Sinopsis The Last Empress Episode 48 Part 1

Sinopsis The Last Empress Episode 48 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Hyuk ada di kamarnya dan terbangun. Saat bangun, ia melihat Sunny ada di sampingnya sedang duduk.

“Sunny. Kapan kamu datang?” Hyuk pun memeluk Sunny. “Maafkan aku. Aku sudah berbuat salah. Aku tidak serius saat marah padamu. Mari kita ulang dari awal seolah kita adalah orang-orang biasa, bukan kaisar dan permaisuri. Aku akan bersikap baik. Kamu mau memaafkan aku bukan?”

“Aku datang untuk berpamitan. Permainan ini sudah berakhir.” Sunny kemudian memberikan surat cerai.

Sunny pergi pada Bin yang sudah menunggu di pintu. “Sunny. Jangan pergi.” Hyuk teriak jangan pergi tapi Sunny pun pergi.

Dan semuanya cumi… Cuma mimpi. Hyuk terbangun. Ia kalap mencari Sunny. Hyuk pergi ke kediaman Sunny tapi tidak ada Sunny di sana. Kamarnya kosong.

Masih kalut. Hyuk menanyai pengawal dan pegawai seperti orang gila. Tapi Sunny tidak diketahui keberadaannya.

Hyuk berjalan di lorong menuju kamar Sunny. “Semua sudah berakhir, dia menginggalkanku. Semua ini salahku. Seharusnya aku tidak semarah itu padanya. Dia tidak akan kembali. Selamanya.”

Tapi saat Hyuk membuka pintu. Sunny sedang tertidur di sofa. Hyuk menangis melihat Sunny yang tertidur.

“aku tidak peduli kamu marah kepadaku.tapi aku mohon untuk tetap ada di sisiku. Jangan tinggalkan aku. Oh Sunny.”

***

Rapat keluarga kerajaan yang dipimin oleh Permaisuri Eun kembali dibuka.

“Aku meminta kalian untuk berkumpul, agar aku bisa menunjuk wali sah Putri Mahkota.”

“Kenapa terburu-buru., kakak ipar? Kamu sedang berada di kampung halaman.sebaiknya kita pergi ke spa dan berbelanja. Kakak ipar bisa memutuskan soal wali sah setelah membahas masa depan keluarga kekaisaran.”

“Mengingat masa lalu, kita tidak akan pergi ke spa dan berbelanja bersama. Kenapa Permaisuri belum datang?”

So Jin berkata. “Dan, kepala Chun tidak…Na Wang Shik juga belum hadir.”

“Pasti mereka melarikan diri karena takut. Untuk apa kakak ipar mencari mereka?” Ucap Mak Lampir.

“Oma mama.” Hyuk tidak suka mendengar kalimat ibunya.

“Karena kita tidak bisa membuang waktu untuk mengunggu mereka, lagipula keputusanku tidak akan berubah.” Ucap Eun.

“Menurutku juga begitu. kakak ipar memang bijak.”

Sunny pun datang. “Maaf. Aku terlambat. Aku ketiduran.”

“Jika kamu tidak bisa menepati janji sesederhana ini, kamu tidak pantas menjadi wali sah. Kamu tahu sudah berapa lama kami menunggumu?” Ucap Mak Lampir.

“Maafkan aku. Aku harus mencari tahu seseuatu yang sangat penting sampai pagi.”

Permaisuri Eun lanjut bicara. “Sebelum aku membuat keputusan terakhir, aku akan mendengar dari Putri Mahkota. Bisakah kamu menjawab dengan jujur siapa yang kamu inginkan untuk menjadi wali sah?”

Mak Lampir dan Kang Hee sudah tersenyum pada Ari.

“Aku…Nenek….”

“Ya. teruskan.” Ucap Mak Lampir yang sudah senang.

“Aku tidak mau nenek menjadi wali sahku.”

“Apa katamu? Kenapa?”

“Dan… dan aku tidak mau imo menjadi wali sahku juga.”

“Apa?” Kang Hee kaget.

“Boleh aku tahu alasannya?” Tanya Eun.

Ari mulai menangis. “Aku tidak mau menjadi monster! Seperti yang oma mama katakan padaku, aku hanya ingin menjadi anak-anak. Aku ingin kehidupan normal seperti anak lainnya. Karena aku menjadi Putri Mahkota, para tetua saling berkelahi dan menyerang. Aku tidak mau melihat hal itu!!”

***

Kilas balik. Ari mendengar Kang Hee bertengkar dengan Mak Lampir.

“Seharusnya kamu bilang kepadanya kamu menolak menjadi wali sahnya.” Ucap Mak Lampir.

“Untuk apa? Anda merasa Permaisuri Eun akan memilihku bukan?”

“Tidak seharusnya kamu mendambakan posisi itu. urusan keluarga kekaisaran akan menjadi tanggung jawabmu,mengelola keuangan yang besar itu akan menjadi tugas yang berat. Kamu tidak layak melakukan tugas seperti itu!”

“Jika aku menolak, apa ari akan memilih Mak Lampir? Bagaimana jika permaisuri mengambil posisi itu? aku tidak mau mundur. Aku tidak mau!!!”

Mak Lampir menjambak Kang Hee. “Aku perlu bicara tentang perbuatanmu kepada Yoon, agar kamu bisa menjadikan Ari menjadi Putri Mahkota? Kamu adalah penjahat yang ingin menghilangkan nyawa seseorang!!!”

“Lepaskan aku. Silakan lakukan yang anda suka! Andalah yang menghasutku untuk membunuhnya. Jika kebenaran terungkap, anda akan sangat menderita. Anda akan menjadi sosok kejam yang membuat putranya hancur dan amalah menyalahkan putra bungsunya.”

“Baik… apa perlu kuungkit kematian Permaisuri So Hyun juga? Apa perlu kuungkap kejadian di kolam saat itu? dan semua yang kamu perbuat pada temanmu itu? jika publik tahu soal ini, kamu kira akan selamat? Dasar penyihir kejam!!! Aku akan membunuhmu!!!”

Keduanya berkelahi yang disaksikan sendiri oleh Ari.

***

Kembali ke rapat.

“Aku membenci nenek. Dan aku juga benci imo. Kenapa kalian harus berkelahi gara-gara aku? Jika ini konsekuensi atas pelantikanku menjadi Putri Mahkota. Aku tidak ingin menjadi Putri Mahkota!!! Atau pun Kaisar Wanita. Aku hanya ingin kembali seperti dulu.” Ari memangis. Ia melepaskan tiaranya dan melemparkannya.

“Ari.” Ucap Sunny.

Ari pun berlari. Mak Lampir dan Seo mengejarnya namun dihadang oleh Sunny.

“Hentikan!!! Berapa banyak lagi kalian ingin menyiksa dan menyakiti anak malang itu? berhentilah memanfaatkan ari demi kekuasaan kalian. Apa kalian sama sekali tidak sadar atas perbuatan kalian pada ari? Setelah semua ini, anda masih menganggap anda neneknya? Dan kamu ibunya?”

Permaisuri Eun berdiri dan berkata. “Aku tidak bisa menunjuk mereka menjadi wali sah ari karena ari membenci mereka. dengan ini, kuputuskan wali sah ari adalah Permaisuri Oh Sunny.”

“Apa maksud kakak ipar?ini tidak masuk akal!!! Kakak ipar akan membiarkan anak kecil itu memengaruhi keputusan kakak?”

“Ibu suri benar. Anda tidak bisa seperti ini. saat ini ari sedang emosi. Pasti dia…” Ucap Kang Hee.

“Tidak. Sebelum ari menumpahkan perasaannya, aku memang memilih sang permaisuri dari awal. Ari hanya sebagai penguat keputusanku dari awal. Aku sendiri yang akan mengumumkan pada auditor kekaisaran.”

Lanjut ke bagian 2 yak. klik di sini.

One Reply to “Sinopsis The Last Empress Episode 48 Part 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *