Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 12 Part 3

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 12 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti yaaa…

Di sebuah gedung yang mengurusi Partai Jisun. Mereka mencari tahu siapa perempuan yang diumkan Peya sebagai calon Ratunya. Mereka nampak amat sibuk.

***

Luna yang ada di Republik Korea mendapatkan ponsel Jeong dari loker penitipan. Ia mampu membuka kuncinya dari sidik jari di jempol.

Dan biasa banget. Iklan makan ayam. Luna mempelajari isi ponsel Jeong yang banyak foto dengan ayah dan rekan di kantor. Nampak sekilas kehidupan yang bahagia.

Ada pesan dari Jang Mi yang mengajak makan juga.

***

Di kantor. Dua orang rekan Jeong mengatakan pada Kang dan Jang Mi bahwa Jeong sedang mengambil cuti selama 21 hari.

Dua rekannya sampai kesal.

Kang mencoba menghubungi ponsel Jeong namun tidak direspon.

****

Jeong terbangun dan sudah ada dokter dan sekretaris di sampingnya.

“Kita bertemu lagi.” Ucap Jeong.

“Ya.” Jawab sekretaris. “Peya menyuruhku menemanimu jika sudah bangun.”

“Ah ya. di mana dia sekarang?”

***

Jeong turun tangga. Ia melihat para perempuan berkumpuk.

“Ada apa?”

“Peya sedang mencuci beras dengan menggunakan seragam.”

“Apa?”

Jeong membuka pintunya sedikit. Memang benar. Wkwkwk.

“Kamu sudah bangun? Cepat ke sini.” Jawab Peya. “Aku sedang mencuci sekarung beras.”

Jeong meutup pintunya kembali.

“Mau kemana? Aku melakukannya agar kamu lihat. Jangan pergi.” Wkwkkw

Jeong kayak syok gitu. Para perempuan melihatnya.

Dan Jeong pun masuk dapur menemui Peya.

Nenek No diam saja melihat hal ini.

***

Peya bicara saat Jeong makan. Ia bicara bagaimana mampu mengenali Jeong saat di CCTV. Karena mungkin saja bukan dia. Salah satunya yaaa cara Jeong mengikat rambut yang biasanya masih nyisa.

“Setelah makan. Ayo pergi ke tempat Eun Sup.”

“Tapi, walaupun sudah dimasakkan dan diberikan pengakuan cinta, kamu hanya bicara hal yang ingin kamu bicarakan.”

“Bajuku di mana? Di kamar tidak ada. dicuci?”

***

Jeong diberikan pilihan baju. Pertama baju dengan gaya yang biasa dia pakai. dan kedua, baju berisi dengan gaun.

Lengkap pokoknya.

Jeong biasa banget memilih mantel coklat.

“Aku sudah tahu kamu akan memilihnya. Padahal masih banyak gaun cantik.”

Jeong pun melihat baju hitam peya yang digunakan saat datang kemudian kisseu dan mendadak ilang itu.

“itu baju dipakai kapan?” tanya Jeong.

“pada saat yang spesial, contohnya saat memegang bunga. Kamu suka bunga apa?”

“Aku tidak suka bunga. Ayo pergi. Eun Sup pasti menunggu.”

“Baik. Antar dia ke ruang ganti.”

***

Saat Jeong sudah memakai baju pilihannya. Di kantong, ia menemukan kalung dalam kotak. Ia memakainya sebentar dan melepaskannya kembali. Bandulnya bunga.

***

“Tidak menemukan sesuatu di bajumu? Misalnya kotak?” tanya Peya.

“Bunga plum bukan? Itu sangat cantik. Karena sangat cantik, aku juga mau memakainya di saat waktu yang terhormat. Saat lukaku sudah sembuh. Tapi, bagaimana kamu tahu aku akan memilih baju ini?”

“Aku tahu segalanya. Ayo… Eun Sup menunggu kita.”

***

Padahal….

Pegawai menaruh ke semua baju. Wkwkkw.

***

“Eun Sup…” Ucap Jeong.

“Suara ini……Noona yaaaa…” Eun Sup langsung memeluk Jeong. “Apa ini? apa ini mimpi? Ini sungguh kamu?”

“Kamu baik-baik saja? yak!!! Katanya kamu sangat berani.”

“Dengarkan aku. Seseorang mau menembak Peya dan peluru itu terlihat olehku. Jadi, aku langsung… aahh Noona. Kamu juga terluka?”

“Ada sesuatu terjadi. Jo Eun Sup, kamu bisa dapat promosi besar di sini.”

“Jaku bisa berpangkat tinggi lebih mudah.” Ucap Eun Sup. “Apa itu punyaku?” Eun Sup melihat kue bolu yang dibawa oleh Peya.

Lanjut ke bagian 4 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!