Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 16 Part 5 (Final)

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 16 Part 5 (Final) – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti sejauh ini yaaa…

“Si kembar tumbuh dengan baik?”

“Aku hampir mati merawat mereka. Ini semua karena ayah dan ibuku kembali bersama.” Ucap Jo Yeong.

“Siapa nama mereka?”

“Mereka dipanggil dengan nama panggilan. Eun Bi dan Kka Bi.”

“Kamu tidak merindukan mereka?”

“Aku tidak apa. Eun Sup juga tidak akan mengenaliku. Ini yang peya suruh aku cari.” Jo memberikan dokumen.

****

Peya mencari Kang Hyeon Min. Ternyata di kerjaan korea, ia juga menjadi polisi.

****

Jeong ada di toko buku. Lebih tepatnya di bagian luar gang.

“Di sini.” Ucap Kang.

“Hyung Nim.” Ucap Luna.

“Jangan panggil aku begitu. Seniormu memanggilmu, tapi kenapa kamu tidak datang dengan berlari?”

“Aku libur hari ini. tadinya aku mau bilang, tapi hari ini hari ulang tahunku.”

“Aku tahu.”

“Sungguh? Bagaimana bisa?”

“Terpaksa. Ini datang lagi. Pak Kepala menyuruhku menangkapmu.” Kang mengeluarkan selembar kertas.

“Tidak semua pelanggar berada di tempat parkir. Bisa saja di ladang, atau di jalanan. Kamu panggil aku yang libur hanya untuk ini?”

*ternyata mengeluarkan semacam surat tilang.

“Bukan. Untuk memberimu hadiah.”

“Aku tidak tertarik dengan perkataanmu, aku akan pilih hadiahku.” Jeong langsung lari ke toko buku.

Kang ada telepon.

“Aku Kang Hyeon Min, Skuad Tiga Divisi Kejahatan Kekerasan.”

Tanggal 27 mei 2022. Itulah hari kejadian.

Jadi. itu Luna. Heheheh. Luna jadi polisi juga.

****

Koo ada di dalam penjara. Jeong menengoknya.

“Sudah makan?” tanya Koo.

“Sudah.”

“Bagaimana tidurmu?”

“Nyeyak.”

“Yak!!!! Maksudku, tentang aku. Bukan kamu.” Ucap Koo. “Seharusnya kamu yang bertanya kepadaku. Apa aku makan dan tidur dengan baik. Makanku, tidurku, dan pengadilan bandingku! Kamu tidak peduli?”

“Waktu polisi kerjaan korea tidak seluang itu.” Ucap Luna. “Jika mau makan dan tidur dengan baik. Seharusnya kamu tidak menjadi anggota dewan yang memakan uang rakyat.” Wkwkkw.

“Yak!!!”

“Apa?”

“Hukum yang berlaku aneh. Bukannya anggota dewasn harus diberikan kekebalan hukum? Aaahhh seharusnya aku menjadi PM.”

DAN SIPIRNYA MALAH YANG DULU JADI SEKRETARISNYA. “Tahanan, tolong tenang di ruangan ini.”

“Bagaimana dengan Omma?” tanya Koo. “Jika kamu punya waktu untuk ke sini. Urus saja Ommaku.”

“Berbakti itu urusan masing-masing. Unnie keluar dan berbaktilah.”

“Aku pun mau begitu. Cepat ganti pengacaraku!!!! Cari yang mahal.”

“5827. Tolong tenang.” Ucap sipir lagi.

“Bisa cari sipir baru untukku?” tanya Koo. “Aku tidak tahu  kenapa, tapi aku sangat tidak suka jika dia memerintahku.”

“Kunjunganku sudah selesai.” Ucap Luna.

“Yakkk!!!! Koo Seo Gyeong.”

WAAAWWWW TERNYATA DIADOPSI DAN JADI ADIKNYA KOO, AMPUN DAH.

****

Jeong sendiri sedang mengajari maknaenya. Maknaenya bertanya kemana saja Jeong pergi tiap akhir pekan karena tidak pernah ada.

***

Peya sedang memakai mantel coklat.

“Sebenarnya kamu ke mana setiap akhir pekan?” tanya Nenek Noh. “Kenapa juga kembali di saat subuh?”

“Di mana pun itu, kamu sebut saja, “ruang bekerja”. Akan kucoba hemat kancingku pekan ini.”

“Aduhh… kepalaku. Aigoooo… jantungku. Walau kamu menjual kancing. Jual yang ada di lengan dulu. Jangan sampai, badanmu terkena angin.” Peya memeluk Nenek dan seperti biasanya nenek menyelipkan jimat di kantung peya,

“Kamu makin mahir soal ini.”

“Cepat masukkan lagi. Mau bagaimana lagi? Aku harus melakukan ini agar bisa tidur tenang. Masukkan lagi.”

Peya pun memasukkannya lagi.

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!