Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 14 Part 4

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 14 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti yaaaa…. btw, mimin buat santuy ya. lagi banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Tapi pasti diupdate kok.

Kang Shin Jae melihat sang ibu dari kejauhan.

Mengingat ucapannya. “Kang Shin Jae. Kamu adalah keajaiban.” Kok saya sedih ya.

***

Saat ada di hutan bambu. Lee Gon merasakan waktu berhenti dan di dalamnya ramai orang berkunjung. Saat itu adalah tahun 1994 bulan desember.

Lee Gon masuk portal. Ia melihat dirinya yang kecil sedang menangis di TV.

Ia kembali ke portal yang lain. Melintasi waktu. melihat kejadian yang sama. Masih di hari yang sama.

“Hanya saat seruling dijadikan satu, sumbu waktu akan terbentuk. Hanya dengan separuh dari seruling, aku hanya bisa berpindah secara lateral. Jika ingin ke tahun 2020; setidaknya menghabiskan sekitar empat bulan di gerbang dimensi.”

Gon melepaskan koran yang ia ambil dari ahjussi. Waktu pun berjalan lagi.

Lee Lim ingat percakapannya denga Jeong bahwa ia kecil versi Daehan Mingguk sudah meninggal saat usia 8 tahun.

Lee Gon pun menggunakan telepon umum di sampingnya. Ia menelepon kantor polisi. “Lee Seong Jae. Lahir tahun 27 februari 1951. Lee Eun Hi, lahir 23 oktober 1952. Lee Ji Hun lahir 28 oktober 1987. Song Jeong Hye lahir 8 agustus 1965. Tolong cari keluarga ini. seluruhnya akan meninggal kecuali Song Jeong Hye.”

“Baiklah. Kamu memberikan informasi? Siapa namamu?”

“Tolong segera periksa. Bisa saja mereka sudah meninggal.”

“Tunggu sebentar.” Dan ternyata memang sudah ada info mereka meninggal.

“Penjahatnya sudah tertangkap?” tanya Lee Gon.

“Jangan tutup teleponnya. Bagaimana kamu bisa tahu kasus ini? apa kamu menelepon dari telepon umum?”

Lee Gon malah meutup teleponnya.

*****

Lee Gon pergi ke padang rumput. Tempat yang sama saat ia dan Jeong mencari sang  Ibunya Lee Kecil.

Saat itu tbtb seruling miliknya nampak menghilang.

Lee Gon berjalan.  Ia sampai di Dojo tempat tinggal Jeong dan keluarganya. Saat itu keluarga Jeong masih berkabung karena Ibunya Jeong meninggal.

Jeong kecil bertemu dengan Peya karena cucian sabuk milik ibunya kabur kena angin. Peya mengambil sabuk itu. Peya memberikannya lagi.

“Jeong Tae Eul?”

“Siapa kamu? Bagaimana kamu tahu namaku?”

“Benar-benar 5 tahun. Aku… datang dari waktu yang lain. Aku datang ke tahun 1994. Aku akan pegi. Aku sedang menuju padamu.”

“Aku tahu siapa kamu.”

“Kamu tahu siapa aku?”

Jeong mengangguk. “Penculik.” Wkwkkwkw.

“Ternyata, sifatmu sama seperti dulu. Letnan Jeong Tae Eul.”

Seorang ahjumma datang. “Kamu siapa?”

“Aku kenalan instruktur Jeong. Terimalah belasungkawaku.” *saat itu Emaknya Jeong berpulang guys.

Peya memegang kepala Jeong. “Selamat tinggal.” Ia pun pergi.

*****

Jeong Tae Eul masa kini sedang menyiram tanamannya.

Kemudian mendapatkan telepon.

“EMMMM….”

“Aku menemukan sesuatu yang aneh. Sepertinya aku pernah dengar suara ini. coba dengar.” Ucap rekannya Jeong. Ia kemudian memutarkan laporan Lee Gon saat tahun 1994. “Ini suara orang itu bukan? Orang yang tampan dengan penuh uang itu. Ini tidak masuk akal. Orang itu pernah memberikan informasi pada tahun 1994. Awalnya tidak ada. ingat informasi yang kamu cari? Tersangka dari kematian keluarga itu adalah orang ini.”

*Jeong malah jadi punya ingatan pernah bertemu Lee Gon saat bocah.

“Aku mendapatkan ingatan baru. Aku ingin semuanya. Saat umur 5 tahun. Orang itu ke tempatku. Tahun 1994; itu adalah malam pengkhinatan. Dia pergi ke hari pengkhianatan. Jadi, dia ada di masa lalu?”

Jeong bicara sendiri dan menangis,

*Nangis terusssssss…

“Kamu sudah sampai mana? Aku harus menunggu sampai kapan?”

Lanjut ke bagian 5 yaaaaaaaaaaa….. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!