Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 9 Part 3

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 9 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. sengaja saya kasih jeda usai The World of the Married supaya nggak stres guys. Wkwkkwkw. Jadi, anggap saja udah kayak liburan gitu kemarin.

Di ponsel. Peya bicara. “Orang bijak bergerak mengalahkan kejahatan di gunung dan sungai. Peganglah dengan bijak dan lakukan yang benar. Kamu ingat suaraku? Aku ingat suaramu. Bersembunyilah dengan lebih baik. Barusan saja aku tahu bahwa kamu ada di Republic Corea.”

Lee Lim mendengarkannya dan ia kesal. Ia langsung membuang ponselnya ke api, Peya membelah ponselnya jadi dya.

****

“Kamu datang dengan sepatu yang kuberikan PM koo.” Ucap pria yang mengenakan baju tahanan saat Koo datang.

“Sepatu ini menjadi tren karena kamu beri ke banyak wanita. Katanya mantan suami bisa saja berguna. Ternyata benar.” Waahhhh janda dia. “Mungkin ini terlambat. Terima kasih untuk foto skandal anggota kongresnya. Bagaimana KU bisa dapat foto itu?”

“Jangan bertanya tentang itu. Mana ada istri yang menyadap 24 jam telepon suaminya?”

“Kenapa kamu memanggilku?”

“Itu sudah jelas. Aku berharap akan ada imbalan setelah memberikan foto itu. Bagaimana jika remisi natal? Aku bersikap baik.”

“Kamu tidak tahu? Santa tidak beri hadiah kepada anak yang mencuri, menggelapkan, dan mencuri yang serta hartanya.”

“Aaaahh aku kecewa. Padahal aku sudah sumbang banyak ke sekolah keagamaan. Aku sudah melihat fotomu dengan Raja. Kamu terlalu menempel. PM yang menyadap istana? Itu pengkhianatan.”

“Jangan mengancamku. Aku masih siampan semua hasil sadapanku. Terowongan Guyeon. Itu yang paling buruk.”

“Yaahh. Kamu sangat menakutkan. Aku hanya khawatir kepadamu. Kamu sungguh ingin menjadi Ratu?”

“Tidak boleh? Keserakahan adalah emosi yang paling jujur. Apa yang salah dengan jujur pada emosiku? Duli aku mau menjadi penyiar berita, mau menikah dengan chaebol, dan mau menjadi PM. Sekarang aku mau menjadi Ratu. Ratu tidak punya masa jabatan. Aku sudah berjalan jauh. Aku merangkak dari bawah.”

“Bagaimana kamu bisa sangat ambisius?”

“Karena aku sungguh-sungguh, baik untuk keserakahan dan ambisiku. Jangan bermimpi bisa bebas saat hari natal, tunggu saja hari Waisak.”

“Aku pergi ke gereja. Bukan kuil.”

“Sebelum itu, laksanakan kesepakatan yang tim hukumku tawarkan. Satu lagi…” PM koo mengambil dokumen dan menyerahkannya. “Ada kiriman dari Omma padahal dia tidak mengirim.”

“Kamu diancam?”

“Mungkin ini negosiasi. Lacak orang-orang yang terlibat di pengkhianatan 25 tahun lalu.” Ucap PM Koo.

“Negosiasi apa dengan pelaku pengkhianatan? Kamu mau tangkap pengkianat itu untuk jadi Ratu, tapi kamu suruh aku yang melakukannya?”

“PM dengan sisa jabatan satu tahun mengejar pengkhianat? Jika ada rumor itu, karirku selesai. Lakukan ini sendiri. saat kamu mau ke kuil.”

****

Kali ini iklan aplikasi buat cari makanan. Dilakukan oleh Jeong. Kesaaal saya kesal.

Dan tbtb makanan datang. Bukan Cuma makanan doang. Tapi Lee Gon juga tbtb datang.

“Kamu menemukanku dengan cepat.” Ucap Jeong.

Mereka pacaran di pinggir sungai. Kalau putus, tinggal dorong ke sungai.

Jeong memberikan berkas Lee Sang Do. Tak diduga, Peya mengenal Lee Sang Do karena pernah bertemu dan dikenalkan oleh dokternya Maximus di peternakan.

“Biar aku yang mengurus ini.” Ucap Peya. “Ada tugas untukmu. Aku akan membiarkan Jo di sini dan membawa Eun Sup ke sana.”

“Apa maksudmu?”

“Sekarang Lee Lim ada di Daehan Mingguk.”

“Kalau begitu, seharusnya kamu tidak pergi. Karena di sini.”

“Aku harus pergi dan menjaga gerbang itu. Dia harus terungkap di duniaku. Makanya aku membiarkan Jo di sini. Dalam keadaan terburuk, satu-satunya orang yang bisa membunuhnya adalah Jo.”

“ternyata ini sungguh masalah hidup dan mati.”

“Maafkan aku membuat masalah di duniamu.”

Jeong memeluk Peya. “Aku pura-pura baik-baik saja, tapi sebenarnya tidak. Kamu segera kembali bukan?”

“Aku akan segera kembali. Seperti Hannam dong ke Itaewon. Sedekat itu.”

Lanjut ke bagian 4 yaaa… KLIK DI SINI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!