Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 10 Part 2

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 10 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membacayaaaa…

“Hari ini tanggal berapa? Aku tepat waktu?” tanya Peya. “Tahun baru imlek seharusnya besok atau lusa.”

“Ini tanggal 23. Kamu datang tepat waktu.” Ucap Nenek.

“Keadaan apa ini? apa kamu melakukan hal keren seperti bulan madu atau pacaran diam-diam?” tanya sekretaris.

“Lebih seperti ke negara lain diam-diam. Tapi memang keren. Sampi besok.”

****

“Ini kunci hotelnya.” Jo menyerahkannya pada Jeong. Seperti biasa di tempat makan yang mengandung iklan.

“Aku akan segera pulang. Keluarganya akan datang.”

“Sudah tahun baru imlek. Kamu di tempat jauh saat imlek.”

“Memang, tapi Eun Sup juga begitu.”

“Jangan membuat Eun Bi marah. Kamu tidak akan bisa lepas darinya.”

“Kamu tidak perlu khawatir. Aku malah khawatir dia perhatian padaku. Aku pergi dulu.”

“Selamat tahun baru.”

“Kamu juga.”

****

Ibu Eun Sup memakaikan baju pada Eun Sup alias Jo.

Eun Bi menatap kakaknya. “Omma. Aku sudah memperhatikannya. Tapi dia, bukan Oppa.”

“Apa katamu? Ayah sudah menunggu di mobil.”

“Jika Omma perhatikan, ada beberapa yang berubah. Dia jadi keren, tapi juga tambah menyebalkan.” Ucap Eun Bi.

Adik yang kecil membawa senjata. “Hyung. Ini apa?”

“Jangan sentuh.” Jo langsung mengambilnya dan mengeluarkan pelurunya. “Ini hadiah dari wamil.”

“Lihat bukan? Ayo kita laporkan polisi.” Ucap Eun Bi. “Masalah ini mengancam keluarga kita.”

“Dia sungguh anak Omma. Omma melahirkan pria keren ini untuk keluarga Jo.”

Omma langsung menabok Jo Yeong dan memintanya menyimpan dengan benar. Eun Bi langsung menunjuk dua matanya untuk Jo Yeong.

****

4 detektif lagi di depan kantor sambil duduk-duduk saat pagi tahun baru.

Kemudian Kang Shin Jae datang kembali untuk bekerja.

***

Peya seperti biasanya memberikan pidato tahun baru.

Usai pidato. Eun Sup malah menyatakan suka banget sama kerennya Peya.

***

“Wanita seperti apa yang disukai oleh Peya?” Tanya PM Koo pada Nenek Noh.

“Kamu bahkan tidak basa-basi sebelum bertanya.”

“Sepertinya kamu sibuk.”

“Sepertinya PM Koo yang lebih sibuk. Masa jabatanmu tinggal satu tahun.”

“Satu tahun cukup. Kamu lupa aku menikah dan bercerai dalam satu tahun? Jika kamu mau membantuku, aku bisa berhasil dalam enam bulan. Beri aku petunjuk, apa yang bisa meruntuhkan hati Peya?”

“Biasanya orang bertanya apa yang membuat hati berdebar. Kenapa kamu mau meruntuhkannya? Sungguh ungkapan yang penuh kekerasan. Apa Peya pernah menitihkan air mata di depanmu? Walau hanya sekali? Itu alasan aku tidak membantumu.”

****

PM Koo sangat memuji pidato dari Peya.

Kemudian ada telepon dari detektif pada ponsel Jo Yeong. Peya dan Jo langsung ke kantor polisi.

Detektif yang mereka temui sampai gagap melihat Peya.

***

Luna memberikan kucing makan di gang sempit. Di kalung nama kucing tertuliskan nama Luna.

“Kamu masih hidup. Aku meminjam namamu. Kini namamu tercatat. Ini bayarannya. Jangan sampai dikejar, dan jangan percaya siapa pun. Hiduplah dengan sangat lama. Luna.”

***

Detektif menjelaskan.

“Namanya Luna. Dan sampai dua pekan lalu dia masih di penjara. Tapi kini sudah bebas.”

“Apa alasannya?”

“Masa hukumannya belum selesai, tapi dia dibebaskan. Alasannya karena dia sakit parah. Kamu perlu catatan medisnya?”

“Jika bisa. aku mau bertemu langsung dengannya.”

“Baik. Akan kucari.”

“Langsung laporkan padaku. Dan aku perlu tahu laporan tentang nama Kim Gi Han lahir 23 november 1968.” *itu guys yang jualan sup.

Kemudian ngetik bentar dan langsung ketemu. “Peya. Dia adalah pelaku kejahatan. Dan mati waktu menjadi buron. Dia bunuh diri.”

Lanjut ke bagian 3 yaaaa klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!