Sinopsis Secret Boutique Episode 13 Part 2

Sinopsis Secret Boutique Episode 13 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaaa…

Jenny Jang pulan bersamaan dengan jaksa Cha. “Jika kita menikah saat itu. Mungkin kita akan selamat.” Ucap Jaksa Cha pada Jenny. “Kamu tidak akan mengalami kesulitan seperti ini. betapa lucunya hidup. Kita akhirnya tinggal di rumah yang sama. Aku serius saat itu, aku tidak yakin sampai hari pernikahanku dengan siapa aku menikah.”

“Aku juga sedih di hari pernikahan kamu dan Ye Nam. Karena hidupku semenyedihkan pendamping pengantin wanita. Kamu bilang hidupmu hancur setelah menjadi keluarga Deo. Apa? Kamu rindu aku jadi milikmu dan mau Ye Nam gila akan itu? Cinta itu nggak ada. yang ada hanya perebutan kekuasaan.”

****

Lee Hyun Ji sudah dandan. Dia pakai baju bagus. Dan kini menyelidiki kematian Pimpinan Choi yang dibunuh mantan istrinya yang diceraikannya 3 bulan lalu.

Saat mencoba menyelidiki ke rumah pembantu keluarga Choi namun kosong. Saat bertemu Ye Eun, Ye Eun bertanya. “Ibumu sudah mati. Tapi kenapa kamu masih bersama dengan Jenny Jang?”

“Kamu melihatnya sendiri?”

“Hanya kamu yang tidak tahu bahwa Jenny Jang memanfaatkanmu.”

Lee Hyun Ji pun hanya melihat rumah kosong dengan figura foto anak perempuan ahjumma.

****

Lee Hyun Ji pulang dan anak dari ahjumma sedang menangis karena akan ditinggalkan teman perempuannya. Lee Hyun Ji iseng melihat foto dan ternyata anak itu adalah anak pembantu dari keluarga Choi.

Akhirnya, Lee Hyun Ji tahu di mana PRT itu.

****

Dengan Sun Woo, akhirnya Lee Hyun Ji ke rumah PRT itu. PRT terpaksa mempersilakan Lee Hyun Ji masuk, karena Hyun Ji memberikan gambar dari anak ahjumma yang tinggal bersamanya.

Anak itu menggambar dengan Lee Hyun Ji sebagai surat balasan untuk anak ahjumma.

Sedangkan Sun Woo memberikan rekam medis pada ahjumma PRT.

“Obat resep untuk Ibu Oh. Kamu menukarnya bukan?” *Ibu Oh ini yang menembak dan kini dipenjara. “Berkat kamu, Bu Oh menderita delusi dan delirium.  Apa wakil pimpinan Choi Jogwang menghasutmu?”

“Tidak. Aku tidak tahu apapun.”

“Seorang pria dibunuh. Bu Oh adalah pembunuh. Tapi pembunuh sebenarnya adalah kamu yang membuatnya berkhayal.”

“Aku tidak tahu dia akan mati. Aku hanya menukar pilnya sesuai dengan Wakil Pimpinan Choi. Aku tidak tahu Bu Oh akan membunuhnya.”

“Kamu bisa mengatakannya lagi?” Sun Woo mengeluarkan perekam.

“Tidak, apa yang nanti terjadi pada anakku?”

Lee Hyun Ji pun keluar dan memberikan janji bahwa ahjumma akan dilindungi.

****

“Ini saksi dari PRT.” Hyun Ji memberikannya pada Jenny.

“Bagus sekali.”

“Sesuai insitruksi anda, aku mendapatkan kesaksian ini setelah menjanjikan kesemalamatan bagi ahjumma. Aku bilang bukan karena Wakil Pimpinan Choi. Tapi hanya untuk Ibu Oh. Kamu bisa menepati janji bukan?”

“Kenapa banyak sekali yang harus kutepati? Apa yang akan kamu lakukan jika aku menolak? Aku berjanji. Maka berikan itu padaku. Beginilah yang harus kamu lakukan. Jika kamu ingin sesuatu, janjikan kamu akan menuruti semua permintaannya.”

“Kuberikan itu karena aku memercayai anda. Aku sudah menepati janji sejauh ini.”

****

Lee Hyun Ji menemui Jenny Jang di rumah. Tapi Ye Eun malah menunjukkannya pada Ye Nam. Ye Nam pun langsung mengusir keduanya dari ruangannya.

***

Hyun Ji akhirnya memberikan dokumen pada Ye Eun karena Jenny Jang tidak di rumah.

“Ahh ini. aku akan melihatnya karena penasaran. Aku besok akan melihatnya di butik.” Ye Eun malah merobek dokumennya.

“Terima kasih. Untuk sup tulang sapi. Pergelangan tanganku sembuh dengan cepat.” Hyun Ji malah tersenyum. Kemudian pergi. Ye Eun yang memang tidak suka malah nambah kesal.

****

Ye Nam menunggu Jenny Jang pulang. Ia meminta Jenny Jang untuk masuk ke acara TV.

“Bukan ide yang buruk.” Ucap Jenny.

“Berakting adalah keahlianku, bukan keahlianmu.”

“Kamu tidak bisa jalan 3 hari karena kakimu kena peniti.” Ucap Jenny.

“Kamu menggendongku tanpa mengeluh dan membawa tasku.” Ucap Ye Nam.

“Sekarang aku tidak punya waktu untuk bermain saat aku tahu rencanamu.”

“Lusa yaaa… di SBC.”

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *