Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 1 Part 5

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 1 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini terima kasih sudah membaca yaaa… terima kasih sudah mengikuti.

Tiap drakor yang dicoba buat sinopsisnya dibuat perlahan dengan penuh cinta ya. wkwkkwkw. Makanya nanti saya stop buat makan, cuci baju dan lain-lain. Mohon kesabarannya.

Nenek No meletakkan jimat di banyak tempat di kamar Raja.

“Jimat ini katanya bisa mendatangkan jodoh. Kenapa kamu tidak menjawab?” tanyanya pada pelayan.

Eehh pas balik. Ada Raja.

“Astaagaaa jantungku… perdana menteri Koo datang lebih awal dan sedang menunggu. Kenapa kamu ada di sini?”

“Sepertinya ini efektif?” Lee melihat jimat-jimat. “Kekuatan untuk mendapatkan seseorang, bukankah begitu? PM Koo pasti datang lebih awal karena ini. kalau begini terus, PM Koo bisa saja menjadi permaisuri.”

“Aigoooooo… wanita itu… Maksudku, dia tidak bisa menjadi permaisuri. Katanya kamu tidak percaya mitos? Mana mungkin ini punya kekuatan…”

“Aku memang tidak percaya. Tapi kamu percaya. Mungkin ini akan mengabulkan keinginanmu.”

“Aku tidak begini kalau tidak penting. Kelanjutan kerajaan sangat penting. Jadi, Peya harus menikah…”

“Tidak ada artinya.”

“Memiliki keturunan adalah kewajiban dan …”

“Aku tidak tertarik.”

“Kamu muda dan sangat tampan. Bagaimana bisa tidak tertarik? Aku tidak bisa mengerti.”

“Selama aku menjadi raja. Hanya kamu yang berani kurang ajar kepadaku.”Lee memberikan jimat dan menuntun tangan nenek ke tong sampah. “Kamu akan dipenggal.”

“Apa?”

“Bilang ke PM Koo untuk bertemu dua jam lagi.”

***

Nenek memungut jimat kembali karena menurutnya sangat mahal.

Ia kembali bicara pada pelayan. “Kali ini letakkan searah jarum jam.”

****

Lee Gon malah pergi dengan kuda putihnya.

Ia bekerliling dengan kegantenganya. Tapi, saya biasa aja lihat Lee Min Ho ya. wkwkkwkw.

“Jo Yeong, aku menemukan jimat lagi.” Lee curhat. “Hari ini 8 lembar. Sampai hari ini. totalnya 51 lembar.”

“Benarkah?”

“Kenapa? Bukan 51 lembar? Ada lebih banyak?”

“Aku tidak berpartisipasi segiat itu.” Wkwkwk.

“Aku yang akan giat menegur. Tunggu saja.”

PM Koo dengan gaun merahnya pun datang ke tempat pacuan kuda. Ia bersama dengan asistennya. Wajahnya familiar banget. Wkwkwk.

“Aku tahu aku lebih awal. Cuacanya bagus dan aku rindu Maximus, aku datang lebih cepat.” Ucap Koo. “Anyooonggg… Maximus.” Wkwkkw kuda dia.

“Dia benci perempuan.” Ucap Lee Gon. “Ia manja dan suka menggigit orang.”

“Sama denganku dong.” Wkwkwkwk PM Koo koplo juga. “Aku juga suka gigit orang. Lambaikan tanganmu. Kita sedang direkam dari arah 50 meter. Pers istana bilang foto di sini akan bagus.”

“Berkeliling sepertinya berlebihan. Berdiri saja di sini. Kakimu nampak cantik. Lain kali pakai sepatu yang nyaman.”

“Kamu sangat detail. Karena kamu mengulangi durasi waktu laporan dalam negeri, aku tidak ada waktu untuk berganti sepatu.”

“Laporanmu biasanya sekitar 18 menit. Jadi, aku rasa 30 menit cukup. Kita mulai sekarang?” tanya Lee.

“Kurangi lima menit lagi karena kita sibuk?” PM Lee berbisik dekat sekali. “Seperti yang kubilang di laporan tertulis, negera ini damai,  dan rakyatnya bahagia. Dengan gambar ini, merasa akan lebih bahagia lagi.”

Fotografer sibuk mometret.

Giliran Lee yang berbisik. “Ini semua berkatmu.”

“Aku juga ingin belajar berkuda. Apa aku berbakat?”

“Kalau kamu belajar berkuda, kamu akan dengar kata-kata ini. jika kamu tulus, kudamu akan mengantarkanmu ke ujung dunia. PM, apa kamu orang yang tulus? Aku menerima laporan, dan fotonya sudah cukup, bagaimana kalau kita sudahi? Aku ada urusan, jadi, aku harus mandi.”

Lanjut ke bagian 6 yaaa…. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!