Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 5 Part 4

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 5 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih telah membaca yaaaaaa…

“Berikan aku camilan.” Ucap Jeong.

“Ini bukan camilan. Tapi makanan. Sepertinya kamu lapar.”

“Kamu cobain duluan.”

“apa?”

“Aku tidak becanda. Aku sedang ada di dunia Alice in Wonderland. Di cerita itu, dia makan obat aneh, lalu membesar dan mengecil. Bagaimana kalau makan ini ada racunnya?”

“Jangan khawatir. Aku selalu menepati janji. Kamu akan dipenggal.” EKEKWKWKWKWKWKKWKW.

“Bagus kalau begitu. Aku akan makan.” Jeong mulai makan. “Kamu masak sendiri?”

“Apa enak?”

“Tidak enak.” WKWKWKW.

“selama 25 tahu, aku tidak pernah meneriakkan kata ini. hari ini aku akan memanggil penjaga. Di duniaku. Kamu aku berkata, “ADA ORANG DI LUAR? Orang-orang akan datang…”

Dan Nenek No datang mengagetkan.

“Apa kamu selalu ada di pintu?” tanya Gon.

“Kamu pikir aku tidak ada pekerjaan lain? Kenapa Peya ada di sini?”

“Aku baru datang. Baru mau duduk.”

“Aku sudah menyiapkan kamar dan makan malam untuk tamu,  tapi sepertinya kamu sudah makan. Jadi, langsung ke kamar saja. ke kamar yang paling jauh dari kamar Peya.”

Jeong masih kikuk dan makan dua suap lagi.

“Sampai besok. Tidur yang nyeyak. Good night.”

***

Gon menggoda nenek. “Tapi, jauh ke kanan kamarku atau kekiri kamarku?”

“Aigoooo….”

****

Nenek mengantarkan ke kamar dan memberikan beberapa peringatan bahwa dia dan Raja harus dirahasakan.

“ada yang ingin aku tanyakan.” Ucap Jeong. “Bagaimana orang-orang di sini tahu aku?”

“Apa itu Letnan? Memang aneh. Sejak kecil. Peya punya tanda pengenal aneh. Polisi bernama Jeong Tae Eul tak ada di kerajaan Corea. Dan tidak akan ada pangkat Letnan. Jadi, kami pikir itu hanya buatan belaka. Tidak ada orang yang muncul satu malam dengan benda itu. Mungkin hantu. Tapi tidak masuk asal. Tapi ada satu hal, keradaan yang tidak bisa dijelaskan hanya akan membawa masalah. Dan akan membahayakan Raja kami. Selama kamu ada di sini, jangan berkomunikasi dengan yang lain. Kecuali aku dan pengawal istana. Jangan tinggal di sini dan di “Peya.”

WAW SUDAH DIUSIR BAHKAN SEBELUM NGAPA-NGAPAIN SAMA NENEK.

****

Jeong masuk ke kamarnya. Dia duduk di bawah. Di samping kasur. Melamun.

Tbtb Gon muncul dari belakang. “Sudah kuduga. Jauh ke sebelah kanan. Aku kira kamu akan senang?”

“Kamu tidak membawa apa-apa?”

Gon mengambil bir dari kantongnya. “Ada kasur dan sofa. Kenapa duduk di bawah?”

“Angin dingin tertiup di sini. Terlebih di kasur kiri.” Jeong meminum birnya. “Kenapa kamu datang ke sini?”

“Aku tidak mau kamu takut. Percayalah. Aku tidak aneh di sini.”

“Jika tidak aneh, kenapa masuk lewat jendela bukan pintu?”

“Itu jalan pintas. Istana sangat luas.”

“Katanya kamu tidak bisa duduk di lantai?”

“Setelah dicoba ternyata lumayan. Juga nyaman karena angin dingin bertiup.”

“Kapan kamu akan memberikan tanda pengenalku?”

“Besok.”

“Kenapa besok? Apa sebenarnya tidak ada?”

“ada. jika kuperlihatkan, aku takut kamu pergi ke duniamu.”

“Kalau itu apa?” Jeong berpikir.

“Yang mana?”

*Ituuu gantungan boneka. “Gantungan boneka. Sepertinya sangat murahan.”

***

Kilas balik. Gon mendapatkannya dari game menembak denga hadiah boneka. Tapi dia gagal terus dan mengeluarkan banyak uang.

Banyak…

Wkwkwkw.

Lannjut ke bagian 5 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!