Sinopsis The Last Empress Episode 46 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 46 Part 2 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya ada di tulisan yang ini.

Oleh Nona Choi, Sunny diseret masuk ke dalam penjara. Saat di sel, Sunny berkata. “Choi Tim Jang, beraninya kamu? aku permaisuri.”

“Kamu bukan lagi permaisuri. Kamu tahu di mana Na Wang Shik berada bukan? Katakan di mana dia sekarang. dan tanda tangani surat cerai ini.” Mak Lampir melemparkan dokumen ke dalam sel. “Sebelum kamu melakukannya, kamu tidak akan menginjakkan kaki di luar sel ini.”

Mak Lampir pun pergi.

“Buka. Seberapa parah hukuman yang kamu inginkan?” Ucap Sunny.

***

Jalang Seo menemui Kang Joo Seung di suatu tempat.

“Apakah kamu baik-baik saja oppa?”

“Bagaimana dengan Permaisuri? Apa yang terjadi dengannya?”

“Dia sudah meninggal tujuh tahun lalu. Tidak… keluarga kekaisaran membunuhnya, kaisar dan ibu suri, membunuh permaisuri kita. Oppa harus mengungkapkan kebenaran. Jangan memercayai siapa pun dari keluarga kekaisaran. Semua orang berusaha menutupi kematian permaisuri So Hyun. bahkan permaisuri baru mendukung mereka.” wkwkwkkwkw bakar aja fitnahmu.

Joo Seung pun marah. “Aku akan membunuh Ibu Suri dan Lee Hyuk.”

“Oppa, kamu harus mendapatkan kekuatanmu dulu. kamu aman di sini.”

“Tidak. Aku harus kembali ke RSJ. Aku meninggalkan seseorang di sana.”

“Meninggalkan seseorang? Siapa?”

“Wanita yang aku janjikan untuk dinikahi. Dia mendatangiku lagi. Akhirnya aku bisa bertemu dengannya lagi. Aku tidak bisa kehilangan dia lagi.”

“Jadi, seseorang ada di sana saat itu?” *Saat Joo Seung dibawa kabur. “Siapa itu?”

“Min Yu Ra.”

“Min Yu Ra?”

“Apakah kamu kenal siapa dia?”

“Ahhh aku tidak yakin. Aku pikir pernah mendengar tentang dia. jangan khawatir. Aku akan menemukannya apa pun yang terjadi. Kamu harus ingat apa yang terjadi 7 tahun lalu. Dan tentang pulang Chungeum juga.”

“Pulang Chungeum? Baik. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mengingatnya.”

Dalam hati jalang Seo begini. “Min Yu Ra adalah tunangan Kang Joo Seung? Lalu alasan sebenarnya mengapa Min Yu Ra datang ke istana adalah….ini semakin menarik sekarang.”

***

Ari menangis di depan neneknya. “Nenek, tolong bisarkan ibuku hidup.”

“Choi Tim Jang, keluarkan dia dari kamar ini. dia membuatku sakit kepala. Kepalaku sudah terlalu sakit.”

“Ayo pergi ke kamarmu.” Ucap Nona Choi pada Ari.

“Aku tidak ingin menjadi Putri Mahkota lagi. Tidak akan pernah lagi, jadi tolong lepaskan ibuku. Aku tidak perlu hal-hal semacam ini.” Ari melepaskan jubah dan hiasan di kepalanya.

“Kamu akan menyerah? Beraninya kamu membiarkan emosimu mempengaruhimu dengan mengatakan hal seperti itu? keluarga kekaisaran telah memutuskan ini. Ini bukan tempat di atas kehendakmu.”

“Aku tidak menginginkan itu. tolong lepaskan dia. lapsakan ibuku.” Ari masih menangis dengan memegangi kaki neneknya.

“Aku menyuruhmu pergi. Nona Choi.. apa yang kamu lakukan? Aku sudah bilang untuk mengeluarkan dia dari sini.”

Ari pun digendong oleh Nona Choi.

Seorang laki-laki pun datang. ia memberi salam pada Mak Lampir. “Anda memanggilku, Ibu Suri?”

“Aku ingin kamu melakukan sesuatu yang rahasia. Permaisuri Eun sedang dalam perjalanan ke sini. lakukan apapun untuk menghentikannya memasuki istana. Gunakan segala cara yang diperlukan. Apakah kamu mengerti?”

“Jangan khawatir. Yang Mulia. Pernahkah aku mengecewakanmu sebelumnya?”

“Tentu saja tidak. Aku percaya padamu Tuan Pyo.”

***

Jalang Seo pun mendekati Min Yu Ra di

“Min Yu Ra.”

“Kenapa? apa kamu memiliki sesuatu untuk dikatakan?”

“Tidak. Aku pikir aku terlalu keras kepadamu. Kalau dipikir-pikir, kamu dan aku ada di perahu yang sama.”

“Apa yang ingin kamu katakan padaku?” Ijah pun jutek.

“Datang padaku jika kamu ada masalah di istana. Aku merasa tidak enak padamu.”

Jalang Seo pun pergi. Ia ngedumel. “Aku tidak berpikir dia melihatku di bangsal RSJ. Tapi tidak ada salahnya untuk berhati-hati.”

***

Dengan sembunyi-sembunyi. Jalang seo membuang sepatu kets yang dia gunakan untuk menculik Joo Seung di RSJ. Sepatu itu dia bakar di perapian.

***

Suneo menjawab telpon sambil berjalan di ruangannya.

“Ya. aku percaya pada anda. Komisaris. Tolong tangkap Na Wang Shik.” Di ruangannya, Hyuk melihat ada Ari.

“Apa yang terjadi?”

“Appa mama. Tolong selamatkan oma mama.”

“Apa maksudmu?”

“Karena aku, ibu…tidak, karena kelinci….” Ari pun menangis sambil bicara.

“Jangan menangis. Dan ceritakan kejadian apa yang terjadi.”

“Nenek mengunci Ibu di sel. Tolong lepaskan dia. Ibu tidak melakukan kesalahan.”

“Begitu?”

***

Hyuk langsung melepaskan Sunny dengan mengancam dan memukul penjaga tahanan seorang diri. Tentu saja sel akhirnya dibuka. Hyuk masuk ke dalam sel dan bicara.

“Maaf. Aku terlambat. Aku tidak tahu mengapa ibu melakukan ini. aku berjanji untuk melindungimu. Maaf telah mengecewakanmu lagi.” Hyuk melepaskan jasnya dan memakaikannya pada Sunny. “Biarkan aku mengantarkanmu ke kediamanmu.”

“Tidak. Aku akan pergi sendiri.” Sunny menjatuhkan jas yang dipakaikan Hyuk kemudian pergi.

Hyuk memungut jaketnya dan menemukan dokumen perceraian.  Ia merobeknya. “Siapa bilang kamu bisa menceraikan aku?”

***

Sunny masih berjalan. Ia pun langsung bertemu dengan Ari yang memangis.

“Oma mama. Maafkan aku.”

“Jangan menangis. Orang dewasan adalah orang yang berbuat salah. Kamu tidak melakukan kesalahan, Ari.”

“Itu tidak benar. Yang benar adalah. Aku berbohong hari itu.”

“Kamu berbohong?”

Kilas balik dulu.

Ari masuk ke dalam kamar jalang seo yang kosong. “Di mana dia? dia bilang untuk bergegas?”

Tak lama Seo masuk dengan pakaian hitam. “Kenapa kamu begitu lama?” Tanya Ari.

“Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan. Kamu satu-satunya orang yang bisa menyelamatkanku.”

“Maksudmu apa?”

“Aku akan dijebak. Permaisuri berusaha menendangku keluar dari istana.”

“Apa?” Ari pun melihat cakaran di leher seo. “Ada apa di situ?” menunjuk di leher.

Seo langsung bercermin dan memakai syal. “Aku sakit dan di sini sepanjang hari, oke? Dan Putri yang merawatku.”

“Siapa yang sakit dan siapa yang merawat siapa?tidak. aku tidak mau berbohong.”

“Jika Putri tidak membantuku, aku akan mati hari ini. apakah kamu mau ibumu mati?” jaket dilepaskan jalang seo dan rekaman itu terjatuh.

“Apa itu?” Ari bertanya polos dan akan memungutnya. Tapi diambil lagi oleh Seo.

“Ingat ini. kamu tidak pernah meninggalkan ruangan ini. kamu mengerti, Gungju Mama?”

Kilas balik berakhir.

***

“Bisa kamu jelaskan apa yang dijatuhkannya?” Tanya Sunny.

“Aku tidak tahu. Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. itu sebesar ini. itu kecil dan persegi panjang.”

“Terima kasih untuk mengatakan yang sebenarnya.”

“Ini sangat berat. Kupikir aku akan bahagia setelah penjadi Putri Mahkota. Tapi aku tidak senang sama sekali. Aku terus memikirkan dan merindukan bermain dengan ibu setiap hari.”

Sunny dalam hati berkata. “Kang Hee. Dasar penyihir jahat kampret. Beraninya kamu membuat ari berbohong? Jika yang dilihat ari hari itu adalah rekaman video yang hilang, maka Kang Hee adalah pelaku yang menyerang putra mahkota.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *