Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 16 Part 1 (Final)

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 16 Part 1 (Final) – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini terima kasih sudah membaca yaaa… terima kasih sudah mengikuti.

Ayah Jeong sedang membuang sampah dan mengeluh kapan anaknya pulang. Ada sms, “Ayah, aku mengintai malam ini. lokasinya cukup jauh.”

Ayah akhirnya masuk lagi.

Padahal Jeong berada tidak jauh dari Ayah. Keknya sih lebih mirip Luna deh. duhh.

“Tangkap penjahat itu, dan jangan lupa makan.” Ayah membalas.

“Aku akan segera menghubungi, Appajie.”

***

Kang Shin Jae meratap sendirian. Ia menangis. Tangisannya adalah tentang bagaimana ia jatuh cinta pertama kali pada Jeong. Bagaimana Jeong memilih pria lainnya.

***

Kini Jeong ada di depan hutan bambu bersama dengan Lee Lim. Ia meminta dan mengancam Lee Lim untuk masuk.

****

Peya dan Jo Yeong kembali ke malam kudeta. Saat itu, langkah awalnya adalah membuat Captain Jo menunggu di depan gerbang menggantikan anaknya Pangeran. Captain Jo diminta untuk menembak mereka yang datang. Termasuk Lee Lim.

Peya memutuskan untuk masuk sendiri. seperti biasanya ini katanya perintah raja. Tapi, Jo tidak mau dan minta masuk bersama. Peya tetap saja memerintahkan Jo menunggu dan akan masuk sendirian.

Jo nggak nurut. Dia malah masuk ke dalam istana.

Pedang 4 harimau ditaruh di depan gerbang.

“Malam ini. kami tidak sendiri. kami, hanya belum sampai di tempat tujuan.” Peya pun berlari masuk ke dalam lorong istana.

****

Lee Lim ada di ruangan waktu bersama Jeong. Jeong mengambil potongan seruling milik Lee Lim.

“Lalu, bagaimana rencanamu sekarang?” tanya Lee Lim.

“Kita harus menunggu. Hingga Lee Gon menghentikanmu di masa lalu dan mengambil semuanya. Jika Lee Gon gagal, aku yang akan menghentikanmu.” Jeong langsung menodongkan senjatanya.

“Jika keponakanku mengembalikan segalanya, semua ingatanmu tentang Lee Gon akan menghilang.”

“Itu sebabnya, hatiku sangat sakit. Semua ingatan indahku hanya tersisa di hatiku.”

“kamu tidak bisa menembak di sini. Tidak ada yang bergerak di sini.”

“Tidak ada yang tahu. Tidak pernah ada yang mencoba menembak di sini.”

****

Kembali ke lokasi utama. Saat Peya kecil akan ditembak dan tembakkan ditembakkan di atas atap. Kaca mulai berjatuhan dan seruling utuh pun jatuh.

Saat itu, Peya kecil malah berlari.

Dan datanglah Captain Jo dan Peya.

Mereka menembak ke segala arah dan langsung melumpuhkan musuh yang terlihat.

Seruling yang terjatuh sudah ada di tangan Lee Lim. Tapi potongan seruling yang ada di Jeong dan Peya perlahan akan menghilang.

***

“Seruling itu kenapa? Ternyata, aku mendapatkannya?” ucap Lee Lim yang melihat seruling di tangan Jeong mulai menghilang. “Akhirnya, aku mendapatkan seruling itu seutuhnya. Jika punyaku hilang, punya keponakanku juga pasti hilang. Bagaimana ini? Lee Gon tidak bisa kembali selamanya. Dan kamu akan selamanya terkurung di sini denganku.”

****

Lee Gon lari sampai ke gerbang dan gerbang sudah terbuka.

***

Peya kecil ada di pelukan Captain Jo. Anak kecil itu masih hidup.

Orang-orang dan penjaga mulai masuk. Captain Jo pun pergi.

Peya kecil langsung ditemukan oleh Nenek Noh.

****

Jo terduduk. Hanya ada suara piano dan kenangan Peya kecil yang mengatakan Jo adalah pedang abadinya.

****

“Omma, dengarkan perkataanku baik-baik. Ini cerita yang sangat panjang.” Kang membawa Ibunya menemui Kang Shin Jae yang asli. “Ayah. Menyembunyikan sesuatu.”

“Astagaa. Anakku sudah besar.” Ahjumma menangis melihat Kang Shin Jae.

“Lebih tepatnya, tentang anakmu, Kang Shin Jae.”

“Astagaaa… anakku. Ottokeeee…. Shin Jae. Omma  tidak tahu.”

Kemudian ahjumma langsung mencengkeram Kang.

“Kamu tahu ini? anakku Shin Jae yang begini. sejak kapan kamu menyembunyikan ini? bagaimana dengan anakku? Bagaimana dengan Shin Jae?” Ahjumma menangis dan memukul-mukul Kang.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini yaaaa…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!