Sinopsis The Last Empress Episode 48 Part 2

Sinopsis The Last Empress Episode 48 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Ari menangis di kamarnya.Kang Hee langsung memarahi Ari.

“Bisa-bisanya kamu merusak kesempatan itu? apa yang kamu pikirkan? Temui dia sekarang, bilang bahwa kamu membuat kesalahan, dan kamu memilihku. Tarik semua ucapanmu tadi.” Seo pun menarik Ari dengan sangat kasar.

“Tidak. Aku tidak mau. Aku akan menjadi anakmu yang baik. Jadi tolong Imo jangan jadi orang jahat. Cukup jadi ibuku saja.” Ari pun didorong sampai terjatuh.

“Setekah yang kulalui untuk bisa seperti ini? kamu hanya ingin aku menjadi ibumu? Dengarkan baik-baik. Aku pasti akan menjadikanmu Kaisar Wanita. Aku tidak akan pernah menyerah, mengerti? Kamu adalah ciptaanku. Ciptaanku yang akan mengubah hidupku!!!” Seo kagak pernah tulus guys, kek Mak Lampir.

***

Hyuk masuk ke kamarnya. Ternyata ada Yoon di sana.

“Yoon, apa yang tejadi? Kapan kamu siuman?”

“Hanya permaisuri yang tahu.”

“Oma mama pun tidak tahu kamu siuman?”

“Kurasa dia tidak ingin aku siuman, seperti Seo Kang Hee.”

“Seo Kang Hee lah yang menyerangmu bukan?”

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan soal Seo Kang Hee padamu. Dan juga soal video yang aku lihat di ruang rekaman.”

***

Permaisuri Eun bicara dengan Sunny.

“Aku kira anda tidak menyukaiku. Kenapa anda memilihku?”

“Aku bukan tidak menyukaimu. Aku hanya ingin memastikan jika ibu memang membuat keputusan yang besar.”

“Maksud anda, nenek suri?”

“Sebelum dia meninggal, dia menelponku. Ini sudah lama sekali.”

***

Kilas balik dulu saat nenek menelpon di malam naas itu.

“Seharusnya aku melindungimu sampai akhir saat itu. maafkan aku. Aku masih menyesal menjadikan dia Mak Lampir Suri. Itu sebabnya, aku tidak mau membuat kesalahan yang nantinya aku sesali.”

Kilas balik berakhir.

***

Permasuri Eun lanjut bicara. “Dia meminta maaf padakau atas insiden 30 tahun lalu. Dia juga memberitahuku tentang dirimu.”

“Tentang aku?”

“Dia bilang kamu sangat tulus. Dia bilang tubuhmu kecil, tapi kamu kuat. Itu sebabnya aku ingin memastikan sendiri apa aku bisa meletakan masa depan keluarga kekaisaran di tanganmu.”

“Nenek berkata tentangku seperti itu?” Sunny sudah berkaca-kaca.

“Dia tidak bilang kamu cengeng.” Eun memberikan kotak hadiah. “Terimalah.”

“Ini apa?”

“Ini tusuk konde yang aku terima dari Ibu Suri-ku. Bukalah.” Dari nenek dulu yaaa maksudnya. Sunny pun membukanya.

“Ini…” Sunny ingat tusuk konde di tubuh nenek.

“Kenapa?”

“Ini seperti tusuk konde yang ada di dada nenek saat dia meninggal.”

“Apa ada bukti yang bisa aku lihat? Seperti foto, barangkali?”

“Aku belum pernah melihatnya sejak polisi mengambilnya sebagai bukti.”

“Masalahnya,  Ibu Suri-mu juga memiliki tusuk konde yang sama.”

“Apa?”

“Dia selalu penuh dengan rasa iri. Jadi, ibu suri-ku membuatkan tusuk konde yang sama.”

“Polisi tidak pernah menanyakan siapa pemilik tusuk konde itu.” yaaa kan polisinya bego sih. “Aku akan memastikan sendiri. apakah tusuk konde yang menikam nenek, adalah milik Mak Lampir.”

***

Di kediamannya. Kang Hee menelpon seseorang.

“Kamu tidak mendengar apa pun dari rumah itu bukan? Dobrak pintunya dan masuklah. Di dalamnya ada jasad manusia. Singkirkan tanpa jejak.”

Hyuk masuk dan menembakkan tembakkan peringatannya. Kang hee kaget dan terjatuh.

Kemudian Yoon datang sambil memperdengarkan rekaman percakapan Kang Hee barusan.

“Seo Kang Hee, kali ini mayat siapa?” Tanya Hyuk.

“Kamu berusaha membunuh orang itu seperti kamu ingin membunuhku?” Tanya Yoon.

“Cepat jawab!!!”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *