Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 15 Part 4

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 15 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini terima kasih sudah membaca yaaa… terima kasih sudah mengikuti.

Lee Lim ketemuan dengan PM Koo di bawah gorong-gorong jembatan kayak tikus got.

“Tahta Ratu sudah tidak mungkin. Dan kamu dibebastugaskan. Kamu sudah makin tidak bisa ke tempat tinggi.”

“Maka itu aku berniat ke tempat luas, bukan tempat tinggi. Sepertinya punyamu ada di dalam payung. Kalau begitu, di mana seruling milik Lee Gon? Aku mau mengambilnya. Bukankah itu bagus? Kita bisa saling berbagi.”

“Ada cara lebih baik. Kamu boleh memiliki ini.” Lee Lim menunjukkan payungnya.

“Apa yang sedang kamu…”

Dan PM Koo langsung dicekik Lee Lim.

“Aku sedang menunjukkan amarahku kepadamu. Yang aku mau darimu sederhana. Dapatkan Lee Gon atau kerajaan Corea. Tapi, kamu tidak bisa mendapatkan keduanya. Sekarang jalanmu untuk hidup hanya satu. sebentar lagi adalah hari peringatan kematian Ibunya Lee Gon. Berikan aku jalan agar aku bisa ikut acaranya.  Aku akan membuat Ratu hidup kembali. Saat itu, aku akan umumkan keberadaan dua dunia. Daehan Mingguk dan Kerajaan Corea.”

Kemudian waktu berhenti. Lee Lim merasakannya. Ia sadar, akhirnya sang keponakan sudah pulang.

Lee Lim pergi dengan cucu orang kaya yang mengandung versi palsu itu.

Saat waktu berjalan kembali. Di tangan PM Koo sudah ada foto dari Ahjumma Song.

****

Peya datang dan memeluk Nenek Noh. Ia berterima kasih karena melesakannya saat dulu. Di hari naas itu.

****

Saat tiba di Kerajaan. Peya minta bertemu dengan anak dari mendiang Pangeran yang saat dulu menjadi pembuka gerbang untuk pasukan Lee Lim.

Peya bahkan bertemu dengan ahjussi Lee di jalanan.

“Kamu tidak ingat aku? Pada malam pengkhianatan. Di pintu belakang istana. Pria yang menembak kakimu.” Peya melemparkan pelurunya di jalanan.

“Bagaimana kamu bisa…”

“Hal terbaik yang pernah kamu lakukan adalah menyembunyikan hal itu pada mendiang pamanku. Jika kamu tahu kamu berkhianat, dia pasti sedih. Sekarang, kamu tidak bisa kembali ke kerjaan corea sampai kapanpun.”

“Tunggu… dengarkan aku.”

Dan Peya membuat pengumanan akan membuang anak pamannya ini.

***

Ibunya Kang yang ada di kerjaan korea diberikan baju oleh Peya.

Ternyata sang Ibu bertemu dengan Kang yang ikut ke kerajaan corea.

“apakah kamu sungguh Hyeon Min? Omma… kamu bisa mengenali Omma? Waktu itu, tidak ada cara lain. Mianhae. Sungguh mianhae.”

“Kamu kehilangan aku, atau membuangku? Tanganmu melepaskanku?”

“Agar kamu hidup. Hidup dengan baik.”

“Aku tidak bisa hidup dengan baik.” Ucap Kang berkaca-kaca. Guys, terdaebak aktingnya di sini emang Kang Shin Jae buatku. “Jangan berharap apapun. Dan jangan minya maaf. Aku hanya mau melihatmu sesekali. Aku mau terbangun dari mimpi burukku. Jaga kesehatanmu. Kali ini, aku yang akan membuangmu.”

Kemudian Kang pergi. Sang Ibu menangis.

*ingat nggak? Kang nggak bisa tidur bertahun-tahun sampai ke psikiater.

***

“Bukannya biasanya raja makan sembilan lauk dan lainnya?” tanya Kang.

“Tergantung orang yang datang. Ini sepertinya cocok untukmu.” Eeehh malah ngebir guys.

“Terima kasih untuk hari ini.”

“Ibumu tidak akan terluka. Aku bayar biaya makanmu dengan ini.”

“Terima kasih lagi.”

“Kini kamu mau kemana? Tetap di sini, atau mau kembali?”

“Kamu mau ke mana?” tanya Kang. “Kamu akan kembali ke malam itu?”

“Ya. harus.”

“Jika kembali. Kamu yakin bisa menangkap Lee Lim?”

“Bisa jika hanya berfokus pada Lee Lim. Pada saat Lee Lim mencekik leherku. Saat itu, Lee Lim tidak berdaya karena terlalu marah.”

“Kenapa tidak kamu lakukan?”

“Kamu akan menyesali pertanyaanmu. Waktu itu aku memecahkan kubah kaca, dan membuat orang berfokus kepada diriku. Karena aku mau menyelamatkan diriku yang masih kecil.”

“Jadi, sekarang, kamu tidak mau menyelamatkan dirimu sendiri? kalau begitu, kamu akan hilang.”

“Jika aku berhasil. Seluruh waktumu di Republik Corea juga akan hilang. Semua akan kembali saat Hyeon Min belum bertemu dengan Lee Lim. Jadi, kamu juga harus putuskan pilihanmu. Jika kamu mau membunuhku, ini kesempatan terakhirmu.”

Lanjut ke bagian 5 klik di sini yaaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!