Sinopsis Secret Boutique Episode 9 Part 1

Sinopsis Secret Boutique Episode 9 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca dan ini dia lanjutan minggu kemarin.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya sang Oppa ketahuan hombreng.

“Itulah yang seharusnya kutanyakan pada Oppa.” Ucap Wi Ye Nam yang langsung pergi.

***

Wi Ye Nam bilang pada para reporter. “Apa yang kalian lihat hari ini. itu tidak bisa digunakan tanpa seizinku.”

“Baik.”

***

Pimpian Lee bertemu dengan seseorang pria yang berpakaian nyentik dan dua orang ahjumma kaya.

“Pelayan rendahan ini pasti ditakdirkan untuk bertemu dengan Anda. Rohku membangunkanku dan mengirimku ke sini.” Ucap si dukun berjas merah.

“Aneh sekali. Aku tidak ada urusan denganmu.” Ucap Pimpinan.

“Bagaimana kalau kita mengobrol berdua di tempat yang tenang?”

“Aku sudah membuang waktuku kemari. Kirim pakaianku ke rumah.” Pimpinan Lee berbalik. Dan lonceng milik dukun malah terjatuh. “Beritahu Nona Jang untuk tidak memberikan pengaruh negatif di tempat pertukaran uang.”

Dukun memungut loncengnya. “Sulitkah bertukar beberapa kata saja? dari yang kudengar, mantan Pimpinan Deo, Pimpinan Wi Dong Sub. Mengabaikan peringatan dari pelayan rendahan sepertiku dan dilanda kemalangan.”

Dua ahjumma yang ada di ruangan pun langsung kabur.

Pimpinan berkata. “Aku sangat mengenal keluargamu. Aku mengenal ibumu yang mati sebagai seorang dukun. Wanita malang itu. Dia lahir dalam kemalangan. Roh yang kamu layani, mereka bisa membicarakan masa lalu, tapi aku belum melihat dukun yang meramalkan masa depan.”

“Jika takdir seseorang telah ditentukan. Ketidaktahuan akan masa depan adalah bagian dari alam. Tidak ada salahnya hidup dengan sikap semacam itu, Nyonya.” Dukun pun melangkah pergi.

***

Sun Woo menjelaskan dengan memberikan peta. “Ini distrik proyek kota Internasional. Di dalam area ini, ada rumah bersejarah tua. Pemiliknya lahir dan besar di situ. Jadi, ini tidak akan mudah.”

“Tapi begitu kita memiliki lahan ini atas nama pinjaman, itu bisa menjadi alat tukar kita.”

“Benar.”

“Kalau begitu, kamu sebaiknya ke sana dan menemui pemiliknya.”

“Baiklah. Soal Lee Hyun Ji, apa rencanamu?”

“Ye Nam tidak bisa mengusiknya untuk saat ini.”

“Kita tidak tahu sampai kapan Direktur Wi akan tinggal diam.”

****

Wi Ye Eun bicara. “Kamu yakin pemilik rumah tua itu masih tinggal di sana?”

Sun Woo menjawab. “Beberapa orang sudah mendekati dia.”

Lee Hyun Ji berkata. “Kurasa kita tidak bisa menemuinya dengan mudah.”

“Siapa kamu?” tanya Wi Ye Eun. “Aahhh kamu tahanan dari perang melawan Ye Nam atau rampasan perang? Apa sebutannya untuk hadiah kemenangan semacam itu?”

“Namanya Lee Hyun Ji, kamu sebaiknya menyapanya.”

“Kenapa kamu menganggapnya serius? Aku hanya becanda. Aku Ye Eun, kurasa kamu tidak ingin mendengar nama keluargaku. Kalau dilihat, aku sedikit lebih tua daripada kamu. Menarik. Jenny Jang bukanlah orang yang mudah menerima orang lain. Mari berteman. Karena aku mungkin akan menjadi penerus Nona Jang. Kamu tidak akan menyesal.”

“Kurasa itu bukan ide bagus,” Ucap Sun Woo. “Jika memperlakukannya seperti wahana baru di taman hiburan, kamu akan menghadapi konsekuensinya.”

“Kamu meremehkanku seakan aku hanya tahu sedikit tentang dunia?” tanya Wi Ye Eun.

“Ayo masuk.”

***

“Kamu nampak tidak asing.” Ucap penjaga.

“Memang.” Sun Woo menjawab. “Kenapa kita terus berjumpa di depan pintu?”

“Selesaikan ini seperti pengacara. Pengacara Yoon Sun Woo.” Ucap Ye Eun.

“Kenapa orang berpendidikan sepertimu terus muncul di tempat berbahaya semacam ini?”

“Aku harus menyelesaikan ini seperti selayaknya pengacara.” Eehhh Sun Woo malah main bak bik buk pada 3 penjaga.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *