Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 16 Part 6 (Final)

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 16 Part 6 (Final) – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti sejauh ini yaaa…

Jeong masuk ke gerbang bambu dengan senang.

“Mungkin ancaman Jeong Tae Eul berfungsi. Karena itu, kami bisa melakukan hal yang selama ini kami lewatkan.”

Di ujung sudah ada Peya menarik tangan Jeong.

Peya masih bicara. “Kami juga menjadi tahu beberapa cara. Pertama, mencari tahu tahun tempat kami tiba. Dan berusaha tidak bertemu dengan orang yang mirip dengan kami.”

Mereka lewat di hutan bambu yang ada tempat telepon umumnya,

“Teleponnya dengan diputar. Bukan tombol.” Ucap Jeong. “Berarti sebelum tahun 1981. Aman.”

“Ayo pergi.”

*bentuk telepon dan koran menjadi penanda tahun.

Mereka pergi ke dunia paralel yang lain. Anjayyy… wkwkkw.

Di suatu tempat mereka singgah. Ada Peya versi lalim. Di tempat seperti itu, mereka pun segera pergi. Mereka pergi ke tempat yang tidak biasa.

****

Mereka pernah ke tahun 2000.

“Omong-omong. Siapa yang ingin bertemu denganku?” tanya Jeong pada Peya.

Di ujuung bangku ada Pangeran yang menjatuhkan pulpennya. Jeong langsung mengambilkannya dan duduk lagi bersama dengan Peya.

Pangeran, tak lama pergi dari kafe.

****

“Dia sudah melihatmu barusan.” Ucap Peya. “Dia paman yang membesarkanku.”

“Tapi, sekarang aku sudah tidak percaya bahwa bumi itu datar. Sekarang bumiku sudah bulat.”

“Benarkah? Karena aku?”

“Tentu tidak. Karena grafitasi. Apel terjatuh karena grafitasi.”

“Apalagi?”

“Grafitasi juga menyebabkan pasang dan surut.”

“Apa lagi?”

“Sarange…”

“Kamu mengagetkanku.” Ucap Peya. “Kenapa aku selalu kaget dengan kalimat ini? nadoooo…”

“Tapi, lain kali aku mau kita ke zaman Joseon.”

“Kenapa begitu?”

****

Yang dilakukan kedua orang ini adalah menaruh barang-barang di dalam ruang bukan nol dan satu. Peya malah bawa daun yang membuat Jeong kesal. Peya berkata, tidak pernah tahu pergi ke tahun berapa.

Wkwkwkkw. Mungkin zaman purba dan pakai daun?

***

Di republik korea tahun 1994 di dekat halte bus.

Kang Shin Jae yang masih bocah kehilangan bolanya dan bola itu ditemukan dan dilemparkan balik oleh Peya.

“Kamu mau ke mana? Akan kuberi tahu jalannya.” Ucap Kang Shin Jae.

Dan di belakang Kang Shin Jae ada mobil yang menabrak batas jalan.

“Ada kecelakaan. Aku harus melapor polisi.” Ucap Shin Jae.

***

Peya terdiam melihat kejadian ini sampai Jeong datang.

“Kenapa? Ada masalah?” tanya Jeong.

“Sepertinya aku tahu alasan kita sampai di sini hari ini.”

****

Suatu ketika.

Peya lewat gedung. Ia berpapasan dengan Kang Shin Jae muda yang menjadi pemimpin perusahaan. Republik korea tahun 2022. Kang Shin Jae bukan anak yang lumpuh lagi.

***

“Eun Bi dan Kka Bi. Mereka baru masuk SD.” Ucap Eun Sup pada dua temannya sambil menunjukkan ponselnya.

“Imut sekali.”

“Mirip sekali denganmu.”

Eun Sup kemudian merasa ada orang yang melihatnya terus. Eun Sup pun datang ke pria itu.

***

“Maaf. Apa kamu mengenalku?”

“Apa kabar?”tanya Peya.

“Ahh kamu bekerja di sini? Divisi apa?”

“Kamu sudah mendapatkan SIM?”

“Ya. Sim kelas 1 spesial. Kenapa hanya aku yang menjawab? Aku tanya siapa kamu?” ternyata Eun Sup kerja di BIN.

“Kamu sangat keren. Percaya diri  dan berwibawa. Senang bertemu denganmu. Kamu akan selalu menjadi pedang abadiku.”

“Apa? pedang abadi?”

Peya pergi.

***

Eun Sup mendapatkan telepon dari Nari.

“Yeobooo…. ya, aku sudah makan, kamu? Ahhh kamu sedang diet? Yang benar saja. kamu tidak perlu diet. Perlu???? Aku bingung setiap melihatmu. Kamu peri atau manusia.” Wkwkkwkw.

Masih lanjut ke bagian 7 yaaa… klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!