Sinopsis Secret Boutique Episode 5 Part 3

Sinopsis Secret Boutique Episode 5 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. Lee Hyun Ji tbtb menangis usai melihat wajah jenazah. “apa dia ibumu?” tanya petugas.

“Bukan. Dia bukan ibuku.” Lee Hyun Ji masih menangis.

***

Jenny kembali kerja ke butiknya. Ia bertemu dengan Sun Woo. “Ini berisi file tentang gadis itu.” Maksudnya Lee Hyun Ji ya.

“Lee Hyun Ji, 24 tahun. Pemain Go Amatir?”

“Dia bergabung dengan asosiasi itu sebagai magang di usia tujuh tahun.”

“Tapi dia amatir?”

“Kurasa ada hal yang terjadi saat mereka memilih pemain profesional. Dia berhenti sekitar tiga bulan dan kembali ke liga amatir.”

“Tiga bulan? Dia cepat belajar. Dia sudah melakukannya seumur hidupnya. Jika sudah pasti menderita, sebaiknya dia melakukannya. Dia akan cukup berguna. Dia berhasil lolos dari pengawasanmu dan menghilang tanpa jejak. Tanpa dia, Pak Cho dari Distribusi Yang Oh pasti mencari masalah dengan kita, ada banyak hal yang harus kita urus. Lacak  mereka, gadis dan dokter itu.”

“Saat Oh Tae Suk mengejarnya, dia bersama seorang wanita dan seorang pria. Dia akan merespons jika kita menemukan dan menyandera mereka. Tapi kali ini, aku akan melakukannya dengan caraku.”

***

Wi Ye Nam menemui Oh Tae Suk. “Apa yang terjadi?”

“Aku ditelepon oleh gadis itu.” *Lee Hyun Ji menyangka ibunya masih hidup dan menyerahkan ibunya 2 hari lagi.

“Kamu akan menghidupkan wanita itu kembali dan membawanya ke gadis itu?”

“Kita harus menangkap mereka. Wanita itu dan bedebah yang memiliki video rekaman itu. Mereka berdua.”

****

Lee Hyun Ji memberikan makan dokter, “Aku merasa aneh. Aku seorang dokter. Tapi kamu merawatku. Tidak kusangka aku mengandalkan orang asing. Begini, kurasa aku bisa mengurus pasienku jika bisa kembali ke rumah sakit itu. Aku ingin menjadi dokter yang baik. Aku sungguh ingin kembali.”

“Kamu pasti akan sembuh. Kamu pasti akan kembali. Kamu harus menelepon keluargamu. Ini ponsel sekali pakai. mulai sekarang, gunakan ponsel itu saat kamu perlu menelepon seseorang.”

“Tidak, aku harus menemui keluargaku secara langsung. Sejujurnya, aku belum memberi tahu keluargaku soal penyakitku. Terima kasih. Aku yakin hal yang kamu lalui cukup sulit. Tapi kamu merawatku, orang yang sangat asing bagimu.”

“Ahjussi. Kamu hanya ingin kembali?”

“Kamu pikir para bedebah itu akan melepaskanku? Dan bagaimana denganmu? Apa yang akan kamu manfaatkan untuk menemukan ibumu jika aku tidak ada? kamu hanya wanita muda yang naif. Kamu harus kuat. Jika ingin bertahan, kamu harus berhenti berbelas kasih.”

****

“Suatu kehormatan ada wanita bangsawan di tempat sederhana ini.” Ucap ketua genster Cho pada Wi Ye Nam.

“Tidak usah basa-basi. Langsung ke intinya saja.” Ucap Oh Tae Suk.

“Kamu ini pengadu atau apa? Kenapa polisi sengaja berusaha mempersulit hidup rakyat? Itu adalah tugas preman.”

“Berengsek. Kamu pikir aku lelucon karena aku membiarkanmu bicara langsung kepadaku.”

“cukup.” Ucap Wi Ye Nam.

“Fail video walikota do. Itu tadinya ada pada kami. Tapi sesuatu berubah. Kami akan ambil fail itu kembali, dan membawa gadis yang kamu incar itu. Jadi biarkan perusahaan Distribusi Cho turut mengambil bagian dalam proyek kota internasional.” Ucap Tuan Cho.

“Kamu ingin berbisnis? Hanya itu syaratnya?”

“aku terlahir sebagai manusia. Tapi saat aku mati, aku hanyalah daging. Aku ingin meninggalkan warisan. Kampung halamanku, Yungcheon, akan bangkit kembali. Aku ingin berperan dalam kebangkitannya. Tapi Jenny Jang yang licik itu… dia tidak mau menerima uang kotorku. Bagaimana? Maukah kamu menerima tawaranku? Sebenarnya aku ingin menawari walikota Do. Tapi aku malah meneleponmu. Kalian para konglomerat berada di atas pejabat publik.”

“Kami tidak perlu menerima tawaran yang ditolak Jenny Jang.” Ucap Tae Suk. “Menerima uang kotor bisa merugikan legitimasi kita.”

“Pak Polisi, kamu tidak berhak memilih.kamu menutupi dengan darahnya sebelum dia hancur. Siapa yang akan menutupinya?semua orang memiliki keahlian masing-masing. Bukankah begitu, Direktur Wi?”

“Duduklah Tae Suk, sebaiknya jangan cari gara-gara.”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *