Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 16 Part 2 (Final)

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 16 Part 2 (Final) – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini terima kasih sudah membaca yaaa… terima kasih sudah mengikuti.

Kang akhirnya pergi, dan sang Ibu langsung lari dan memeluknya. “Mianhae, seharusnya Omma memelukmu. Kamu juga anakku. Ini bahkan bukan salahmu. Harusnya Omma memelukmu dulu. Omma, sungguh minta maaf. Mianhae.”

Kang Shin Jae menangis. “Omma….”

****

Lee Lim langsung lari ke dalam hutan bambu. Gerbang langsung terbuka. Gerbang yang berwarna merah.

“Ternyata aku benar. Ternyata ini gerbang menuju dunia lain.”

“Pengkhianat Lee Lim.” Peya langsung menebas tangan Lee Li Lim. Serulingnya langsung jatuh.

“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Lee Lim. “Kenapa kamu mengejarku? Bagaimana pedang empat harimau bisa ada di tanganmu?”

“Aku raja kerjaan corea. Pemilik sah pedang empat harimau. Dan orang yang akan menghukum perbuatanmu.”

“Raja? Raja sudah mati di tanganku. Bagaimana seseorang kemudian menjadi Raja?”

****

Lee Lim yang bersama dengan Jeong berkata. “Sepertinya keponakanku gagal. Aku masih baik-baik saja.”

“Kamu tidak baik-baik saja. terlebih jika Lee Gon gagal.” Jeong mencoba menembak dan gagal.

Lee Lim sampai tertawa. “Sangat menarik melihat harapan bodohmu itu. Tapi, aku tidak mau melihatnya lagi.”

****

Suara tembakkan kini terdengar dan mengarah ke Lee Lim. Benih di pot milik Jeong pun tumbuh tunasnya. Tembakkannya kali ini keluar peluru.

Balon-balon berterbangan dan petir menyambar. Banyak foto-foto di ruang wakti tang hilang.

****

“Langit menganugerahi kita hati, dan tanah membantu arwah. Matahari dan bulan terbentuk, gunung dan sungai terbentuk, lalu petir menyambar.” Ucap Peya di depan Lee Lim.

“Kamu pasti Putra Mahkota. Ternyata kekuatan seruling. Ternyata kamu adalah Lee Gon.

Ada suara Raja Lama (Ayahnya Lee Gon, yang jadi jahara di drakor Voice 2). “Orang bijak tergerak mengalahkan kejahatan di gunung dan sungai. Peganglah dengan bijak. Dan lakukan dengan benar.” Peya melanjutkan. “Pengkhianat Lee Lim, akan dipenggal.”

Sretttttt……… kena deh.

*****

Bocah Yoyo main Yoyonya di lorong jalanan. “Aku pikir talinya akan putus. Ternyata malah tumbuh tunas.”

Tbtb bocah Yoyo udah gede gitu.

“Gerbangnya akan tertutup dan hanya ingatan yang akan tersisa. Haruskah aku putuskan atau aku biarkan?” Yoyo masih terus dimainkan.

****

Kini. Lee Lim berhasil ditebas kayak rumput. Kedua Lee Lim di dimensi yang berbeda hanya  tergeletak kemudian diam-diam menghilang seperti mantan kalian.

“Ternyata dia berhasil.” Ucap Jeong. “Berarti, kamu tidak akan kembali.”

Jam milik Peya pun berputar mundur. Peya kini kehilangan bekas lukanya. Barang-barang pun mulai menghilang, uang kertas dan foto milik Jeong, boneka gantungan kunci, bahkan ikat rambut.

*btw, ikat rambut mimin selalu hilang tanpa perlu ada dunia paralel sih guys. Apakah itu nasib ikat rambut?

****

Kembali ke republik Korea tahun 1994. Saat ahjumma Song tertawa saat cuci piring. Tertawa karena suaminya sudah mati.

Tapi kemudian ahjumma menangis. “Tapi, seseorang membunuh dia mewakili aku. Sekarang, aku dan Ji Hun. Tidak punya tempat untuk pergi. Karena itu, aku mohon kamu yang pergi.” Ucap Ahjumma pada kakak iparnya yang cacat. (Lee Lim versi republik korea). “Jangan khawatir. Aku tidak berbuat sama dengan suamiku.”

***

Lee Lim dibawa ke panti.

“Aku tidak bisa merawatmu di rumah karena harus bekerja. Aku akan datang sebulan sekali dengan Ji Hun.”

Dan Ji Hun memberikan surat sarangeyo pada Pamannya.

Lanjut ke bagian 3 yaaaa… klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!