Sinopsis Secret Boutique Episode 24 Part 1

Sinopsis Secret Boutique Episode 24 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Saat bicara berdua dengan Ye Nam. Jaksa Cha beralasan bahwa cara mengancam Pimpinan Kim adalah satu-satunya cara bertahan. Hanya dengan itulah mereka bisa menghasilkan uang.

***

Jenny Jang bicara pada Pimpinan. “proyek kota Internasional membutuhkan investor asing dan aku berencana menjadikannya milik Anda. Secara resmi, itu tidak ada kaitannya dengan Deo. Tapi semua keuntungan akan diberikan kepada anda. Pada dasarnya, satu-satunya investor adalah Deo dan anda sendiri.”

“Ya. Sudah kuduga kamu akan menemukan cara.”

“Masalahnya adalah keuangangan. Kita butuh dana milyaran. Tapi tidak bisa mendapatkannya dari luar.”

“Kita selalu bisa mengumpulkan dana. Pertama, aku akan memasukkan dana taksis pribadiku. Lalu dana cadangan yang disisihkan oleh Grup Deo. Aku juga akan memasukkan semuanya ke bank swiss atas nama Ye Nam dan Ye Eun. Mari mulai dengan itu.”

*terpancing guys. Nanti ini bakalan dimanfaatkan oleh Jenny.

***

Jaksa Cha memberikan dokumen penyebab kematian ayah Ye Nam.

“Aku mendekati anda karena punya rencana cadangan.” Ucap Jaksa Cha. “Lee Hui Seob. Mereka bilang dia mati karena obat yang diberikan ternyata salah. Tapi banyak hal yang tidak masuk akal.”

“Beraninya kamu. Kamu menyodorkan selembar kertas ini padaku.”

***

Pimpinan Kim juga punya cara. Ia menemui Tae Suk. Pimpinan Kim memanasi Tae Suk bahwa jika jaksa Cha tidak ada, Tae Suk bisa menjadi ayah Su Bin dan suami dari Ye Nam.

***

Jenny Jang mengatakan pada Sun Woo bahwa kemungkinan Jaksa Cha akan konflik dengan Pimpinan Kim. Sun Woo mengikuti Jaksa Cha yang sedang minum-minum dengan rekannya.

Saat pengintaian.  Lee Hyun Ji menelepon Sun Woo..

“Pak Yoon. Haruskah kamu melakukan ini kepadaku? Kepadaku dan ibuku?”

Ada ahjumma mengambil ponsel Lee Hyun Ji dan mengatakan. “Lakukan sesuatu. Aku punya firasat dia akan nekat dan terkurung di sini selamanya.”

Sun Woo panik dan ia kehilangan jejak Jaksa Cha yang pergi dari pandangannya.

***

Jaksa Cha pergi ke kantornya kembali. Tae Suk mengendap-endap dengan senjatanya. Tapi…. terjadi sesuatu.

Su Bin melakukan panggilan video pada Jaksa Cha.

“Ayah…. ayah di mana…. ayah tidak menjawabku??? Apa ayah sakit???”

Jaksa Cha melihat Tae Suk datang.

Tae Suk malah berlutut di depan Jaksa Cha.

“Ayah kenapa?”

“Ahh bukan apa-apa. Ayah habis minum bersama tim ayah dan ketiduran.”

“Ayolahh… ayah tidur lagi, pulang dan tidurlah. Ayah masih di luar? Ayah, haruskah aku menelepon Omma dan memintanya agar tidak mengomeli ayah saat pulang.”

“Tidak… tidak perlu.”

“Appa. Aku mengadakan pameran di NY. Memang dengan sekelompok orang lain, bukan pameran pribadi. Tapi tetap saja, bukankah itu luar biasa? Mengesankan bukan?”

“Ahhh Putriku hebat.”

“Appa. Aku sudah memikirkannya. Kurasa dulu aku bisa menggambar karena Appa. Appa gumawo….”

*pokoknya udah kayak anak dan ayah beneran. Panggilan dimatikan.

“Apakah Su Bin baik-baik saja? dia tumbuh begitu besar.yang kuingat saat dia 11 tahun. Dia anak yang sangat depresi. Kini dia sudah dewasa tanpa bekas luka. Dia tumbuh menjadi gadis ceria dan bahagia. Tapi aku malah mengira dia tumbuh tidak bahagia. Padahal dia punya ayah yang sempurna. Aku….. hampir merenggut seorang ayah dari putrinya. Maafkan aku.” Oh Tae Suk menangis. “Aku akan pergi meninggalkan Ye Nam dan Su Bin lalu menghilang.”

“Pimpinan Kim menyuruhmu bukan?”

Tae Suk pergi begitu saja.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *