdua. Saat masih kecil, kamu tinggal di panti asuhan di sebuah pulau bukan? Pulau Yungcheon, bukan?”

“Ya. Kenapa menanyakan itu?” *Wahhh curiga nih.

“Tidak apa-apa. Kamu pasti kesulitan.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *