Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 15 Part 6

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 15 Part 6 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini terima kasih sudah membaca yaaa… terima kasih sudah mengikuti.

“Diam kamu.” Ucap Peya. “Kamu bukan menghindari kematian. Tapi menunda hukuman Tuhan. Ditambah dengan ejekanmu tadi, kamu akan mati dengan menyedihkan.”

“Aku akan di sini. Lalu pergi bersamanya.” Ucap Jo.

“Aku saja. aku hanya perlu dengannya?” tanya Kang.

“Peya, aku akan selesaikan Pengkhianat Lee Lim dengan tanganku.” Ucap Jo.

“Aku sudah sering katakan. Kalian harus ke dunia kalian. Berikan. Kapan kamu akan pergi?” tanya Kang.

Peya diam. Masih memegang seruling dua bagian yang patah.

***

Peya sudah masuk gerbang.

“Sejauh mana kamu pergi? Sejauh mana?”

***

Lee Lim akhirnya masuk ke kantor Detektif. *udah kayak episode awal. Kang yang membawanya dan di sana ada Jeong juga yang sudah masuk kantor untuk interogasi.

*****

Ada foto kematian. Mendiang Song Jeong Hye. Ahjumma  Song meninggal dan dikremasi. Saat itu Jo dan Peya menunggu proses kremasinya.

Tak lama, mereka pergi.

***

“Sekretaris Moo. Besok, katakan bahwa Se Jin sebagai penerus tahta kerajaan Corea.”

“Peya.”

“Jika sesuatu terjadi kepadaku, cucu Pangeran Buyeong, Lee Se Jin. Akan naik tahta menjadi Raja Kerajaan Corea.”

“Peya….”

****

Jeong masih melamun di kamarnya. Kena malarindu. Ia hanya memandang selembar uang kertas dan foto dirinya.

Saat itu. Bunga warna ungu terjatuh di mejanya. Bunga dari Peya. Saat ia memegang kelopaknya. Bunga itu malah menghilang.

***

“Di mana seruling? Ahh tidak. Seruling itu di siapa?” tanya Jeong.

“Kamu juga mau mati?” tanya Lee Lim saat diinterogasi. “Kamu akan pergi dan mati?”

“Jawab pertanyaanku. Di mana seruling itu.”

Lee Lim menggebrak meja. “Harusnya kamu takut. Kenapa kamu juga begini? kenapa kamu memilih itu? Kenapa?”

“Aku takut. Aku takut orang itu kesepian. Aku juga takut jika kedua dunia terus begini. jadi, kamu juga pilih. Bukannya masuk denganku lebih baik? Ini kesempatan terakhirmu. Seruling itu ada pada siapa?”

“Jika itu rasa takut kalian, caraku menakuti kalian salah. Aku sudah kirimkan neraka baik untuk keponakanku atau PM Koo.”

****

Ada berita.

“Cucu Pangeran Buyeong Lee Se Jin yang tinggal di LA. Meninggal karena kecelakaan hari ini.” suara itu dari TV. “Tersangkanya adalah pemilik Farmasi Hogyeong Park Ji Yeong. Fakta bahwa Park Ji Yeong hamil tua membuat orang-orang makin kaget. Sebelum melahirkan, Park Ji Yeong berkunjung ke LA untuk ….”

PM Koo yang melihatnya langsung melepaskan tabletnya. Ia sangat kaget.

“Dia menggunakan Ji Yeong untuk ini?”

Pm Koo yang panik langsung menggunakan ponsel 2G miliknya.

“Omma… Omma makan apa hari ini?”

“Makan malam? Kamu belum makan?” ahjumma kini menjadi ahjumma yang berbeda. Ibunya PM Koo sudah ditukar. “Apa kamu sangat sibuk?”

“Omma. Cepat jawab aku. Omma makan apa malam ini?”

“Omma tadi makan Jjangmeyeon. Kenapa? Kamu mau makan apa?”

Kemudian PM Koo menjatuhkan teleponnya. Ia nampak stres dan menjambak rambutnya.

***

Jeong melepaskan borgol Luna.

“Apa ini?” tanya Luna. “Di sini aku juga dilepaskan karena akan mati? Aku masih bisa hidup beberapa lama.”

“Hiduplah yang lama. Jika tidak begitu, ayahku akan sedih.”

“Aku tidak mengerti maksudmu.”

“Aku akan pergi ke suatu tempat. Bisa saja lama. Selama ini, jaga ayahku sebagai Jeong Tae Eul. Sebelum itu, curi sesuatu untukku.”

lanjut ke bagian 7 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!