Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 8 Part 2

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 8 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti sejauh ini yaaa….

Peya dan dan Jo pergi menemui para preman. Awalnya, preman ada berdelapan. Peya sudah sombong mau mengalahkan mereka karena membawa Jo. Ternyata yang dibawa bukan Jo. Melainkan Eun Sup.

Eun Sup yang nggak tahu mau ketemu preman karena tadinya katanya cuma mau makan malah kabur. Ditengah-tengah peya melawan 8 preman sendirian. Jo pun datang.

Setelah mengalahkan 8 preman. Dua polisi datang dan menciduk ketua premannya. Karena Eun Sup dikenal sedang melakukan pelayanan wajib militer. Dua ahjussi polisi malah kagum sama Eun Sup yang jago bak bik buk.

Akhirnya, Jo pura-pura bicara dengan logat Busan seperti Eun Sup dan bilang Peya adalah temannya dari Busan. Dan mereka pun ngacir pergi. Sementara Ketua preman dibawa Pak Polisi.

****

Dan karena Eun Sup. Eh maksudnya Jo, merurut Peya melakukan hal bodoh dengan menjadi Eun Sup. Ia dapat hukuman dengan memberikan tompel spidol di pipi Jo. Tidak boleh ilang atau ia bakalan dipenggal.

***

Peya kini tinggal di hotel kembali. Ia turun untuk menemui Jeong.

“Saat pertama kali datang ke sini. Apakah kamu tidak akan menyukaiku jika aku tidak menolongmu?” Tanya Jeong tanpa basa-basi.

“Aku akan paham. dan pemahaman itu akan membuatku menyukaimu.” Ini apa maksudnyaaa Tuhaaannn…

“Apa kamu akan tetap menyukaiku jika aku menyebalkan?”

“Kamu memang begitu. Ya, tetap saja.”

“Kenapa?”

“Karena pasti ada alasan kamu begitu. Kenapa bertanya begitu?”

“Kita melewatkan banyak hal. Aku ada dalam tugas pengintaian. Aku pergi. Tidak ada masalah bukan?”

“Tidak ada. hari ini sangat tenang.”

Sebelum pergi. Jeong berkata. “Sarange. Jo Young ada di dalam, bukan?”

“Tunggu. Aku masih kaget dengan perkataanmu sebelumnya. Young sudah keluar. Dia lewat belakang barusan. Dia sudah hafal…bukan… itu tidak penting. Jadi, barusan kamu bilang…”

“Dia tidak boleh keluar. Cepat jemput dia.”

“Jeong Tae Eul. Aku juga.” Ucap Peya.

Jeong pergi. Peya senang. Peya bilang tidak usah khawatir pada Young karena dia sudah berpengalaman jadi Eun Sup.

***

Jo ada di jalanan. Ada Nari teriak padanya dari dalam mobil.

“Jangan kabur. Kamu sudah mau lari!!!”

“Wajah Myung Seung A. Siapa dia?”

“Bukankah kamu seharusnya di kantor polisi? Tapi bajumu… apa kamu berkencan? Mian. Apa kamu melayat?” wkwkwk. “Rambutmu rapi.”

“Aku tidak boleh menarik perhatian.”

Jo memanggil Nari dengan jarinya.

Nari kesal padanya dan keluar.

“Awas saja kalau tidak penting.”

Jo menaruh wajahnya dekat Nari. “Aku hanya penasaran. Aku yang menyukaimu, atau kamu yang menyukaiku? Di dunia ini.”

Nari memukul Eun Sup. “Pantas kamu tidak punya pacar. Jangan begitu. Apa itu di wajahmu? Rumput laut?”

“Jangan dihapus….”

Dan malah dihapus.

“Bersikaplah biasa saja. aku sudah membuat japchae. Ambil nanti.” Nari pun pergi.

***

Jo langsung menemui Eun Sup.

“Siapa wanita itu… dia cantik… matanya juga cantik…”

“Nari.”

“Dia naik super car.”

“Myeong Nari. Kamu bertemu Nari? Kalian bicara apa? beri tahu aku.”

“Katanya dia mau membuat masalah dengammu dan disuruh ambil japchae.”

“Japchae? Masalah? Denganku? Jelaskan dengan benar. Sebelum itu kalian bicara apa? kenapa tbtb japchae?”

“Kamu suka wanita itu?”

“Tentu saja!!!! aku tidak bisa pergi sekarang. Telepon dan bilang aku akan ke sana lain kali.” Ucap Eun Sup. “Aku akan menenagkan diriku. Ini japchae pertama kami.”

“Kamu menyedihkan? Berapa kama? Sepuluh menit cukup?”

“Seratus tahun. Menyebalkan.”

Lanjut ke bagian 3 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!