Sinopsis Secret Boutique Episode 8 Part 1

Sinopsis Secret Boutique Episode 8 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. tSelengkapnya kamu bisa cari ahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaa…

Lee Hyun Ji menjawab. “Setelah Oh Tae Suk dieliminasi. Akulah yang berikutnya. Tapi itu bukan medan perang. Oh Tae Suk, sebenarnya dia hanya dinding luar. Medan perang yang sesungguhnya ada di dalam.”

“Nona Lee, kamu harus memilih dengan bijak.”

“Meskipun aku meruntuhkan dindingnya. Kamu akan mendapatkan uang untuk membangunnya kembali. Jika porosnya tidak dirobohkan,pertarungan ini tidak akan pernah berakhir.”

“Keangkuhan dapat menghancurkan sisa hidupmu. Buatlah keputusan yang tepat.”

“Tawaranmu tidak menguntungkan. Aku menolaknya.”

****

Wi Hye Nam resah. Ialah yang menyuruh Oh Tae Suk untuk membunuh Ibu dari Lee Hyun Ji. Tak lama, Oh Tae Suk muncul kembali. Tae Suk memberikan sapu tangannya.

“Lee Hyun Ji menolak tawaran itu. Jika ada kesepakatan lain, aku tidak akan kembali.”

Kilas balik. Usai Wi Ye Nam meminta Tae Suk membunuh ahjumma. Tae Suk melihat ahjumma sedikit bergerak kemudian pingsan lagi. Kemudian Tae Suk melihat dompet ahjumma yang berisi foto ahjumma dan Lee Hyun Ji.

***

Wi Ye Nam pulang, ia langsung mengomel pada suaminya. “Apa maksudmu? Lee Hyun Ji, menolaknya?”

“Dia tidak mudah dibujuk. Aku tidak tahu apa yang Jenny Jang lakukan. Tapi sekeras apapun kita membujuknya dengan Oh Tae Suk, Lee Hyun Ji tidak mau bekerja sama. Mereka berdua akan mengaku tidak bersalah dan kita akan kalah. Orang-orang sudah bilang Deo terjebak perselisihan keluarga. Aku bahkan malu untuk bekerja belakangan ini. sebaiknya minta bantuan Pimpinan Kim.”

“Tidak. Jangan beritahu Omma. Jika kita memberitahunya, masalah mungkin akan selesai. Tapi kita tidak akan bisa kembali dari amerika. Kita akan dibuang dari keluarga Deo selamanya.”

“Sekarang bukan saatnya memilih. Jenny Jang telah terpilih sebagai saksi untuk sidang. Dia akan mengungkap semuanya di pengadilan. Gadis yang mati akibat narkotika dan Ibunya Lee Hyun Ji, akan diungkap.”

“Kita bisa memanfaatkan koneksi kita dan menghentikan dia.”

“Ye Nam, apa kamu tidak paham? pada akhirnya ini akan terus berlanjut jika kamu atau Jenny Jang tidak menyerah.”

 

“Do Young tidak akan menjatuhkan wali kota Do. Dia tahu dia akan jatuh bersamanya. Saat ini dia mengancamku hanya untuk bersenang-senang.”

“Ye Nam, kamu memulainya lebih dahulu. Jenny Jang tidak akan pernah berhenti.”

“Lantas aku harus bagaimana? Kamu menyutuhku menyerah pada Do Young?”

“Setelah sidang dimulai, Jenny Jang akan bersaksi. Dan kita tidak akan bisa berbuat apapun.”

*****

Pimpinan marah pada Wi Ye Nam. “Ibu sudah bilang menyuruhmu pergi ke Amerika. Kamu tidak bisa menghentikan orang putus asa seperti dia. Kamu seakan memasukkan pergelangan tanganmu ke borgol yang sudah dipasang di pergelangan tangan Jenny Jang. Jika kamu mencoba menjatuhkan Jenny Jang, kamu juga akan jatuh dan jika kamu mencoba untuk hidup, dia juga akan hidup.”

“Omma juga memintaku mengalah kepada Do Young? Dia mempermainkan walikota Do. Orang yang bermain dengan proyek kota internasional bukan aku, tapi Jenny Jang. Dia memanfaatkan masa depan keluarga Deo untuk mempermainkan kita. Ibu akan diam saja? telur emas yang sangat ibu inginkan akan diambil dari kita!”

“Mengundang bom waktu ke dalam rumah kita dan berharap itu tidak meledak tidaklah masuk akal. Dia tumbuh sebagai pelayan rumah. Dan kini berdiri seperti sekarang. Ibu hanya membawa dia masuk dan menginjak dia. Saat diinjak, kebanyakan orang akan jatuh dan menghilang. Tapi justru Jenny Jang makin tangguh. Dan bertahan dengan lebih kuat. Mungkinkah kamu bisa menangani orang semacam itu?”

“Omma… tetap saja Omma seharusnya memihakku. Proyek kota internasional bukanlah masalah. Putri Ibu akan dipenjara.”

“Satu-satunya yang bisa menyelamatkanmu adalah orang yang memakai borgol itu bersamamu. Apa harga dirimu akan sangat ternodai jika meminta bantuan pada Jenny Jang? Jika tidak bisa mengalah, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkannya sejak sekarang. Direktur Wi, kamu harus mengalah saat ini untuk memikirkan rencanamu ke depan.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *