Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 13 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaaaa guysss…

Jeong menelepon Luna menggunakan ponsel ayahnya dan diangkat. “Kamu tahu aku, bukan?” tanya Jeong.

“Tentu.” Jawab Luna. “Letnan Jeong Tae Eul.

“Di mana kamu sekarang? Kita harus saling bertemu. Kamu mau bertemu denganku, bukan?”

“Omonganmu menakutkan. Jika kamu menemuiku. Kamu mati. Bersyukurlah kita tidak bertemu.”

“Jika kamu mengganggu orang di sekitarku…”

“Jika aku mau mengganggu, sudah aku lakukan sejak saat kamu tidak ada. aku memang datang untuk menemuimu, sampai jumpa. Terima kasih ponselnya.”

Telepon ditutup Luna. Saat Jeong menghibungi kembali sudah susah.

****

Di restoran ayam. Peya kembali bertemu dengan Captain Jo.

“apa kabar?”

Jo mengangguk.

“Kamu makan dengan baik? Tidak ada masalah?”

Jo mengangguk lagi.

“Kamu tidak bertemu dengan PM Koo?”

“Bagaimana kamu tahu itu?”

“Bekas luka yang ada di bahuku, juga dimiliki PM Koo. Aku tidak tahu apa tujuannya. Aku hanya mengikatnya, tapi dia akan merasa kehilangan sayapnya.”

***

Kilas balik.

Si rambut putih yang biasanya ada di kantor PM Koo datang menemui Peya dan membuka semua wajah PM Koo yang masih berhubungan dengan mantan suaminya demi mendapatkan informasi yang dia inginkan.

Si rambut putih memberikan diska lepas berisi buktinya. Bukti berupa diska lepas. Si rambut putih memberikan nasehat bahwa keadaan istana banyak disadap oleh PM Koo.

***

Masih ingat tentang percakapan PM Koo dan mantan suaminya di penjara? Rekaman suara itu diperlihatkan ke publik sampai ibunya pingsan.

***

PM Koo akhirnya digerebek di kantornya.

Ia dibebastugaskan dan wakilnya akan mengambil alih.

PM Koo hanya pergi dengan membawa sepatunya yang ia beli di Daehan Mingguk.

PM Koo bicara dengan si rambut putih. “Kamu tidak ikut aku?”

“Tempatku selalu di sini.”

PM Koo langsung tertawa.  “Aku memang sudah tahu bahwa para pria hanya setia di mulut. Sungguh menyebalkan. Kapan dan siapa yang masuk ke rumah pribadiku?”

“Sudah terlanjur. Nasi sudah menjadi bubur.”

“Baiklah. Teruslah berada di tempat itu. Aku ingin pergi ke tampat yang lebih tinggi.”

Yang ikut dengan PM Koo hanya sekretarisnya.

****

“PM Koo menyadap keamanan istana.” Ucap Peya. “Nanti kamu dengar sendiri caranya. Aku tidak mau bicara itu.” Iklan ayam goreng terus anjay.

“Apa kamu memasang GPS di ponsel Eun Sup?”

“Eun Sup memasang itu di ponselku. Kamu tidak ketahuan adik-adiknya Eun Sup bukan?”

Captain Jo langsung pakai logat Eun Sup. “Tentu saja tidak.”

****

Nari sedang minum dan santai bareng dua adiknya Eun Sup.

“Eun Bi, kamu tahu Oppamu tidak punya SIM?”

“Orang itu bukan Oppaku.”

“Benar. Dia aneh bukan? Eun Bi tidak mungkin salah. Eun Bi, coba dengar aku…”

Tbtb Eun Sup datang dan kedua adiknya langsung teriak dan memeluk Eun Sup.

“Eun Bi. Kamu bilang dia bukan Oppamu.”

“Orang ini benar Oppaku.”

“Apa maksudmu? Kenapa dia…”

Nari pun melihat Eun Sup. “Ahh memang benar.” Ucap Nari.

“Myeong Nari, kamu pasti rindu aku bukan? Aku sangat merindukanmu.” Dan langsung Eun Sup memeluk Nari.

“Kemarin kita bertemu.” Ucap Nari.

“Sedang apa kalian? Anak-anak melihat.” Wkwkkw kata si para bocah. Eun Bi menutup mata saudaranya.

Akhirnya mereka pelukan berempat. Wkwkkw.

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!