Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 10 Part 1

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 10 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa.

Kilas balik kehidupan Kang dan Jeong yang lagi jajan di jalanan. Dan Kang yang saat ini, hanya mengingatnya.

***

Masuk ke sesi konseling Kang.

“Apakah ini adalah mimpi yang sangat panjang? Ini pertama kali aku lihat rumah seperti itu. Rumah dengan gerbang luar dan sofa. Dan ada wangi harum dari ibuku. Aku harap Kang Hyeon Min adalah mimpi. Aku berpikir dulu seperti itu.”

“Baru saja itu benar-benar mimpi. Apa yang membuatmu berpikir Kang Hyeon Min adalah ingatan?”

“Aku sudah bertemu dengan seseorang dari dunia itu.”

“Mereka berkata datang dari dunia lain?”

“Menurutmu ini delusi?” tanya Kang.

“Dari gejalanya… coba ceritakan mimpi indahmu, bukan yang buruk.”

****

“Kamu cuti hanya untuk ke sini?” Jeong muncul di dekat Kang yang sendirian jajan di pinggir jalan.

“Kamu tidak cuti. Kenapa ke sini?”

“Kenapa tidak menjawab teleponku? Aku sudah beberapa hari mengintaimu.”

“Baguslah. Kamu punya banyak waktu.”

“Tempo hari bertanya, sejauh mana aku pergi. Itu fiksi ilmiah. Kamu mau dengar?”

“Nanti saja aku masih cuti.”

Jeong memegang tangan Kang. “Hyungnim. Lee Sang Do masih hidup. Ada kesamaan bukti antara Lee Sang Do dan Jang Yeon Ji. Mereka berdua punya dua ponsel. Kamu tahu kenapa? Ada dua lain berisi orang-orang yang berwajah sama dengan di sini. Aku sudah pernah ke sana. Ada penjahat yang bisa bolak-balik ke dua dunia, tapi aku tidak bisa lapor. Karena tidak ada bukti. Ada yang harus menghentikannya. Dan hanya kamu yang terpikirkan. Tolong aku.”

“Ini bukan fiksi ilmiah. Ini delusi. Tidak ada dunia lain. Sadarlah. Bodoh.” Kang pun pergi.

****

Usai Peya melihat video Lee Lim yang keluar dengan baju hitam. Ia berkata. “Dia menunda waktu dengan berada di tempat itu. Sepuluh hari ampai malam Tahun Baru. Hanya ada waktu lima jam. Dan hal lain yang aku lewatkan adalah tempat aku bisa menemukan Lee Lim.”

***

Saat Peya naik kudanya. Nenek No menjadi suara dari puisi…

Saat hari semakin gelap di ujung jeram, aku akan menunggu di gerbang. Burung duni hari berkicau, dan hari semakin teduh. Dunia menjadi putih, sangat terang.”

****

Jeong pergi ke hutan bambu. Saat ia akan kembali. Ia melihat balon merah dari pohon.

Ada Lee Gon yang keluar dengan kudanya.

Suara nenek membaca puisi masih terdengar.

Sejak pagi yang berkilau datang, aku memperhatikan seorang musafir. Dan berpikir, “apa itu dia? Apa itu dia?”

Tae Eul menangis melihat Peya.

“Apa? akhirnya kamu datang?”

Ost diputar. Dan tenggelam dalam pelukan masing-masing.

“Kamu menunggu di sini?” tanya Lee Gon.

“Kamu sungguh di sini?”

“Aku tidak bisa terus di sini. Aku terlalu merindukanmu. Aku hampir mati. Aku hanya mau mendengarkan suaramu, lalu aku kembali.”

“Suaraku?””

“Aku mau meneleponmu dengan telepon umum di depan sana.” Peya memperlihatkan uang koinnya. Jeong menangis lagi.

****

Sekretaris menanyai Nenek Noh.

“Kamu harus memberitahuku sekarang. Di mana Peya? Ini adalah ritual tahun baru. Setidaknya beri tahu apa yang harus kukatakan sebagai alasan dia tidak hadir.”

“Jangan khawatir. Perintahkan saja seperti biasanya. Dia akan kembali pada waktunya.”

“Tahun baru imlek sudah sangat dekat. Aku akan segera mati karena khawatir.”

Dan peya pun datang.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!