Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 15 Part 5

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 15 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini terima kasih sudah membaca yaaa… terima kasih sudah mengikuti.

“Harusnya aku meracuni minumanmu.” Ucap Kang. “Jeong Tae Eul tahu rencanamu?”

“Dia tidak boleh tahu.”

****

Lee Lim masuk ke dalam gerbang lagi.

Dua orang pria di tempat kuno langsung memberi salam pada Lee Lim yang sedang memegang senjata.

Dua orang pria itu pun pergi.

Ada ahjumma Song makan dengan sembarangan dari meja yang disediakan.

Lee Lim malah makan sambil duduk dan ahjumma masih berdiri.

Ahjumma tertawa dn mengelurkan darah. “Kamu lengah.” Ucap ahjumma.

“Wanita gila. Berani-beraninya kamu!!!”

“Pria bodoh. Apa kamu sedang berdoa? Aku berdoa setiap hari agar kamu mati. Akhirnya,  aku akan mati. Aku…. akhirnya mati…”

Ahjumma mulai tidak sadar, perawat langsung datang.

Saat itu. Waktu kembali terhenti.

Karena waktu terhenti saat perawat mengambil suntikakan. Lee Lim langsung mengambilnya dan menyuntikkan ke dirinya sendiri. *ia sempat makan makanan yang sama dengan ahjumma Song.

***

Lee Lim berjalanan di jalanan ramai dengan wajah penuh dengan darah. Saat itu siang hari dan ia membawa senjata laras panjangnya.

Di depannya sudah ada sang keponakan yang datang.

“Aku bahkan sudah menghindari kematian.” Ucap Lee Lim. “Tapi kenapa aku selalu ditakdirkan untuk tidak bisa terhindar darimu? Bagaimana kamu bisa menemukanku di sini?”

“Akan baik jika hanya aku seorang. Tapi, bukan hanya aku. Seseorang menghitung hari, mengejar, dan berdoa agar kamu ditangkap. Dan seseorang itu sedang berhadapan denganmu. Beraninya kamu gunakan hari peringatan Ibuku.”

“Seharusnya kamu di sana. Seharusnya kita bertemu di sana. Tidak bisa begini. ini tidak bisa berakhir begini.” Lee Lim menggunakan senjatanya.

“Masih ada waktu sebelum waktu berjalan lagi.”

Lee Lim melepaskan senjatanya. Rupanya peluru emang nggak mau keluar. “Awalnya hanya selama 22 langkah. Tapi kamu mengentikan dunia yang akan aku miliki ini.”

“Kamu menunda kematian selama 25 tahun menggunakan seruling. Kini dunia yang mati. Maka itu, sekarang pertarungan ini harus diselesaikan.”

Waktu berjalan lagi.

Lee Lim menodongkan pada Peya lagi senjatanya. Tapi, kaki Lee Lim keburu ditembak. Oleh Jo Young yang ada di belakang Peya. Di sampingnya juga sudah ada Kang.

Kemudian Peya mengambil sebelah seruling dari Lee Lim.

*eeehhh semudah itu?

****

Di dalam hutan bambu. Peya memegang seruling. Tapi dunia masih diam.

Kang masih menodongkan senjata pada Lee Lim. “Apa ada yang salah?”

Lee Gon memberikan sebelah seruling ke tangan Lee Lim.

Kemudian daun bergerak dan gerbang muncul.

“Kamu tidak bisa buka gerbangku. Mungkin kamu sudah mengira itu.” Ucap Lee Lim. “Darahku sudah mengalir di seruling itu.”

Lee Gon kemudian mengambil seruling itu lagi.

Jo pun lari dan datang dengan sebelah seruling lainnya. Peya mengambilnya.

“Kalian berdua tunggu di sini.” Ucap Peya.

Peya di hadapan gerbang. Kemudian gerbang terbuka. Bedanya warnanya merah.

“Itu Obeliks ayahku. Akhirnya aku melihat momen ini.” Ucap Lee Lim. “Saat yang aku tunggu sudah tiba.”

“Suara seruling tidak terdengar.” Ucap Lee Gon. “Serulingnya tidak berbunyi.”

“Di tanganmu sudah ada keabadian dan kesempurnaan. Kamu menyedihkan.” Ucap Lee Lim. “Seruling itu tidak akan berbunyi karena sudah menjadi satu. lupakan malam pengkhianatan itu, dan ayo kita masuk. Berdua.”

“Serulingnya tidak sembunyi.” Ucap Lee Gon ke arah Lee Lim. “Jika tidak berbunyi, aku tidak bisa kembali ke malam itu. Kita harus meretakkannya lagi.”

“Maksudmu kamu harus kembalikan sebagaiannya?” tanya Kang.

“Itu tidak perlu. Itu sudah menjadi satu dan utuh.” Jawab Lee Lim. “Di dalam sana ada keabadian dan kesempurnaan. Apa kamu hanya akan pakai itu untuk kembali ke malam pengkhianatan?”

“Aku tidak butuh keabadian dan kesempurnaan. Pada akhirnya kamu tidak akan bisa lihat, atau memiliki ruangan itu.”

“Orang bodoh. Jika begitu. Coba saja. perintahkan aku untuk pergi dan mati. Kamu memang bisa buka gerbangmu, tapi aku akan butuh seseorang untuk masuk ke gerbang itu dengan aku. Siapa dia?  Siapa yang akan kamu suruh untuk mati di sana?”

Lanjut ke bagian 6 yaaa… klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!