Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 4 Part 1

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 4 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini. untuk drama ini, saya hanya kasih rekap kalau menurut saya enaknya direkap. Akan ditulis lengkap bila ceritanya penting. Terima kasih.

Jadi, semuanya tergantung situasi drama itu sendiri.

Lee Lim ada di tepi pantai bersama dengan pria yang ada di toko buku. Saat ia melangkah beberapa langkah. Waktu kembali berhenti. Sama seperti saat dia sedang bekerja. *kalau dugaan saya, kalau ada yang lewat portal. Pasti waktu mendadak berhenti. Tapi hanya dirasakan sama yang punya seruling aja.

***

Dunia Corea dan Republik korea juga berhubungan. Misal Jo Young di Corea menumpahkan air panas, di Republik Korea, Eun Sup saat menumpahkan air dingin, jadi terasa panas.

****

*btw, ternyata dramanya banyak ulang episode sebelumnya juga.

Jeong sendiri nampak pusing melihat papan di kantor polisi dan melihat bukti-bukti yang belum menemukan titik terang.

***

Kilas balik saat Jeong dan Lee Gon mengobrol.

“Kenapa kamu ingin menjadi polisi? Bukankah berbahaya.”

“Karena kebiasaan menonton film detektif sejak umur 8 tahun.”

“Bukankah pekerjaanmu berbahaya?”

“Karena itulah. Karena tidak semua orang bisa menjadi berani, aku putuskan untuk memberanikan diri.”

“Kamu keren, Letnan Jeong Tae Eul.”

“Itu citraku. Bagaimana kamu sendiri yang menjadi Raja? Mulia, tampan, dan kaya?”

“Atlet dayung, ahli matematika, yatim piatu, tumbuh dewasa dengan baik, pemilik pedang empat harimau, dan raja yang sedang pura-pura tenang karena ini kali pertamanya dapat pertanyaan lain.”

Kilas masa lalu selesai.

****

Kembali PM Koo datang dengan tbtb dan membuat Nenek No sangat kesal. Nenek No menganggapnya sebagai menerobos istana.

Nenek No sangat kesal dan mengatakan Raja ada di tempat. Tapi, PM Koo nggak percaya.

Mereka berdua sempat cekcok.

Saat PM Koo menerobos masuk. Lee Gon memang sudah pulang dan sedang bersama dengan Jo Young.

“Bukankah aku sudah bilang laporan pekan ini dikirim dengan surat?” ucap Lee Gon.

“Aku sudah mengatakannya, tapi PM Koo memaksa.” Ucap Nenek No.

****

PM Koo mengaku dia hanya datang untuk memeriksa apakah Peya hilang atau tidak. Sempat disindir juga kalau kulit dari Peya terlihat begitu coklat.

“PM Koo aku akan mengatakannya. Mungkin akan menyakitimu. Seluruh momen hidupku adalah sejarah kerajaan corea, dan aku ingin sejarahku abadi karena aku adalah Raja. Tapi itu butuh lebih dari sekadar perbuatan baik. Itu artinya aku tidak berutang padamu, kita lihat bagaimana momen ketiadaanku akan tercatat di masa depan. Kamu mengerti? Kalau begitu. Sampai pekan depan.”

PM Koo hanya mendengarkan dan pergi.

***

Nenek No yang masuk. Mau diomelin sama Nenek No.

“Aku merindukanmu.” Peya memeluk Nenek No yang mengomel.

Nenek No juga heran kenapa semua kancing di jas Peya hilang semua. Wkwkwkkwkwkw.

“Astaaagaaaa kancingnya mahal banget. Kenapa kamu menghilangkannya.” Dan Nenek nambah-nambah ngomel setelah tahu nggak ada satu kancing satupun.

****

Nenek No memeriksa barang di jas milik Peya, ada boneka beruang, kartu stempel makan ayam, dan sebuah buku. *buku yang kemarin dibacakan. Buku puisi.

****

Jeong, Kang dan Detektif lainnya sibuk mengurusi kasus Lee Sang Do, itu lho, kasus mayat yang ditemukan dibagasi dan tetang perjudian ilegal.

***

Jadwal pertama Peya adalah pergi ke kapten yang pernah mengajarinya saat di militer. Kapten itu meninggal. Nenek No memintanya pergi sebab bisa menghapus segala rumor yang ada bahwa Peya menghilang.

****

Di perjalanan pulang, karena mengingat pernah dicekik Lee Lim saat kecil, Peya mengalami sesak napas dan mulai melepaskan kancing dan mengendurkan dasinya. *Dia kurang bisa tahan lama pakai dasi gitu guys.

Dan Lee Min Ho emang ganteng Tuhaaaannnnnnn…. bahkan ketika merasa sesak. Kalau saya? ah jangan tanyalah.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!