Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 6 Part 2

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 6 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaaa…

“Kurasa kini kamu tahu tentang akar sejarahku.”

Jeong melirik tanda luka di leher bawah peya.

“Itu nerakaku, dan sejarahku. Aku bukti kerakusan seseorang yang membunuh ayahku, dan mencekik leherku. Jadi, aku dewasa dengan rasa cemas pamanku, dan air mata Nenek Noh. Itu alasan Nenek Noh tidak ramah kepadamu. Jadi, jangan sedih.”

Jeong mengangguk.

“Itu saja? kalau cerita seperti ini harusnya kamu memelukku,atau setidaknya penjadi penghibur.”

“Kapan kamu akan memberikan kartu tanda pengenalku. Aku harus pergi.” *ini tanda pengenal lama ya.

“Kamu tidak boleh pergi. Kamu harus tinggal di sini. Sungguh. Dengan satu perintahku, kamu tidak akan bisa pergi.” DIGOMBALIN MULUUU TUHAAANNN…

***

Jang Mi dan Kang ada di ruangan polisi. Mereka tidur di kantor.

Sedangkan Kang malah terbayang kisah lamanya dengan Jeong saat memakai sendal jepit pemberian Jeong.

Dulu kala, saat sekolah. Kang dipukuli sampai babak belur.

Jeong membantu dengan ilmu bela dirinya dan melaporkan ke polisi.

Usai babak belur dan keluar dari kantor polisi tanpa alas kaki. Di sinilah Jeong memberikan sendal. Sumpaahhh sampai saat ini disimpannya. *saya bakalan patah hati buat Kang nih.

Tatapan nanarnya itu lho. Jadi ingat come and hug me.

****

PM Koo mendapatkan kabar buruk. Ada serangan dari Jepang di perairan.

***

Jo Young yang puyeng. Karena kemungkinan Jeong adalah buronan polisi bernama Luna. Ia sampai memberikan gelas bekas jempol Jeong ke polisi.

Dan berita ini sampai di Captain Jo juga.

***

“Makan dulu. Usai makan. Aku akan menunjukkan tanda pengenalmu.” Ucap Peya. “Ini masalah andalanku. Tidak ada yang tidak menyukainya.”

“Pasti begitu.”

“Harusnya kamu bertanya aku membuatkannya untuk siapa. Akan aku katakan itu agar kamu cemburu.”

“Aku tidak akan menang. Siapa pun itu, dia pasti orang di dunia ini.”

Peya memberikan tanda pengenal yang ia simpan selama 25 tahun. “Aku menyimpannya selama ini. aku hanya takut kamu pulang jika aku perhatikan. Tapi kamu bahkan sudah pergi lebih jauh ke duniamu.” #aaahhh patah peyaaa nih hatinya.

Jeong mengeceknya dan memang sama saja seperti yang dia punya. Jaket biru tua. “Ini tidak masuk akal. Ini punyaku. Tapi sudah ada 25tahun yang lalu?”

“Seseorang menjatuhkannya. Aku tidak yakin apakah akan mengenalnya. Tapi aku yakin orang itu akan muncul di hadapanku.”

“Kenapa?”

“Karena dia awal dan akhir dari semuanya. Memang ini sulit. Susah di jawab, kamu jawaban yang aku cari. Mulai sekarang akan kubuktikan satu persatu. Siapapun orangnya dari dunia manapun, kamu tetap pemenangnya. Karena itu, jangan bicara seperti tadi.”

Jo masuk dan mengatakan ada keadaan genting. Ia akan berpisah dengan Peya lebih cepat daripada dugaan.

Intinya ada masalah diperairan kerajaan corea yang berhubungan dengan Jepang.

****

Nenek Noh mengambil barang yang dititipkan Jeong. Tapi ada yang hilang. Barang itu adalah tanda pengenal milik Jeong. Nenek menghubungi pihak keamanan tapi akan sulit menemukan siapa yang masuk ruangannya sebab cctv mati karena ada tamu peya.

***

Para petinggi dan PM Koo mulai rapat dengan para petinggi. Intinya kemungkinan mungkin akan ada perang. Sejujurnya. Bagian ruang rapat nggak lebih dari menunjukkan bahwa ini adalah drama yang mahal.

PM Koo langsung menghubungi Peya dan mengatakan kemungkinan ada perang.

Peya menawarkan solusinya pada Koo dan ia akan terjun langsung ke perairan.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!