Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 1 Part 2

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 1 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini terima kasih sudah membaca yaaa… terima kasih sudah mengikuti.

“Jangan begini.” Ucap Peya. “Turunkan pedang itu. Ini pengkhinatan.”

“Menurutmu ini pengkhianatan, tapi aku mengambil pedang ini demi pencapaian yang besar.”

“Apa keinginanmu sampai harus membunuh?” Ucap Peya. “Apa kamu tidak takut akan langit?”

Dengan sepatunya yang berlumuran darah. Lee Lim mendekati Peya.

“Hukuman langit? Ya. aku berencana menjadi orang yang memberikan hukuman langit, Peya. Wahai adikku, perkataan bahwa Tuhan menciptakan manusia itu salah. Manusia lemah yang menciptakan Tuhan.”

Akhirnya ditusuklah Peya. Nggak main-main sampai tembus.

Peya langsung terkapar.

Ditangannnya ada sesuatu. Semaca, kunci. Dan Lee Lim mengambilnya untuk membuka kotak seruling.

Ia mendapatkannya.

Seorang anak kecil masuk ruangan.

Anak itu lari dan langsung menangisi ayahnya yang terkapar. “Appa Mama…”

“Peya. Mau bagaimana lagi?” Ucap Lee Lim. “Sekarang kamu sudah menjadi yatim, Yang Mulia.”

Gon dengan badan kecilnya langsung mengambil pedang. Keberatan dong.

“Kamu bisa menusukku dengan itu?” Ucap Lee Lim.

“Coba saja.” Ucap si bocah.

Demi menahan tangkisannya. Lee Lim yang membawa seruling, membuat seruling itu terbelah menjadi dua bagian. Bagian sebelahnya jatuh.

“Ini pengkhianatan. Pengawal istana, tangkap pengkhianat Lee Lim.” Ucap Si Bocah. “Aku mencabut status kerajaannya. Dan menghukum dia seberat-beratnya mengikuti humum yang berlaku.”

“Ini kali pertama kamu terdengar seperti putra mahkota.”

Yang ada. si bocah tadi malah ditodong senjata oleh pengawal.

“Aku siap.” Ucap pengawal.

“Aku akan melakukannya sendiri.” Ucap Lim.

Lim mengambil potongan serulingnya dan menekan si bocah ke tiang besar. “Ini hari yang sudah kutunggu-tunggu.” Ucap Lee Lim. “Aku tahan keinginanku, aku kumpulkan pengikutku, menahan marah kepada ayahmu yang bodoh, dan ayahku yang lebih bodoh. Ini adalah waktu yang kutunggu-tunggu selama ini. tapi kamu hanya seperti tunas, yang akan segera hancur, mau merusak semuanya?”

Gon dicekik.

Sampai Gon menutup mata.

Tapi dari atas. Kaca warna warni penutup ruangan jatuh. Kaca itu ditembak seseorang.

Seseorang datang menolong. Seruling yang dipegang Lee Lim jatuh satu. Gon yang terluka di lantai memungutnya.

Salju sudah turun di dalam ruangan.

“Kita harus turun Yang Mulia. Sudah tidak ada waktu lagi.” Ucap komplotan Lee Lim.

“Sebentar.” Lee Lim kehilangan sebelah serulingnya.

Pasukan istana yang lain datang, karena bel sudah ditekan oleh pria bertopeng tadi.

Pria bertopeng terus menembak dan pasukan Lee Lim akhirnya mau mundur. bukan topeng sih. kain juga.

****

Pria bertopeng tadi mendekat di Gon. Gon menarik kartu tanda pengenalnya. Ternyata seorang polisi.

Pria itu pergi.

***

Biasa guys. Ada seseorang di genteng yang mengibar-ibarkan jubah raja. Berita sudah tersebar bahwa Raja Lee Ho dibunuh pangeran dan melarikan diri.

Btw, kok di translite jadi pangeran Geum ya???? bukannya Lee Lim/Lee Rim? Wkwkkw. Tahulah. Pangeran pun menjadi buronan. Salah translite kayaknya. Sudahlah.

Pengumuman berlanjut.

Putra Mahkota Lee Gon menjadi Raja. Dan dibawahnya putra sulung Pangeran Inpyeong, pangeran Bu Yeong, profesor Lee Jong In.

Pangeran Buyeong nampak turun dari peswat. Ia sudah tua.

“Apakah putra mahkota sudah siuman? Katanya dia punya luka leher yang sangat dalam?”

“Maaf, Yang Mulia. Tapi bertanya tentang Putra Mahkota dalam keadaan seperti ini bisa menimbulkan kesalahpahaman.”

“Mau aku bicarakan tentang itu atau tidak, yang bergunjing akan tetap bergunjing. Di mana pangeran Lee Lim?”

“Pengawal istana dan polisi bekerja sama mencarinya.” Ucap No Ok Dan.

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!