Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 14 Part 6

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 14 Part 6 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih. Saat di dalam telepon umum. Ingatan itu mendadak muncul.

Jeong menangis lagi. “Dia datang lagi. Dia juga datang pada tahun 2016.”

Dan di telepon umum ada tulisan 2016 dan tanggal. Jeong kaget.

“Tunggu aku. Sebentar lagi. Aku akan tiba.” Tertulis demikian.

***

Ingat saat acara mendayung di kerajaan Corea.

Peya dengan jaket menyapa Yeong.

“Yeong Ah.”

“Peya.”

Tbtb Yeong mengingat kenangan itu.

“Peya. Kenapa kamu ada di sana?”

****

“Peya kenapa kamu ada di sini? Bukankah seharusnya ada di garis mulai? Kamu juga belum berganti baju.”

“Yeong Ah. Kamu punya kartu masuk pacuan kuda? Jangan tanya alasannya.”

Yeong langsung memberikannya. Kemudian dibawa pergi Peya.

Peya menaruhnya di dalam jaket kelinci berisikan kartu masuk pacuan. Peya menaruhnya di kursi umum.

“Diamkan ini di sini. Jangan dipindahkan. Ini perintah raja. Dan ingat semua perkataanku sekarang.”

“Ada apa?”

“Suatu saat kamu akan pergi ke tempat bernama Daehan Mingguk. Kamu akan ditinggal sendiri di sana, dan tugasmu adalah mencari Song Jeong Hye. Mungkin itu hal yang ingin kamu bicarakan sambil minum minol.”

“Siapa Song Jeong Hye?”

“Kamu tidak akan paham jika jelaskan sekarang. Tapi kamu akan paham nanti. Saat itu, minta bantuan Detektif Kang. Kamu tidak percaya pada Letnan Jeong pada saat itu.”

“Letnan Jeong Tae Eul? Kamu sudah bertemu dengan dia?”

“Aku sedang berusaha untuk bisa bertemu dengannya. Karena itu, kamu tidak boleh menghentikanku sekarang. Itu juga perintah raja. Jika aku terlambat. Aku tidak akan pernah bertemu dengannya.”

****

Saat itulah. Luna muncul dengan jaket kelincinya dan menemukan kartu masuk pacuan kuda di dalam jaket kelinci yang ia ambil dari kursi.

***

Eun Sup malah membuntuti Luna.

Saat itu Luna pergi bersama dengan Nari dan Ayah.

“Yakkk… mobilmu begitu banyak. Tapi kenapa tidak membawa mobil?” ayah mengeluh pada Nari.

“Mobilku hanya muat dua orang.”

“Kalau begitu. Aku dan Tae Eul yang di mobilmu.”

“Kalau muat satu orang gimana?” tanya Nari.

“Aku yang naik.” Kwkwkw.

“Tapi itu mobilku. Sejak awal, semuanya mobilku.”

“Mobilmu muat sedikit orang. Kenapa selalu membawa mobil yang begitu?”

Luna tertawa. “Kalian selalu begini? Jeong Tae Eul selalu hidup sambil mendengarkan lelucon ayah begini?”

“Kenapa Unnie?”

“Pantas aja aku disuruh beli daging sapi.” Ucap ayah.

“Dia memang sudah gila.”

****

Jeong yang asli ada luka di lehernya karena kena sepihan benda saat gas meledak. Jeong yang asli masih memperhatikan luna dari jarak dekat.

Luna tahu ia sedang diperhatikan. Luna malah berusaha menempel Nari dan Ayah yang sudah jalan duluan.

***

Hingga keduanya bertemu dalam gelap. Di lorong gang.

“Aku sudah beri tahu bahwa jika kita bertemu kamu akan mati.”

Luna langsung lari menusuk Jeong.

“Sebentar lagi. Ayahmu akan pergi patroli. Orang-orang yang berwajah penjahat sepertinya menuju ke sana. Kenapa? Kamu tidak pernah kehilangan seseorang? biasakan itu mulai sekarang. Selama hidup, aku selalu kehilangan sesuatu dalam hidup.”

Luna melepaskan senjatanya.

Jeong sudah terluka dan dijatuhkan ke jalanan.

Luna pergi.

****

Jeong kesakitan di jalanan. Ia meraih ponselnya.

“Aku letnan Jeong Tae Eul. Aku mau minta bantuan di daerhan Hyoja ro 13 gil. Tolong kirim mobil patroli sekarang.”

Jeong kemudian melepaskan ponselnya.

Ingatannya hanya tentang saat pertama ketemu Peya dengan baju banyak kancing. Tae Eul menyesal tidak memeluk Peya saat itu.

Kisahnya malah begini;

“Kamu sungguh datang.” Ucap Jeong. “Ke Gwanghamun. Dan kamu juga pakai baju dengan banyak kancing.”

“Ini aneh. Sepertinya kamu mengenaliku.”

Dalam hari Jeong berkata. “Tidak ada kebetulan dalam takdir. Suatu saat, takdir pasti akan datang.tapi ketika sadar, semuanya akan terlambat.”

“Aku akan menyesal jika tidak melakukan ini sekarang.”

Tae Eul memeluk Lee Gon.

Bersambung……………………. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!