Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 4 Part 2

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 4 Part 2 – Episode sebelumnya di sini, selengkapnya kalian bisa tahu di tulisan yang ini. Jeong usai mengangkap pencuri.

Saat Kang ada di depan toko seorang perempuan menanyakan kabar Kang. “Bagaimana kabarmu?”

“Aku belakangan mimpi indah.”

“Tidak kurasa secepat itu. Tidak kusangka juga kamu makan makanan manis.” *Kang lagi makan eskrim guys.

“Ini lebih baik daripada obat.” Ucap Kang.

“Tidak mungkin. Kalau makanan manis tidak mempan. Silakan datang lagi.” Perempuan itu pun pergi.

Dan Jeong mendekati Kang. Ia melihat kebersamaan mereka dari jauh.

“Siapa dia? Aku tidak pernah melihatmu bicara dengan perempuan kecuali, korban, saksi dan tersangka.”

“Apa kuda bangsawan itu masih di rumahmu?”

“Kenapa mengalihkan pembicaraan? Siapa dia?”

“Kamu yang mengalihkannya. Aku dengar dia Raja. Tidak ada yang hilang di rumah?”

“Dia pulang ke rumahnya.”

“Di mana rumahnya?”

“Aku tidak tahu di mana.”

****

PM Koo rupanya pendendam. Ia dikatai oleh pejabat hanya bisa berdandan dan hidungnya palsu, langsung saja membeberkan aib pejabat itu yang wik wik dengan perempuan.

***

PM Koo menemui Pangeran.

“aku penasaran. Pangeran anak Raja, tapi dilarang berpolitik empat generasi dan tidak bisa menjadi petinggi. Kamu hanya bisa menjadi cendekiawan. Anak-anak dan cucu-cucumu semuanya dikirim ke LN. Kamu menerima hidup seperti itu? Orang lain iri dengan keluarga kerajaan. Bukankah itu tidak adil?”

“Aku tidak pernah iri sama sekali.”

“Benarkah?”

“PM Koo lahir dari keluarga biasa, dan dicintai karena kareaktermu yang jujur dan ramah. Memang yang dinamakan strata tidak akan pernah hilang ataupun akan hilang di masa depan.”

PM Koo pun mengatakan salah satu anggota kongres dikeluarkan karena skandal wik wik.

****

Lee Gon menemui Pangeran dan bercerita bahwa dia dari tempat yang sangat jauh. Perjalanan yang paling menyenangkan seumur hidupnya.

“Kalau kau ingin terus berpetualang, cepat menikah dan lahirkan putra mahkota.”

“Ahh itu sangat kuno. Kukira aku ada di dinasti Joseon.”

Pangeran tertawa.

“ayahku dibunuh oleh kakak tirinya. Karenanya, seluruh keluarga Paman harus ke LN karena aku. Untuk selamanya. Aku ingin tahu, apa sepupu ayahku ada di pihakku atau tidak?”

“Apa maksud pertanyaanmu Peya? Itu tidak masuk akal. Haruskah aku penggal leher anak-anakku untuk membuktikan kesetiaanku? Tidak ada orang yang bisa memenggal anaknya sendiri. rumor apa yang membuatmu kesini?”

“Rumor tidak akan menggoyahkanku. Pertanyaanku bukan itu. Apa ada yang kamu sembunyikan dariku? Aku memercayai dan mengagumi paman. Jangan sembunyikan apapun dariku. Aku menyelesaikan soal dan tidak bisa. aku tinggalkan di sini.” Lee Gon memberikan semaam surat.

*ternyata surat autopsi Lee Lim.

****

Lee Gon pergi ke perpustakaan. Ia malah mengingat kehadiran Jeong saat di Daehan Mingguk.

Di dunia yang lain, Jeong juga sedang ada di perpustakaan, mencari tahu tentang apa itu dunia paralel.

*btw, kalian puyeng nggak sih kalau denger Lee Gon bicara?wwkwkwk.

****

Kang sedang membersihkan rumah. Ibunya pun datang.

Ia langsung mengeluarkan uang di tas ibunya. Banyak banget. Rupanya habis menang judi.

Kang kesal dan bertanya di mana lokasi perjuduannya. Kang langsung menelepon Jang Mi untuk pergi ke TKP.

***

Ahjumma ibunya Kang, Kang dan Jang Mi ke tempat perjudian. Jang Mi memotret orang-orang yang ada.

Ternyata Ahjumma mendapatkan uang dari pimpinan judi yang kemarin akan menyogok Kang. Menyogok lewat ahjumma.

Kang membuang semua uangnya di depan ibunya.

Kemudian polisi lainnya datang.

Kang nampak amat sedih.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!