Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 13 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaaaa guysss…

“Sumbu waktu itu benar ada?”

“Itu belum pasti. Aku sudah berlari dalam gerbang itu. Tapi, aku tetap tidak bisa sampai ke ujungnya. Tapi ada satu yang pasti, aku melempar koin di sana, dan itu mengambang. Sedangkan bibit bungamu tenggelam. Sepertinya sesuatu yang hidup akan tenggelam.” *ini semacam teori grafitasi gitu.

“Sungguh? Aku membeli bibit bunga lagi.” *kali ini bunga lili ajaib.

“Kamu sungguh percaya bahwa bunga itu akan tumbuh di sana?”

“Aku paham yang kamu khawatirkan. Jika seruling menjadi satu, kamu takut gerbang itu akan tertutup. Benar bukan? Syarat kesepuluh dari 17. Tidak khawatir tentang hari nanti. Hal itu belum terjadi.”

“Kamu benar. Tapi itu bukannya yang ke sembilan dari 17?”

“Ahh? Kamu berkata seperti sudah melakukan kedelapan syarat sebelumnya. Kamu harus menepuk punggungku saat seperti ini. ah sudahlah.”

Mereka pun pergi. Katanya melihat matahari terbit.

***

Di pintu gerbang. Jeong menaruh bibit bunganya. Sedangkan Eun Sup menaruh uang koin yang mengambang.

***

Ayah Jeong sedang menegur anak-anak yang sedang merokok di gang sempit. Dan sekalian membagi brosur taekwondonya.

Tbtb Jeong datang dan langsung memeluk ayahnya.

“Appajie, kali ini aku benar hampir mati. Kini ayah sangat khawatir. Karena aku tidak pulang, bukan?”

“Apa maksudmu? Kamu selalu ada di rumah. Kamu juga mengirim pesan. Apa kamu mabuk?”

***

Jeong langsung masuk ke kamarnya.

“Ada apa?” tanya Ayah.

“Appajie, tolong pinjam ponselmu.”

“Kenapa?”

***

Kang minum dengan Captain Jo.

“Siapa Kang Heon Min?” tanya Captain Jo karena melihat nama itu ada di papan penyelidikan. “Apa itu namamu saat di Kerajaan Corea?”

“Ya. sepertinya begitu. Bisa carikan saat kamu di sana?”

“Ada lagi yang ingin kamu tahu? Atau yang ingin kamu cari? Mungkin ibumu.”

“Appun. Ibuku, kakakku, unnie, apapun.”

“Kamu suka Letnan Jeong Tae Eul bukan? Aku yakin kamu tidak tahu bahwa aku tahu.”

“Lain kali, aku yang akan menembakmu.” Wkwkkww.

“Peya dan Jeong Tae Eul tidak bisa bersama. Dua dunia terlalu jauh.”

“Jika itu alasannya, kamu lebih baik diam. Ada hubungan di satu dunia yang lebih jauh daripada dunia dunia.” (btw, sumpah ini kalimat jleb banget. Semacam cinta tidak berbalas?).

“Jika kamu pergi sekarang. Artinya benar.” Ucap Captain Jo,

“Ya benar. Sungguh.” Kang beneran pergi.

****

Kang jalan di lorong. Ia melihat Luna sedang ngasih makan kucing.

“Kamu hanya cuti untuk begini? kenapa kamu tidak menjawab telepon? Apa yang kamu lakukan?”

Luna pun bangkit. Kang mendekatinya. “Kamu tahu dari mana tempat ini?” tanya Kang. “Kamu tidak apa? apa kamu sakit?”

Dan Luna malah mengkisseu Kang. Tanpa aba-aba.

Kang langsung melepaskan Luna. “Apa yang baru saja kamu….”

Luna mengambil ponselnya. “Ini ayahku. Tunggu…” Luna pergi.

Kang mengejar Luna. Ia cari ke lorong-lorong.

Yang ada malah Jeong yang menyapanya. “Hyungnim, kamu di sini? Lokasi ponselku ada di sekitar sini.”

“Jeong Tae Eul.”

“Hyungnim… kamu bertemu denganku? Ahh maksudku, kamu bertemu yang wajahnya sama denganku? Kamu bertemu dengan dia?”

“Kamu baru datang?”

“Ya. benar begitu? Wajahnya sungguh sama denganku? Dia juga punya ponselku.”

“Sepertinya dia punya kartu indentitasmu, dia ambil cuti. Lekas ke kantor dan batalkan cutimu.” Kang pergi. Dia masih kaget.

Lanjut ke bagian 5 yaa. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!