Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 5 Part 3

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 5 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih. Mohon sabarrrr,,, mimin lumayan pegel guysss. Kwkwk.

“Apakah kamu baru mengumpatku.” Ucap Myung. Wkwkkw. Padahal mengumpat Gon.

“Umpatan apa yang lebih baik aku katakan.” MUNGKIN ANJAYYY KAAKKK ANJAAYYY. “Apa ada miras? Atau soju?”

****

Young diam mengingat tentang dunia paralel. Ia mengambul gelas dengan tisu.

****

“Butuh laptop untuk apa?” Ucap Nona Myung.

“Aku akan mencari beberapa hal di internet.”

Myung mengelurkan ponselnya. Akan membantu.

“Aku mulai… Lee Gon…”

“Apa katamu barusan?”

“Lee Gon… Raja di sini namanya Lee Gon bukan?”

“Kamu pasti sudah gila. Kamu memanggil namanya sembarangan. Kamu tidak tahu gedung 63, tidak tahu umur Peya. Sebenarnya kamu ini apa? kamu lama tinggal di LN? Apa kamu tidak peduli dengan tanah airmu?”

“Itu… ini bukan tanah airku. Anggap saja aku penyelundup.”

Young datang dan meminta Myung untuk keluar. Myung berbisik. “Dia bilang dia penyelundup.”

Jeong malah tersenyum.

“Kenapa kamu tersenyum?”

“Aku tahu seseorang yang mirip denganmu, tapi sangat berbeda. Maafkan aku tadi. Tapi, apa kamu selalu begini? berhati-hati dan serius?”

“Pegang ini.” Young memberikan gelas.

“Aku paham itu. Aku sudah melewati semuanya.” Jeong malah menempelkan jempolnya pada cap merah dan mencap gelas. Wkwkwk. Episode kali ini banyak yang kocak deh. “Aku tahu kamu membutuhkannya. Walaupun tidak ada hasilanya. Tanya alasannya kepada bosmu. Dia orang sains. Pasti bisa menjelaskan.”

“Apa kamu datang dari dunia paralel? Ibu kota di sana Seoul. Dan nama negaranya adalah Daehan Mingguk?”

“Bagaimana kamu tahu?”

“Apa kamu sebenarnya? Apa yang kamu lakukan kepada Peya? Apa luka di bahunya adalah karena kamu.”

“ada luka di bahunya? Aku tidak tahu. Hubungan kami tidak sedekat itu. Lalu, jangan bicara informal padaku. Kamu lahir tahun 1991. Aku lebih tua satu tahun.”

Myung pun memanggil nama Kapten Jo.

Young keluar.

***

Di luar. Sudah ada peya mendorong kereta makan. Pakai baju tidur.

“Aku bilang amankan koridor.”

“Peya aku ingin…”

“Ya. aku tahu kamu punya banyak pertanyaan. Dan aku paham kamu mengetesnya dengan sidik jari. Ini tentang mekanika kuantum. Cari sendiri. atau nanti aku kirim pesan.”

“Peya. Kamu tidak membawa miras? Tamu di dalam mau miras.” Ucap Myung.

“Ahhh.. Yeong di mana kulkas miras yang ada di istana?”

“Apa?”

*****

Myung bicara. “Kenapa  ya? kapan Peya pernah melihat aku? Aku beri salam kepadanya. Lalu dia berkata pernah bertemu aku, dan senang bertemu denganku. Ini pertama kalinya kita bertemu.”

“ada yang tamu itu lakukan di dalam? Selain mencari miras.”

“Jangan bertanya. Aku hanya melapor pada Nenek No.”

“Kerja bagus.”

“Ahh aku harus melewatkan kesempatan emas denganmu. Aku harus melapor padamu.”

****

“Kamu memenjarakanku?” jeong amat kesal.

“Menjamumu.” Ucap Peya. “Tolong mengerti. Itu karena aku tbtb membawamu. Karena ini tidak pernah terjadi. Orang-orang sangat bingung.”

“Lalu kenapa kamu Kim Gae Dong tenang saja?”

“Aku sudah sering membayangkan kamu datang ke istanaku. Walaupun tidak begini.” Gon melihat jempol Jeong yang merah. “Kamu melakukan kontrak? Kamu membeli tanah?”

“Tadi aku mau lap di dindingmu, tapi aku tahan karena aku rakyatmu.” Wkwkkw. Rusuuhhh.  “Tadi ada pegawai mengawasiku. Dia sangat patriot. Bahkan tidak mau meminjamkan ponselnya.”

“Mau cari apa?” Gon mengeluarkan ponselnya. “Kamu tidak bisa telepon ke mana-mana.”

Gon memberikan ponselnya. “Tidak perlu tahu. Apa nomor sandinya?”

“Siapa yang mau lihat ponsel Raja? Tidak ada sandinya.”

Jeong memasukkan ponselnya ke kantongnya.

Lanjut ke bagian 4…. mohon sabaaarrr… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!