Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 8 Part 4

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 8 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti sejauh ini yaaa….

Pria itu membawa ponsel 2G. “Siapa kamu? Aku mau tahu bagaimana rakyat kerajaan korea bisa ada di sini.”

“Kamu juga ada di sini Peya.”

“Kamu pasti sudah dilatih oleh Lee Lim. Di mana Lee Lim sekarang?”

Orang itu tertawa.  “Kamu sangat mirip dengan ayahmu. Akankah hidupmu juga berakhir dengan cara yang sama?” Jo pun memukulnya.

“Kamu pasti salah satu yang berdiri di atas kematian ayahku. Kamu membunuhnya dan datang ke sini.”

“Itu keseimbangan. Adil dan pantas. Kamu lahir dengan segalanya. Jangan merengek hanya karena tidak punya ayah.”

Jo akan memukul tapi di dicegah.

“Hanya Dewa yang membuat keseimbangan. Yang kamu lakukan adalah pembunuhan. Ingat itu.,,,, Bawa dia ke kerjaan Corea.”

“Bunuh saja aku!!!!”

Dan akhirnya, Peya memberikan perintah pada pria itu untuk melakukan budir.

****

Perempuan yang baru saja dipenjara karena membunuh teman satu kamarnya didatangi oleh pria ber jas.

“Kenapa kamu menyerahkan diri?” tanya Si pria.

“Dengan begitu, kamu datang. Aku tidak punya cara lain. Ahjussi kamu menghindar, dan aku tidak ada tempat bersembunyi. Tidak ada cara lain.”

“Ponselmu di mana? Ini semua sudah berakhir. Kembalikan ponselnya.”

“Sudah kusembunyikan. Itu satu-satunya harapanku. Kapan kamu akan membebaskanku?”

“Disembunyikan di mana?”

“Itu rahasia. Kapan aku bisa ke dunia sana?”

“Harusnya kamu tidak melakukan ini jika kamu mau ke sana.”

“Tidak ada cara lain. Eun Mi, sudah dengar isi ponsel itu. Bebaskan aku sebelum ponselnya kuberikan pada polisi. Bisa bukan?”

“Apakah kamu pernah dengan listrik mati di penjara?”

“Apa maksudmu? Ini bukan mati lampu?”

“Bisa kunyalakan dan kumatikan sesuai dengan kebutuhan. Untuk apapun itu. Coba ingat lagi di mana ponsel 2G itu. Kalau sudah ingat. telepon aku.” Sang pria pun pergi.

****

Peya membayar kembali pada Nari. Dia juga minta minuman di kedai Nari. Bayarnya pakai emas berbentuk kura-kura. Peya menyewa gedung Nari.

Dan Peya kencan dengan Jeong di kedai milik Nari.

Sesungguhnya ini iklan minuman kopi kekinian yang dibuat Nari. Sesungguhnya drama ini terlalu banyak iklannya.

Entah minumannya berapa kali disorot.

“Unnie bawa pulang japchae yaaa… entah kenapa Eun Sup tidak datang.” Ucap Nari menyedikan minuman. Kemudian ia pergi.

“Aku tahu hal penting. Sepertinya pemilik gedung menyukai Eun Sup.” Ucap Peya.

“Salah. Eun Sup yang menyukainya.”

“Tidak mungkin.”

Jeong meneluarkan surat autopsi. “Aku sudah menyelidinya. Namanya Lee Seung Jae. Dia meninggal di panti jompo tahun 1995.”

“Ada catatan polio?”

“Ada.”

“Keluarganya? Apa aku ada di dunia ini?”

“Tidak lagi. Meninggal saat usia 8 tahun.”

“Jadi, Lee Lim membunuhnya. Lalu membunuhku. Apa ada yang lain? Adiknya, atau istri adiknya?”

“Adiknya sudah meninggal, dan istri adiknya masih hidup. Kamu tidak apa?”

“Jika Lee Lim dan orang ini punya keluarga yang sama.artinya, istri adiknya berwajah ibuku.”

“Namanya Song Jeong Hye. Kamu ada waktu besok? Aku akan pergi ke alamatnya, besok. Kamu harus ikut.”

“Baiklah.”

Dan nyedot aja bareng.

Kkwkwkwk iklan oh iklan.

***

Kang pergi ke makam.

Makam itu adalah makan Lee kecil dari Republik korea yang sudah tiada.

Lanjut ke bagian 5 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!