Sinopsis Secret Boutique Episode 6 Part 3

Sinopsis Secret Boutique Episode 6 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah setia ngikutin sinopsis di sini. Kalau yang mau kepoin sinopsis ini. semuanya nanti diterusin di blog ini ya.

Jenny Jang menmui Rahib Un San di dekat danau. “Kenapa aku harus hidup seolah-olah tidak ada di dunia ini? aku meninggalkan dunia sekuler jauh sebelum saudaraku menjadi sukses.”

“Anda bisa hidup dengan tenang sebentar lagi.” Ucap Jenny Jang.

“Kapan hari itu akan tiba? Jika kamu harus berdosa sampai saat itu tiba, lupakan saja. toh, semua ini akan berakhir saat kita mati. Tapi semua orang berpikir bisa menyimpan kekayaan selamanya.” Kemudian Jenny memberikan kudapan.

“Kudengar anda sangat menyukainya.”

“Mendiang keponakanku sering mengunjungiku dan membawakan ini.” mereka berdua pun makan bersama.

“Aku akan sering mengunjung Anda.”

***

Wi Ye Nam menangis di dalam mobil. Kesal atas semua.

***

Pimpinan Lee pergi rapat di kantor bersama dengan Jenny Jang. Rapat berisi keberhasilan besar dalam berbisnis Grup Deo.

***

Kemudian rapat kecil dengan Jenny, Wi Ye Nam dan dua orang lain.

“Mulai hari ini, kosongkan kantor direktur Wi. Saham direktur Wi di Deo kosmetik alihkan ke yayasan.”

“Pimpinan Kim.” Ye Nam merasa dirampok.

“Kamu tidak melakukan apapun. Titel dan sahammu tidak berarti. Kamu tidak akan kesulitan jika harus makan tiga kali sehari.”

“Jenny, kamu yang menghasut ibuku?”

“Bagaimana kalau kamu pergi ke AS, tempat Su Bin berada, dan menjadi Ibu di sana? Sekolahkan anakmu sebagai gantinya.” Ucap Pimpinan yang kayaknya tega ngusir anaknya.

****

Jenny memberikan minuman pada Nyonya Lee di kamarnya.

“Aku seorag pengusaha sebelum bergabung dengan keluarga Deo. Aku pernah menjalani kehidupan pahit seperti kamu. Saat yang kupunya hanya tubuh yang bekerja keras dan keterampilan bisnis yang andal. Sebenarnya, kamu orang yang paling memahamiku. Konon, orang yang memiliki nasib yang sama akan saling membenci. Jika kamu menyimpan dendam padaku, buanglah semuanya sekarang.”

“Aku tidak menyimpan dendam pada anda. Kepercayaan adalah satu-satunya kriteria anda. Sehingga anda lebih mudah mencari rekan.”

“Aku berbisnis saat berusia 15 tahun. Aku sangat miskin. Saat itulah aku membuat keputusan. Aku terlahir sebagai binatang. Tapi, aku ingin mati sebagai manusia. Saat mati kelak, aku akan mati sebagai manusia. Hidupku sangat sulit. Pada akhirnya, aku benar…….” Pimpinan pun tertidur.

Jenny melihat cincin yang dipakai pimpinan. Ia menangis. Mengingat semuanya. “Simpan itu baik-baik. Pimpinan Kim. sebelum aku mengambil cincin ini dari jarimu. Sebelum kamu kembali ke tempat asalmu.” Jenny berkata dalam hati. Ia membereskan selimut Pimpinan, memberi hormat dan menangis.

****

Ye Nam mengajak Jenny bicara. Mereka minum-minum. “Aku merasa jijik saat aku memasukkan es ke dalam jusku. Kamu bilang itu akan merusak kemurniannya?”

“Es yang meleleh akan bercampur dengan jusnya. Jusnya tidak akan terasa murni lagi.”

“Begitupula dengan kamu, Do Young, jangan berpikir kamu bisa mengirimku ke amerika dan menggantikanku. Kepercayaan Pimpinan? Kamu tahu betul itu bisa hilang kapan pun.”

“Cukup katakan kamu butuh bantuanku. Untuk membujuk Pimpinan agar kamu tetap di sini.”

“Kamu menanggung akibatnya. Yang paling kamu takutkan. Aku tahu apa itu.”

Lanjut ke bagian 4. Bagian terakhir episode 6. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *