Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 10 Part 4

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 10 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaaa... terima kasih sudah mengikuti!!!!!

Jo di republik korea pernah mendatangi rumah Kang Shin Jae. Ia hanya menyelidiki. Dan ahjumma alias ibunya Shin Jae adalah orang yang ia tahu punya wajah yang sama di kerajaan.

Bedanya. Di kerajaan. Ahjumma kerja di kerajaan.

Saat memikirkan hal ini. Jo kedatangan Kang dan Jeong di hotel. Jeong minta Jo dan Kang untuk tidak bertengkar. Mereka pun rapat.

Dan langsung nyambung aja penyelidikan Kang dan Jo. Mereka membahas kasus Lee Sang Do dan perempuan yang menusuk teman satu kosnya.

****

“Lee Lim. Sosoknya masih sama seperti 25 tahun lalu,” Ucap Peya pada Nenek No. “Dia tidak menua.”

“Apa maksudmu tidak menua?”

“Itu yang dia inginkan. Tidak menua. Jadi, aku tidak bisa menjelaskan. Jadi, aku melepaskannya. Maka, berdoalah untuk kemenanganku. Aku pasti bisa menang.”

“Peyaaa….”

*****

PM Koo langsung menelepon Peya dan bertanya apakah itu beneran Lee Lim atau Pengikut Lee Lim.

“PM Koo. Kamu masih berkuda?”

“Apa maksudmu?”

“Tali kekang kuda harus menjadi penengah antara kuda dan penunggangnya. Artinya, orang lain tidak boleh menarik tali kekang kuda dan mengubah tujuannya. Hal ini terjadi hari ini, bukan hanya masalah istana dan pribadi raja, tapi sebuah teror. Seperti tercatat di sejarah, Lee Lim ditembak mati setahun setelah kudeta. Dan 25 tahun setelahnya, kau menemukan dan mengejar para pengikutnya. Jadi, tolong PM Koo. Jangan menarik tali kekang kuda. Jangan meminta kata “jujur” padaku. Lindungi saja rakyat. Aku permisi.”

****

Sekretaris Kerajaan mengadakan konferensi pers.

Mereka masih mengatakan Lee Lim sudah mati dan kini mereka mengejar para pengikutnya.

***

Jeong menanyai perempuan yang tempo hari menusuk temannya. Ada Kang menemani.

“Kamu punya 2 ponsel. Satunya 2G.” Ucap Jeong.

“Aku tidak paham maksudmu.”

“Kamu pasti paham.” Jeong mengeluarkan ponselnya. “Ini pasti ponselmu. Di dalam ponsel ini ada seuatu yang orang lain tidak boleh dengar. Tapi temanmu mendengar itu. Jadi, kamu melukainya. Dan kamu begitu yakin orang lain akan membebaskanmu. Ya kan? Siapa yang memberikan ponsel ini padamu?”

“Aku tidak paham apa maksudmu.”

****

Kang dan Jeong keluar penjara. Kang menyadari bahwa ada mobil yang pernah mengikutinya tempo hari. kali ini. ia menginat nomor platnya dan memeriksa saat ada di kantor.

Kang pun harus menunggu sampai 30 menit hasilnya akan keluar.

***

Sekelompok orang sedang menghasut pangeran Buyeong karena insideb teror. Buyeong saat diminta mengeluarkan titah karena dia menjadi yang tertua.

Tapi Buyeong tegas menolak. Bahwa yang tertua di kerajaan saat ini hanyalah Peya.

Tak lama. Peya langsung menemui Buyeong secara pribadi.

“Pengkhianat Lee Lim masih hidup dan tidak menua. Maka itu aku akan meninggalkan istana lagi. Aku harus mengejarnya. Aku tidak boleh bertemu dia di dalam kerajaan Corea. Jadi, kamulah yang ada di istana sebagai posisi kedua. Kamu harus aman demi aku dan kerajaan.”

“Peya. Kamu akan mengejarnya sendiri?”

“Aku akan melindungi diriku sendiri. jadi, kamu harus lindungi dirimu. Ini adalah perintah Raja.”

***

Kang menemukan daftar pemikik mobil adalah nama orang hilang.

Jeong pun cerita. “Aku ke sana sehari. Namanya kerjaan Corea dan bukan negara terbelah dua. Jadi, aku bisa naik kereta sampai ke Pyongyang *ini korea utara ya guys. Ibu kotanya adalah Busan dan Raja dicintai rakyat. Aku juga pergi ke kantor polisi. Seragam dan mobilnya, semuanya berbeda. Aku bertemu 2 sunbae di sana. Mereka juga polisi di sana. Seperti takdir. Aku juga pergi mencarimu. Tapi, kamu tidak ada di sana. Kamu tidak ada di kantor polisi, dan Pyeongchangdong. Apakah kamu Chaebol? Mungkin kamu di LN?”

“Karena aku ada di sini.” Ucap Kang. “Ayo makan. Kita harus ke suatu tempat.”

“Ke mana?”

Lanjut ke bagian 5 klik di sini yaaaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!