Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 1 Part 3

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 1 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini terima kasih sudah membaca yaaa… terima kasih sudah mengikuti.

“Semoga saja begitu, tapi dia orang yang sudah berencana mengkhianti istana. Pasti dia juga sudah memikirkan cara untuk melarikan diri.” Ucap pangeran pada No.

***

Lee Lim ada di hutan bambu. Masih berlumuran darah dan sendirian.

Ditangannya hanya ada sepotong seruling.

Tbtb petir menggelegar.

Subuah portal muncul.

***

Republik Korea musum dingin tahun 1994

Lee Lim muncul di depan publik.

“Daehan Mingguk.”

Kemudian Lee Lim membaca koran dan melihat ada kehidupan korea yang punya Presiden. Bukan raja.

Ia pun bersenggolan dengan gelandangan di tempat pembelian koran.

Ada yang tadinya raja. Ia aneh melihat Lee Lim.

“Hyung…Hyung….”

“Kamu tahu aku?” tanya Lee Lim.

“Jangan becanda. Bagaimana ini?”

“Apakah kamu adalah saudara tiriku?” tanya Lee Lim.

“Ahh tentu saja. bagaimana kamu bisa berjalan-jalan seperti ini?”

Lee Lim menyingkirkan saudaranya yang menyentuhnya. Ia mengambil serulingnya.

Bendera korea nampak berkibar.

“Aku benar. Daehan Mingguk. Jadi, di mana kakakmu berada?” Tanya Lee Lim.

***

Lee Lim masuk ke dalam rumah.

Di dalamnya ada dirinya versi lain. “Kamu menjalani hidupmu seperti ini? dengan kesusahan? Ya. kamu dan aku memang sangat mirip. Tapi, kamu dan aku bukan hanya mirip. Aku adalah kamu. Kamu dari dunia yang lain. Tapi aku sangat berbeda dengan dirimu. Aku jauh lebih mulia dari dirimu.”

Kepalanya digeser. Lee Lim versi DaehanMingguk dibunuh.

***

Kemudian ada bocah masuk. Dia Lee Gon.

“Paman, bagaimana kamu bisa berdiri?”

Tapi bocah itu kemudian melihat paman yang lainnya mati. Bocah itu langsung mengambil sesuatu yang panjang di sampingnya.

“Di dunia ini pun kamu melihat yang seharusnya tidak kamu lihat. Kamu juga memegang sesuatu yang seharusnya tidak kamu pegang.”

Lee Lim berjalan dan menjatuhkan foto Lee Gon dengan ibunya.

***

Di tempat lain. Ada penobatan raja korea.

Raja itu, Lee Gon yang masih bocah. Lee Gon keluar dengan anggota keluarganya yang lain.

Disaksikan oleh para saksi yang lain.

“Manse…. mansee….”

Berita kenaikannya juga tentang kepergian ayahnya sendiri.

***

Mayat nampak ada di tempat polisi. Mayat dari adik Lee Lim.

“Apa dia suamimu? Dia tertabrak mobil. Dia mabuk. Aku harap kamu bisa bekerja sama.”

“Ya. dia suamiku. Aku datang ke sini pada jam kerja. Karena sudah kupastikan. Apakah aku boleh pergi?”

“Ya. pengambilan mayat dilakukan besok.”

“Aku pernah dengar pemerintah akan melakukan kremasi untukmu kalau aku meneken sesuatu?” njirrr…. istrinya nggak peduli. Padahal dia jadi raja di kehidupan yang lain yaa… ehh gembel. Mati dibunuh sama kakaknya sendiri, sama tragisnya.

***

“Setidaknya dia makan sebelum meninggal.” Ucap si istri saat melihat makanan di meja.

Lee Lim yang jahat. Pura-pura menjadi Lee Lim yang duduk di kursi roda.

Sang istri malah tertawa usai suaminya mati. “Mungkin Tuhan benar-benar ada. suamiku baru saja tewas, tapi hari aku berdoa agar dia mati. Aku selalu berpikir, di rumah ini aku yang mati atau aku yang membunuh. Hanya ada diantara dua itu. Tapi seseorang membunuh dia mewakili aku.”

Ia tertawa sambil cuci piring.

“Pemerintah yang mengkremasi. Jadi, aku dan Ji Hun….”

Lee Lim bangkit dan mendekat pada ahjumma yang kaget.

klik di sini di bagian 4 yaaa…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!