Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 12 Part 2

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 12 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sejauh ini sudah mengikuti sinopsinya yaaaa guys, inget, updatenya di besokpagi.com

Jo langsung mencegat mobil PM Koo. Mereka pun keluar dari mobil masing-masing dan berhadapan.

“Yak!!! Menyetir dengan benar.” Ucap PM Koo. “Aku hampir mati.

Jo mendekat. “Kamu tidak bisa mati di sini. PM Koo.”

“Apa mukaku sama seperti pegawai negeri? Kamu salah orang.” Ucap PM koo.

“Aku pasti tidak salah.”

“Aku bilang kamu salah orang. Kenapa kamu mengira aku orang lain?” tanya PM Koo. “Berbahaya?”

Tbtb ada mobil yang langsung menembakkan ke arah Jo. Jo langsung tergeletak di jalanan dan PM Koo kabur.

****

Saat PM Koo kabur. Kang datang ke lokasi dan menemukan Jo tergeletak di jalanan. Kang berkata pada orang yang bekerumun bahwa ini hanya simulasi.

***

Di Hotel, Jo Yeong langsung melepaskan rompi anti pelurunya.

Jo akhirnya cerita pada Kang. Sama seperti Kang yang melindungi orang lain dengan menjadi detektif. Jo Yeong melindungi Peya seorang.

Jo cerita bahwa sejak kecil ia sudah mengenal Peya dan Peya hidup dalam teror kematian usai kehilangan ayahnya. Istana, tempat paling aman, juga sebagai medan perang.

****

“Aku akan melewatkan ucapan terima kasih.” Ucap Jeong saat ditemukan Peya.

“Kamu melewatkan banyak hal.”

“Aku sangat merindukanmu. Aku sangat merindukanmu. Dan pistol itu, tersisa dua peluru di dalamnya.”

Peya langsung menembakkan dua kali dan melemparkan pistolnya. Kemudian membawa Jeong yang pingsan.

***

“Aku sudah menyiapkan kamar tamu.” Ucap sekretaris saat Peya datang.

“Tidak. Di kamarku.”

***

Peya langsung menidurkan Jeong. Nenek Noh pun datang.

“Peya. Apa yang terjadi? Darah…. astagaaa…”

“Bukan darahku. Kamu baik-baik saja? semua orang yang kusukai sekarang sakit.” Ucap peya.

***

Peya menunggu di luar saat Jeong dibersihkan. Kemudian Nenek Noh keluar dari kamar Peya.

“Kamu terus tetap di sini?” tanya Nenek Noh. “Jika begitu masuk saja.”

“Kamu menyuruh aku keluar.”

“Lukanya sudah diobati.” Ucap dokter. “Dehidrasinya juga akan segera hilang.”

“Dia baru saja tidur. silakan masuk. Aku harus menyiapkan makan dokter.”

Peya memeluk nenek Noh dan berkata terima kasih dan masuk kamarnya.

***

Jeong bangun saat melihat Peya datang.

“Tidur lagi saja.”

“Kenapa kamu menyuruhku tidur?” tanya Jeong. “Aku baru saja melihatmu sekarang. Apa aku sangat jelek?”

“Tidak sama sekali.” Ucap Peya. “Kamu seperti plester besar. Tapi, plesternya sangat cantik.”

“Bagaimana kamu bisa menemukanku?”

“Aku bilang, aku hebat di sini.”

“Aku sedang minum di tempat taekwondo. Lalu tbtb pingsan. Kini aku sadar pentingnya mengetes makanan.”

“Tidak perlu menceritakannya sekarang. Nanti saja kalau sudah sembuh.”

“Aku mengira itu pertemuan terakhir kita. Saat kita di hutan bambu.”

“Akhir-akhir ini terjadi banyak hal. Jadi, aku tidak bisa pergi.”

“Syukurlah. Aku pikir gerbangnya sudah tutup.”

“Jangan khawatir. Jika gerbang itu tertutup, aku akan membuka semua gerbang di semesta. Lalu, aku akan kembali kepadamu.”

“Harus. Tapi, Eun Sup bagaimana?”

“Dia… di rumah sakit. Tapi sudah tidak apa-apa.”

“Begitu ya. saat aku bangun, ayo jenguk Eun Sup. Aku merindukannya.”

“Kamu bilang merindukan pria lain di depanku?”

“Jo Yeong juga baik-baik saja.”

“Ahh Yeong. Di mataku kamu tetap nomor satu.”

“Jangan bohong.”

“Mian.” Ucap Peya.

“keluar.”

“ini kamarku.”

“Begitukah? Besok aku akan memeriksanya. Semoga banyak logam mulia.” Kwkwkw. Jeong bilang sambil merem melek pegel gitu guys. Kemudian Jeong pun tertidur.

Peya memberikan kecupan di kening Jeong.

Berlanjut ke bagian 3 yaaa…. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!