Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 9 Part 5

Sinopsis The King Eternal Monarch Episode 9 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk yang sudah mengikuti sejauh ini yaaaaa guyssss…

Peya akhirnya menemui pria yang mirip dengan Lee Sang Do. Pria itu ada sedang mengurus Maximus.

Peya terus menatap pria itu yang sedang membersihkan tubuh kuda. Sampai si pria oleng dan menyakiti dirinya sendiri.

“Teganya kamu meski kamu tidak punya nyali maupun kemampuan. Sampai ada perintah lagi, tahan dia di rumah dan dilarang masuk ke istana.” Peya langsung memberikan perintah. “Dia dilarang berhubungan dan bertemu dengan siapapun.”

****

Ternyata Kang mengambil cutinya selama 21 hari.

Jeong yang tahu langsung ke rumah Kang. Tapi nggak ada respon. Mencoba menelepon pun tidak diangkat.

***

Kang mabuk di bar privat dan bertemu dengan pria yang tempo hari memberikannya uang.

“Detektif, apakah kamu punya masalah? Kesedihan akan menjadi setengah jika dibagi. Mau berbagi denganku?”

“Jika mau berbagi. Berbagilah kacang denganku.” Ucap Kang. “Camilan di sini sangat mahal.”

“Aku sedih karena kamu khawatir soal harga camilan. Kenapa kamu sangat baik hati? Terima kasih karena sudah datang kepadaku. Keputusanmu tepat. Hal semacam ini bisa menenangkanmu saat sulit.” Si muka preman memberikan tas besar pada Kang. Setelah dibuka. Isinya uang. “Beli camilan sepuasnya dengan ini.”

Kang memberikan kartu kreditnya. “Bisa dicicil 3 bulan? Kurangi botol ini. aku belum membukanya.”

“Kenapa begini? kenapa datang?” tanya si preman.

“Ada seseorang yang memanggil aku Hyung-nya. Dia sangat pintar dan gigih. Dia tidak akan bisa menemukanku jika aku di sini.”

Si preman langsung menelepon. “Yak… bawa kacang ke ruang 9.”

“Kamu butuh apalagi?” tanya si preman.

“Biarkan aku di sini selama beberapa hari. aku mengambil cuti tapi tidak punya tujuan.”

“Jika kamu mengambil cuti. Maka pergilah ke tempat yang hangat.” Si preman pun mengomel. “Astaaaa dragooonnnn…” Si preman mau pergi.

“Mau ke mana?”

“Ke gereja. Untuk ibadah malam. Harusnya kamu minta uang kepadaku! Aaaahhhh…”

Kang pun tertawa sedih.

***

Peya kesulitan membuka laptop penuh stiker milik Jo. *nggak nyangka yaa. banyak stiker.

“Kemarin aku berpikir. Yeong mudah ditebak. Aku pinta matematika. Lalu kamu suruh aku bawa laptop ini seperti kamu akan bisa membukanya.”

“Ini salah paham jika kaku terlihat seperti tidak bisa membuka ini. aku hanya sedang memeriksa keamanan istana.”

“Ohh baiklah. Tapi, ada apa di laptop sampai kamu sangat ingin membukanya?”

Sekretaris Mo dan dua orang pegawai datang membawa 3 kotak dan mengatakan PM Koo sudah datang.

“Evalusai akhir tahun.” Ucap sekretaris.

“Ahh sudah waktunya ya?”

“Ya. setahun berlalu dengan cepat. Ada camilan yang kamu mau?”

PM Koo langsung menerobos dan berkata. “Ubi. Aku sedang diet.”

“Baiklah.” Sekretaris pun mengibaskan rambutnya yang terlihat licin kayak lele dan pergi dari ruangan Peya.

***

“Halo peya.”

“Keamanaan diperketat. Jadi, kapten Jo akan bersamaku.” Peya berkata pada Eun Sup. “Seperti yang kamu tahu. Kita akan begadang karena kumpulan laporan selama setahun.”

“Yeee PEYA.” WKWKWKKW Eun Sup lucu banget ekspresinya.

****

Jeong menanyakan keberadaan Kang pada Nari. Tapi Nari bilang Kang tidak pernah mampir.

“Unnie, bukankah Eun Sup belakangan ini sangat aneh?” tanya Nari.

*ini Eun Sup ada duduk tegap banget di kedai.

“Eun Sup? Benarkah? Aku tidak merasa begitu.” Jawab Jeong.

“Rasanya wajahnya tidak setampan dulu.” Wkwkwkwkk “Dia menjadi jelek. Lalu, ada apa dengan rambutnya?”

“Seleramu aneh.”

LANJUT KE BAGIAN 6 YAAAAA…. klik di sini selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!