Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 9 Part 4

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 9 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di link yang ini. terima kasih yang masih mengikuti. Terima kasih kesabarannya. Kalau digabung sama updatean drakor yang hits itu. Saya agak takut web jadi down. Karena sempat ada down beberapa saat. Jadi, kebijakannya saya update hari selasa. Tenang kok. Masih bakalan di update.

Jo membawa pisau cukur dan Eun Sup sangat ketakutan melihat Jo.

“Aku tidak pernah memanjangkan rambutku.” Ucap Jo.

“Bisa saja kamu panjangkan saat cuti. Aku akab bilang kamu malas potong rambut.”

Jo malah mengacungkan pisau cukurnya tinggi-tinggi dengan wajah yang nggak ngerti kok nambah ganteng aja. “Haruskah aku me mo to ng kepalamu saja? bukan rambut, tapi kepala saja.”

“Jangan katakan semua yang ada di kepalamu.” Eun Sup teriak.

***

Eun Sup memandang cermin. “Klik klik klik… kamu harus hidup.” Pisau cukur dibunyikan dan Eun Sup mulai memotong rambutnya sendiri.

***

Nenek No memberikan perintah. “Wakil Kapten Seok, pergi ke hutan bambu lapangan kuda sekarang. Peya akan menunggu di sana. Pergilah dengan sedikit orang dan jangan merasa penasaran. Jangan bertanya tentang apa pun. Ini perintah Raja.”

Dua orang pun pergi menuju hutan bambu.

Peya datang bersama Jo dan Kim yang diikat. Jo bawa balon merah.

“Dia salah satu pengkhianat.” Ucap Peya. “Tahan dia di tempat paling bawah istana, dan jangan sampai ada catatan atau membahas dia dengan siapapun.”

“Baik Peya!!!” keduanya menjawab bersamaan.

“Jangan pikir ini akhir dari segalanya.” Ucap Peya pada tahanannya. “Akhir dari kalian bahkan belum dimulai. Ini pantas dan layak untukmu.”

***

Je Yeong palsu ngeluh saat pakai kemben anti peluru.

“Kenapa aku seperti masuk militer lagi? Astagaaa… bagaimana setipis ini bisa menahan peluru? Apa aku harus memakainya 3 lapis?”

“Kapten Jo.” Ucap pria di sebelahnya.

“Kenapa?”

“Kamu mau langsung pulang? Kapan aku bisa melapor keadaan kepadamu?”

“Aksen Korea Utara.” Ucap Eun Sup.

Langsung browsing si Eun Sup dan Peya pun datang.

“Seok. Perkataanku adalah rahasia.”

“Baik. Peya.”

“Pertama, pasang batas pengaman di hutan bambu. Berjagalah mulai hari sekarang. Tangkap siapapun yang datang. Terlebih pria berumur 70an. Yang kedua, bawa semua rekaman CCTV dari acara yang aku datangi satu tahun ini. secepatnya.”

“Maaf Peya, tapi…apa kamu yang memberi perintah kepadaku, bukan kapten Jo?”

“Dia mengurus sesuatu yang lebih penting.”

“Ya. Peya.” Ucap Seok.

“Yeong. Bawa laporan dengan laptopmu.”

Eun Sup hanya mengangguk.

“Ya… PEYAAA!!!” Peya malah mengajari Eun Sup. “Harus begitu. Dengan kata-kata.”

“YEEE PEYAAA!!!” Eun Sup terlalu kaku.

****

Nenek No sedang menjahit ketika Peya datang.

“Kamu sudah tahu kalau aku datang? Raja sudah kembali ke istana, tapi kamu tidak datang melihatku.”

“Apa kamu menemuiku saat kamu pergi, Peya? Aku sudah kirim wakil kepala kapten Seok. Dan dapat laporan kamu sudah kembali. Aku juga sudah melihatmu. Sudah. pergilah.”

Peya duduk di samping Nenek dan berbisik.

“Astaagaaa… lihat wajahmu mengkerut. Jangan-jangan setiap hari kamu begadang mencemaskanku? Begitukah?”

“Aigooo… Aku sangat nyaman karena Peya tidak ada. aku tidur cepat dan nyeyak. Kamu akan sibuk karena tugas tertunda. Silakan pergi sekarang.”

“Kenapa kamu menyuruhku pergi terus? kenapa tidak bertanya? Jika bertanya aku dari mana, aku akan memberi tahu semuanya.”

Nenek diam sejenak. “Aku tahu semuanya. Aku tahu ke mana kamu pergi.”

Nenek melihat pecut Peya. “Peya mengejar takdirmu, bukan?” tanya Nenek. “Ini hanya rahasia Peya dan aku, bukan?”

Peya pun mengangguk.

Lanjut ke bagian 5 klik di sini yaaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!