Sinopsis Secret Boutique Episode 9 Part 2

Sinopsis Secret Boutique Episode 9 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca dan cari tahu sinopsis di sini.

“Siapa kamu?” tanya kakek.

“Rumah anda indah, Pak. Tapi tampaknya rumah ini dipenuhi dengan orang-orang yang tidak sepantasnya di sini.”

“Dengan melihatmu menginjakkan kaki di halaman depanku tanpa cidera sedikit pun, menurutku kamu tidak berbeda dengan orang-orang itu. Kamu bilang rumah ini indah? Atas nama pembangunan ulang. Kamu hanya bisa memikirkan mencuri lahan ini dan menghancurkannya. Tidak mungkin kamu bisa melihat indahnya rumah ini.”

“Bisa bicara sebentar, Pak?” Tanya Sun Woo. “Aku bisa membuktikan bahwa aku tidak seperti orang-orang itu.”

“Tidak usah repot-repot.” Ucap kakek. Pintu rumah ditutup.

Di dalam rumah, sudah ada genk dari kelompok lain mendekati Kakek.

****

Pimpinan bertanya pada Hwang. “Kamu kenal gadis mudah yang dahulu kala itu? Kamu pernah mendengar kabar tentang dia?”

Hwang membayangkan gadis kecil menggendong bayi. “Jika maksud anda Jang So Jin, dia tidak lagi di dunia ini.”

“Kamu bilang dia mempunya seorang bibi, bukan?”

“Ya. Adik tiri ibunya. Tapi bahkan dia menolak untuk mengambil jasad kakaknya. Kepala desa terdekat di rumah sakit itu justru mendaftarkan kematiannya. Kenapa anda menanyakan Jang So Jin?”

“Adakah yang kamu sembunyikan dariku?” tanya Pimpinan. “Di antara yang kuketahui dan yang kamu ketahui. Apakah ada bedanya?”

Kilas balik.

Seorang anak perempuan kecil menggedor pintu. Ia minta dilepaskan.

Kilas balik selesai.

“Tidak ada, Pimpinan Kim.” Ucap Hwang.

***

Wi Ye Nam datang menemui Ibunya. “Kenapa lama sekali membeli tiket ke amerika.” Ucap Pimpinan. Ye Nam memberikan berkas. Isinya kesepakatan pemindahan saham. Pimpinan tersenyum. “Jadi, kamu tidak bisa merelakannya, bukan? Maka artinya kamu tidak mau lagi menginjakkan kaki di rumah ini. minta Pak Hwang untuk segera membelikan tiket.”

“Aku sudah membawa tiketnya. Dengan tiket ini, aku ingin tahu seberapa jauh aku bisa pergi.” Ye Nam membawa foto Oppanya yang dengan lelaki.

**

“Pernahkan Pimpinan Kim menanyaimu tentang gadis muda itu?” tanya Hwang pada Nona Wang.

“Apa?”

“Gadis yang kehilangan orangtuanya dalam kecelakaan 30 tahun lalu. Kami pergi ke sana untuk mengadopsinya.”

Dulu…. Nona Wang membawa gadis itu dan bayi.

“Maksudmu panti asugan Suncheon? Begini, Pimpinan Kim tidak pernah sekali pun menyebutkan hal itu.” Ucap Wang.

***

“Ibu mungkin sudah tahu tentang rahasia Jung Hyuk.” Ucap Ye Nam. “Do Young juga. Kini akhirnya aku tahu arti pernikahan palsu ini. jika Do Young bersedia menikah dengan pria yang tidak mencintainya dan mungkin tidak akan pernah. dia tidak akan menyerah sat bergabung dengan keluarga Deo. Dia mungkin akan puas dengan tempat yang Ibu duduki. Omma, sekarang bukan saatnya untuk menyingkirkan sekutu. Tapi terus mempertahankannya. Bahkan perisai lusuh, setidaknya mampu mengikis satu peluru.”

“Agar kamu tidak naik pesawat ke amerika. Kamu berusaha sangat keras. Beraninya kamu melempar foto semacam ini di depan Ibu?”

“Foto-foto itu bisa membangun berbagai kisah menarik. Grup deo juga mewakiliku. Aku tidak mau foto Oppa tersebar. Orang-orang bahkan mengarang cerita. Ibu tahu apa yang akan terjadi saat foto-foto itu terungkap? Begitu orang-orang mulai bicara, kebenaran tidaklah penting.”

“Beraninya kamu mengancam Ibu? Dan dengan Oppamu sendiri?”

“Mau bagaimana lagi? Hanya itu yang kupelajari dari Omma. Aku putrimu.”

“Kamu tidak tahu apa yang penting dan apa yang tidak. Kamu justru memperburuk keadaan. Jika punya otak, seharunya kamu ingat kenapa kamu dikirim ke amerika?”

“Semua karena Oppa.”

“keluarlah”

“Itu tiketku. Aku akan tetap di sini. Aku tidak memberi Omma untuk memutuskan.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini ya guys.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *