Sinopsis The Last Empress Episode 46 Part 1

Sinopsis The Last Empress Episode 46 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Mak Lampir memarahi Jalang Seo saat sudah sampai di istana.

“Maaf Yang Mulia. Putri Mahkota lelah bekerja sejak dini hari.”

“Apakah itu kamu sebut sebagai alasan? Kamu membual tentang seberapa baiknya kamu melatihnya, tapi kamu membodohiku di depan orang. Dengan anak nakal itu, sebagai Putri Mahkota, tidak ada yang akan menghormati keluarga kekaisaran.”

“Aku minta maaf. Aku akan pastikan untuk mengajarinya dengan benar.”

“Menyingkir dari hadapanku.” Ucap Mak Lampir. Seo akhirnya pergi.

“Aku pikir Permaisuri Eun datang ke korea sekarang. panggilkan Tuan Pyo.” Mak Lampir memerintahkan pada Nona Choi.

“Apa yang kita harapkan dari Permaisuri Eun?”

“Apa? Kepala audior khusus? Penyihir itu? beraninya dia kembali lagi ke sini. permaisuri Eun tidak akan pernah datang ke istanaku, tidak pernah.”

Tbtb ada pelayan masuk. Ia berkata. “Ibu Suri. Yang Mulia Kaisar baru saja datang kembali.”

“Peya?dia kembali dengan selamat?”

***

Mak Lampir bicara 4 mata dengan Suneo.

“Aku akan mengumpulkan polisi untuk memburu Na Wang Shik. Dia berusaha membunuh Putra Mahkota dan Kaisar. Dia benar-benar jahara.”

“Bagaimana dengan Permaisuri? Apakah akmu akan meninggalkan Sunny sendirian? Kamu harus mengusirnya sekarang. suruh dia untuk menandatangan surat cerai, dan meminta pertanggung jawabannya karena bekerja sama dengan Na Wang Shik.”

“Itu adalah antara kami, suami istri. Jadi kami akan membereskannya.”

“Suami dan istri? Apa? Apakah terjadi sesuatu di otakmu dan mengalami trauma? Ini bukan waktunya untuk berkata seperti itu! Oh Sunny pasti tahu sesuatu. Dia pasti punya bukti sehingga dia sangat berani. Siapa yang tahu apa lagi yang akan dia lakukan jika kita membiarkannya.” Mak Lampir mendekat pada Hyuk.

“Aku bilang dia adalah istiku, jadi aku akan menghadapinya sendiri. akan aku selesaikan, dengan caraku sendiri.”

Min Yu Ra masuk ke ruangan. “Anda memanggilku, Yang Mulia?”

“Silakan oma mama pergi.” Mak Lampir pun pergi.

Hyuk langsung menodongkan pistolnya pada Min Yu Ra. “Beraninya kamu menipuku? Kamu tahu Woo Bin adalah Na Wang Shik. Apakah kamu masih melindunginya?”

Yu Ra malah berani mendekat pada Hyuk. “permaisuri membuatku melakukannya.”

“Apa?”

“Akulah orangnya yang menggunakan Dong Shik untuk menangkap NWS. Kenapa aku harus melindunginya? Permaisuri mengatakan dia akan membiarkan aku tetap di istana jika aku bungkam tentang identitasnya. Peya mencampakkan saya, dan begitu juga dengan Ibu Suri. Itulah caraku satu-satunya untuk tetap tinggal di istana. Jika anda ingin mengeluh, mengeluhlah pada permaisuri.”

“Apakah itu sungguh-sungguh Permaisuri?”

Pak Han datang dan melaporkan pada Hyuk. “peya. Anda perlu menonton segera.”

***

Pewarta mengatakan

Ada yang viral. Dia disebut “pemberian sang raja”. Satu-satunya hal yang dikatahui tentang pemberian raja, yang melakukan perbuatan baik tanpa akhir dan tanpa alasan bernama Na Wang Shik.

Ada remaja yang mengatakan. “Nenekku bia menjalani operasi jantung. Nenek harus menjalani operasi, tapi kami tidak punya uang.”

Ada pria lainnya juga mengatakan. “Aku tidak tahu bagaimana orang itu. Na Wang Shik, dia meninggalkan ini di depan rumah kami.”

Karena kesal. Mak Lampir berkata. “MATIKAN TV!!!!

TV dimatikan. “Ini tidak masuk akal. Dari mana seorang warga miskin bisa mendapatkan uang seperti itu?”

Hyuk berkata.  “Pak Han, jadwalkan pertemuan dengan Komisaris polisi.” Hyuk pun pergi.

Kini Nona Choi melaporkan pada Mak Lampir. “Perusahaan farmasi yang kami coba akuisisi tbtb menerima investasi dan menghindari kebangkrutan. Investasi itu nampaknya berasal dari Na Wang Shik juga.”

“Apa? Aku bekerja sangat keras untuk mengambil alih perusahaan farmasi itu. siapa yang mendanaiya?”

So Jin ketakutan… “Oma mama…itu kamu, oma mama….”

“Apa?” Mak Lampir teriak marah.

“Uang itu. semuanya uangmu. Aku membiarkan Chun Woo Bin bertanggung jawab atas rekening bank untuk perusahaan kertas atas namaku.”

“Apa yang kamu bicarakan?”

“Dia berkata, aku akan ditangkap karena penggelapan jika tidak melakukan sesuatu. Aku benar-benar tidak tahu. Bahwa Chun Woo Bin adalah Na Wang Shik.” So Jin punlari pergi.

“NA WANG SHIK KAMU BAJINGAN. Beraninya kamu menyentuh uang cadanganku. Apakah kamu tahu berapa banyak uang itu? Oh Sunny… Oh Sunny di mana dia?”

Mak Lampir kesetanan mencari Sunny.

***

Ari sedang memberi makan kelincinya. Ia pun menangis. “Oma mama”

Kilas balik begini.

Sunny memberikan ari kelinci. “Kamu harus merawatnya seperti saudara sendiri. kamu berjanji?”

“Ya. oma mama. Mereka sangat imut dan menggemaskan.”

“Ari Gungju jauh lebih manis dan menggemaskan di mataku. Aku berharap, kamu akan banyak tertawa seperti yang kamu lakukan sekarang dan sangat bahagia.”

“Aku juga. Aku ingin Ibu banyak tersenyum dan berbahagialah.”

Kilas balik berakhir.

Ari masih menangis. “Oma mama. Ini sangat sulit. aku ingin tersenyum. Tapi aku tidak bisa.”

Seo mengambil makanan kelinci dari tangan Ari. “Aku bilang padamu untuk merenungkan kesalahanmu hari ini. kenapa kamu malah membuang waktu di sini?” Seo memberikan perintah. “Singkirkan kandang kelinci ini.”

“Tidak. Ini saudaraku.”

“sudah cukup dengan perilakumu yang kekanak-kanakan.”

Sunny datang dan berkata. “Berhenti. Ari masih kecil. Dia mungkin membuat kesalahan. Alih-alih melihat kesalahannya, kenapa kamu harus memarahinya? Aku memberikan kelinci ini sebagai hadiah. Kamu tidak bisa menyingkirkannya sesukamu. Biarkan apa adanya.”

“Aku sudah bilang untuk berhenti mencampuri urusan kami.”

“Aku tidak bisa menahan diri atas tercelanya perilakumu kepadanya. Lihat betapa menderitanya ari hari ini. apakah kamu masih berpikir untuk menjadikannya putri mahkota dengan benar?”

Mak lampir teriak, lari dan langsung menampar Sunny. “Oh Sunny.” Plak. “Kamu tidak perlu khawatir tentang ari sekarang. aku sangat sabar denganmu, tapi aku tidak tahan dengan perilaku konyolmu lagi. Nona Choi…. kunci dia di sel penjara sekarang.”

Karena sendirian. Sunny akhirnya diseret Nona Choi dan para pegawai lainnya.

Ari teriak. “Oma mama.”

Mak Lampir berkata. “Dia bukan ibumu. Bagaimana mungkin putri mahkota kekaisaran berhati lembut sepertimu!!! Berhenti menangis saat ini juga. Kamu tidak melakukan hal dengan benar.”

“Nenek….” Ari menangis.

“Apa yang sedang kamu lihat? Bawa dia dan tegur dia. kamu bahkan tidak bisa menangani seseorang yang tidak penting seperti Oh Sunny atau putrimu juga. Beraninya kamu berpikir untuk mencuri kursiku?” Mak Lampir pun pergi.

Dalam hati Jalang Seo berkata. “kamu akan membayar setiap penghinaan ini, Yang Mulia.”

Berlanjut ke bagian 2. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *