Sinopsis The Last Empress Episode 46 Part 3

Sinopsis The Last Empress Episode 46 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Sunny berjalan di koridor dan ada Pelayan Mak Lampir yang menariknya.

“Aku pikir apa yang Permaisuri katakan itu benar. Aku tidak ingin menutupinya lagi.”

“Terima kasih banyak. Aku sangat menghargai itu.” Sunny memegang tangan pelayan itu dan jari pelayan itu terluka. “Tapi, dari mana kamu mendapatkan luka ini?”

“Aku terluka saat hari putra mahkota diserang.”

“Apa yang terjadi?”

“Putra mahkota dan Ibu Suri bertengkar hebat. aku masuk untuk membersihkan dan….”

Kilas balik saat Yoon bicara di ruangan Mak Lampir.

“Bukankah permaisuri So Hyun menemukan rahasia pulau Chungeum? Bukankah itu sebabnya oma mama sangat menginginkan pulau itu?”

Mak lampir membanting guci. “Kamu anak nakal, kurang ajar….” ada pelayan yang masuk, mak Lampir berkata, “bersihkan itu..”

Pelayan membersihkan guci pecah dan terluka. Mak lampir lanjut bicara. “Jaga mulutmu. Mengapa kamu membahas pulau Chungeum sekarang?”

“Silakan coba hentikan aku juga. Aku tidak akan mati semudah itu. aku akan mengungkap dosa anda. Tunggu dan lihat saja.” Yoon pun pergi.

Kilas balik berakhir.

***

“apakah kamu tahu apa yang mereka pertengkarkan? Apakah kamu mengingat sesuatu yang mereka katakan?”

“Pulau Chungeum, mereka bicara tentang pulau. Ada sesuatu di sana.”

“Pulau Chungeum? Bisakah kamu berjanji untuk mengatakan hal ini nanti?”

***

Sunny masuk ke kediamannya dan sudah ada Ijah di sana.

“Aku bilang kepada Kaisar bahwa anda membuatku berbohong padanya tentang Na Wang Shik. Itu bukan kebohongan total.”

“Baik. Kerjamu bagus.”

“Tapi, peya membebaskanmu dari penjara. Apa yang dia pikirkan?”

“Apakah kamu ke RSJ? Kamu menemukan sesuatu?”

“Aku memeriksa CCTV di pintu masuk. Seseorang memasukkannya ke ambulance dan membawanya.” Ijah memberikan fotonya. Foto Seo yang ditutupi masker, “Aku pikir itu adalah perawat wanita yang datang ke kamarnya hari itu.”

“Kamu tidak ingat wajahnya?”

“Aku bersembunyi di bawah tempat tidur, jadi, aku tidak melihatnya.”

“Mari kita lacak ambulancenya dulu.”

Kemudian pelayan lain datang. pelayan yang diminta Sunny untuk memata-matai Jalang Seo.

“Aku punya sesuatu untuk dilaporkan tentang Nyona Seo Kang Hee.” MMC pun diberikan.

Sunny membukanya langsung di laptop. Ada foto Kang Hee yang membakar sesuatu.

“Apa yang dia bakar?” Tanya Sunny.

“Aku melihat seperti sepetu kets. Dia menyelinap pergi untuk membakar itu begitu dia kembali ke istana.”

“Sepatu kets?” Tanya Ijah curiga. Ijah melihat fotonya dengan jelas, “Itu…” Ijah mengingat sepatu yang yang dipakai penculik Joo Seung. “Itu Seo Kang Hee.”

“Apa?” Tanya Sunny.

“Wanita yang mengambil Kang Joo Seung, adalah Seo Kang Hee. Sepatu kets itu adalah yang kulihat di kamar rumah sakit saat itu.”

“Seo Kang Hee mengambil Kang Joo Seung?” Sunny kaget, mimin nggak kaget.

***

Di bandara. Permaisuri Eun pun tiba. Tuan Pyo suruhan Mak Lampir datang

“Aku bersama Tim Audit Kekaisaran. Aku akan mengantar anda ke hotel.”

“Thank you.” Ucap Eun yang tanpa curiga masuk mobil.

Tak lama, rombongan asli yang menjemput Eun pun datang. mereka terlambat.

***

Di jalan, Eun resah, “Kemana kalian akan membawaku? Biarkan aku pergi.” Sementara itu ponsel Eun berbunyi dan itu dari perdana menteri baru. Tuan Pyo pun mematikannya. Kepala Eun pun ditutup dengan kain hitam.

Di jalanan, aksi heroik Bin terjadi. Bin bak bik buk belalang kuncup mengalahkan Tuan Pyo dan kawanannya. Permaisuri Eun pun diselamatkan Na Wang Shik.

“Anda baik-baik saja?” Tanya Bin yang membuka tutupan kain di kepala Eun.

“Kamu siapa?”

“Senang bertemu anda, permaisuri. Aku Na Wang Shik.”

Lanjut ke bagian 4 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *