Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 6 Part 3

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 6 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaaa…

“Peya. Maafkan aku. Tanda pengenal itu sudah hilang.” Ucap nenek. “Aku pikir sudah berhati-hati tapi ternyata tidak.”

“Nenek No.” *btw, manggilnya sih kepala wanita istana noh. Tapi kepanjangan anjay ngetiknya. “ini akan sulit dijelaskan dan aku tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang. Hal-hal seperti ini memang harus terjadi. Dimulai 25 tahun lalu.”

“Apa maksud Peya?”

“Nanti saja. doakan aku saja. mungkin jimatmu akan berguna di saat seperti ini.”

***

Peya memberikan tanda pengenal yang selama 25 tahun ia simpan. Karena punya Jeong ilang.

“Kamu angkatan laut?”

“Aku keluar dari militer sebagai letnan, dan walau kamu tidak percaya, aku panglima tertinggi kerajaan Corea.”

“Aku percaya.”

“Aku akan menang dengan terhormat dan akan menemuimu.”

“Kamu akan datang?”

“Kamu akan menungguku?” ucap Peya.

“sampai jumpa lagi Lee Gon.”

“aku pikir tidak ada yang bisa memanggil nama itu, tapi kurasa nama memang ada untuk dipanggil.”

***

Jeong udah pulang aja gitu. Dia ada di pusat kota dan membalas pesan Kang yang katanya mau main biliar.

***

Jeong pulang dan langsung memeluk ayahnya yang sedang memasak. Ia minta maaf karena ilang dan membuat ayahnya khawatir.

Ayahnya malah nggak tahu anaknya nggak dirumah guys. Wkwkwkkwkwkw.

Ayahnya bahkan menanyakan kuda milik Peya dibandingkan anaknya.

****

Jeong kembali bekerja sebagai detektif.

Ia masih mengejar-ngejar penjahat padahal sedang nunggu Yangnya. Wkwkwk.

Peya sendiri benar-benar menghadapi Jepang di perairan.

Dan entahlah. Lagi-lagi, bagian ini hanya menunjukkan bahwa drama ini adalah drama mahal.

****

Nenek Noh sibuk berdoa diantara banyak kendi di istana.

Dan Peya masih sibuk di perairan.

***

Saat melewati dunia antara Nol dan satu. itu lhooooo yang gambarnya kayak drama indosiar.

Jeong menaruh bibit bunga di atas tamannya.

Ia juga menanamnya di rumahnya.

***

PM Koo memberikan konferensi pers bahwa kerajaan corea sudah melewati krisis dengan baik.

Bahkan poling kepuasan terhadap PM Koo dilaporkan oleh sekretarisnya meninggi.

Sekretaris bahkan bergosip katanya Peya punya tamu istana yang semua orang nggak boleh lihat dan istana diperketat.

“Aku sudah melihatnya, selamat, perikiraanmu benar. Dia masih muda, tapi aku lebih cantik.” Wkwkwkkw.

Yaaa ampuunnnn nggak mau kalah.

****

Yang dilakukan Jeong malah mendengarkan radio. Barangkali ada nyambung-nyambungnya dengan dunia kerjaan corea.

Kemudian para detektif membahas masalah Lee Sang Do yang sudah 2 minggu nggak kelar juga.

Para atasannya kesal karena Jeong suka tidak mendengarkan pada sunbaenya.

***

Jeong malah mengingat kejadian usai kisseu.

“Ini rahasia kita. Kita sedang pacaran.” Ucap Peya.

“Coba buka bajumu.”

“Ini jawabanmu? Jawaban yang tidak kukira.”

“Di bahumu ada luka aneh?”

“Tahu dari mana?”

“Eun Sup di duniamu tanya apa itu karena aku.”

“Jo tidak salah. Aku dapat luka ini setelah bertemu denganmu.” Peya membuka kancingnya.

“Jangan buka semua.”

“Iya beberapa saja. aku jadi berdebar.”

“Dua.”

“Tidak kelihatan kalau 2 kancing.” Ucap Peya. “Bahumu sangat lebar. Sudahlah. Ini juga tidak akan kelihatan.”

“Kenapa? Hanya kelihatan saat gelap?”

“Kalau penasarn matikan lampunya.”

“Aku tidak penasaran. Aku hanya tidak mau disalahkan. Keluar, aku mengantuk.”

“Dibandingkan melalui dua dunia. Melalui garis diantara kita begitu sulit. Baiklah. Aku akan pergi. Tidur dengan nyenyak.”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!