Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 10 Part 5

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 10 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti sejauh ini yaaa…

Kang mengajak Jeong pergi ke pemakaman. Ada kuburan Peya kecil versi republik korea. Kang menyelidiki saat dikirimi dokumen dari petugas forensik yang nitip dokumen untuk Jeong.

“Anak ini adalah…”

“Aku tahu.” Ucap Kang. “Maka dari itu kita ke sini. Aku tahu alasan kamu tidak menemukanku saat di Kerajaan Corea. Dulu, aku di sana.”

“Apa?”

“Kamu tahu kenapa aku jadi polisi? Aku harap aku memegang senjata saat seseorang memintaku mengindentifikasi diriku sendiri. agar aku bisa menembak diriku saat waktu itu datang.”

“Apa maksudmu? Hyung nim ini siapa?”

“Pada hari aku tahu Eun Sup bukanlah Eun Sup. Aku menyebut nama Raja tidak beridentitas itu.”

“Kamu mengatakan namanya?”

“Tidak. Aku memanggilnya. Nama yang aku ingat. Lee Gon. Dan itu benar. Karena aku di dunia ini, bersamamu. Alasan kamu tidak bisa menemukanmu di sana. Karena aku adalah Kang Shin Jae di sini. Itu faktanya. Tapi tentang siapa aku belum jelas.”

Jeong menangis. “Kamu ada di sini. Kamu memang di sini.”

“Haruskah aku di sini? Akankah kamu menyambutku?”

Jeong menangis dan memeluk Kang. *kalau Go Eun akting nangis tuh bagus banget Tuhan!!!!!

****

“Bagaimana kamu tahu?” tanya mantan suami Koo pada Koo yang datang lagi. “Kamu memintaku mencari pelaku pengkianatan. Dan ternyata pengkhianatnya sendiri masih hidup. Lee Lim. Dia sedang terkenal.”

“Hati-hati perkataanmu.”

“Kamu terlihat sangat berhati-hati. Ternyata ini sungguhan.”

“Semua video terkait kejadian sudah hilang. Bahkan dari server LN. KU bisa mendapatkannya?” tanya Koo. “Apa divisi sekretarismu mampu?”

“Mau apa kalau bisa? mau menangkap pengkianat itu, atau mau menjadi pengkhianat?”

“Jawab hanya dengan bisa atau tidak.”

“Apa aku bebas lebih cepat jika bisa? bagaimana jika amnesti menyambut musim semi?”

“Dalam sejarah negara. Tidak ada amnesti di bulan februari. Yang ada adalah eksekusi. Bagiaman jika hari kelahiran Admiral Lee Shun Shin?”

“Itu terlalu lama. Bagaimana saat gyengchip?”

“Baiklah. Kapan aku dapat?”

“Kuhubungi nanti. Aku harus menyuruh mereka lembur.”

****

Lee Lim menampakan diri di depan Pangeran Buyeong.

“Pangeran Geum… kamu tidak menua.”

“Kenapa kamu kaget? Kamu orang yang tahu paling awal dan tahu paling lama bahwa aku tidak mati.”

Pangeran Buyeong memanggil orang di luar. Sayangnya, di luar sudah ditebas oleh Lee Lim sehingga dia bisa masuk.

“Aku hanya mau mengambil barang milikku, Jong-in.” Cincin itu sudah dipegang Lee Lim.

“Itu cincin raja yang tidak bisa kita miliki.”

“Aku adalah anak pertama. Hanya saja ibuku selir. Ini memang punyaku. Karena seharusnya dulu milikku.” Lee Lim langsung memakainya.

“Omong kosong. Kita tidak boleh menginginkan itu.”

“Kita? Kamu dan aku tidak bisa menjadi kita.”

Pangeran Buyeong langsung dicekik. “Aku tidak bisa disamakan dengan orang yang bisa mati sekarang juga.”

“Kamu….”

“Aku akan melakukan hal seperti ini kepada ponakan kita. Dan mengambil serulingnya. Agar aku menjadi satu-satu pemilliknya. Untuk itu, ponakanku harus hancur dan putuh asa. Dia harus kehilangan seseorang. kehilangan dirimu.”

Dan Pangeran Buyeong tergeletak.

Cincin itu malah dipakaikan kembali ke tangan Pangeran Buyeong.

****

Bocah pemain yoyo masih diluar toko. Ada Lee Lim datang dengan luka kilat di wajahnya yang lewat.

“Kamu tidak kaget?” tanya Lee Lim.

“Aku memang punya penasaran. Aku benci darah. Kamu habis berantem?”

“Aku sedang bertengkar. Jalanku masih panjang.” Ucap Lee Lim. “Apa yang kamu baca?”

“Raja Arthur.” *kok jadi ingat Eun Sup ya? “Cerita seorang keturunan bangsawan yang menjadi raja setelah mencabut pedang.”

“Hanya keturunan bangsawan yang bisa menjadi raja? Cerita anak yang buruk. Yang seharusnya mencabut pedang bukan keturunan bangsawan tapi orang yang tahu cara memakainya.”

“Jika orang jahat yang mencabutnya?” tanya si bocah. “Orang yang tidak adil.”

“Bukan keadilan yang membuat pedang, tapi pedang yang membuat keadailan.”

“Tampaknya dunia ahjussi terus berubah-ubah, hati-hati di jalan ya. aku penasaran pada akhir cerita ini.

Masih lanjut ke bagian 6 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!